Oase

Oase

Ruang Redaksi

Redaksi

Komik Anak

Info & Aktifitas

Unduh Buletin

Surat Pembaca

Bahasan Utama

Bahasa Arab


Pengasuh : Ustadzah Latifah Munawaroh,MA. @latifamuna
Lulusan S2 Fakultas Syariah Kuwait University dan saat ini sedang mengikuti program S3 di Kuwait University.
_______________________________

Artikel Blog Al Husna non Buletin

Artikel Blog Lain »

Cari Artikel Buletin

Total Pengunjung

Anda belum LIKE AlHusna khan??
di LIKE yaaah.. trims
×

Kisah & Renungan

U f u k

Dunia Hawa

Rehat

Kuis

Kolom Ayah

Hal. Akhir

Kreasi Anak Edisi 18 May 2014


0 comments

Lanjut Baca -> Kreasi Anak Edisi 18 May 2014

Murotal Al Quran Juz Amma bersama RIdho Romadhon Al Hafiz


0 comments


Lanjut Baca -> Murotal Al Quran Juz Amma bersama RIdho Romadhon Al Hafiz

Siomay goreng beetroot


1 comments
Bagi kita beetroot atau buah bit merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang mungkin tidak sepopuler ubi jalar atau pun kentang. Dan mungkin tidak banyak juga yang tahu bit yang berbentuk bulat dan berwarna ungu ini kaya akan zat antioksidan, nutrisi dan betaine yang penting untuk kesehatan kardiovaskular. Jus bit sangat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi selain itu juga baik untuk menjaga tubuh kita dari serangan penyakit, dan juga perawatan kulit.
Dalam penyajiannya mungkin kita lebih sering dalam bentuk jus maupun salad, padahal kalau kita mau memodifikasi penyajian, beetroot ini bisa menjadi makanan yang menarik, lezat, dan menyehatkan. Sebagaimana yang disajikan dalam dapur Al Husna kali ini “Siomay Goreng Beetroot”, makanan favorit yang gurih sekaligus menyehatkan. Selamat mencoba .



Bahan : (Ingredients)

150 gr ayam cincang
100 gr udang cincang
( bisa cincang pake food processor )
100 gr beetroot ( rebus lalu kupas dan parut kasar )
2 sdm
tepung  tapioka
1 sdm santan bubuk
50 ml air
1/2 sdm minyak wijen
1 sdt kecap ikan
Bawang putih 3 siung ( haluskan)
1/2 sdt lada bubuk
1/4 sdt penyesap rasa ( kalau suka )
1 btr telor ayam
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya
Kulit pangsit 15 lembar
Minyak goreng

Cara membuat
Campur semua bahan j
adi satu kecuali minyak goreng..
Ambil selembar kulit pangsit lalu isi d
engan adonan ayam kira-kira 1sdm..
Goreng siomay dalam minyak panas sampai kecoklatan..angkat tiriskan lalu sajikan dengan bumbu kacang

Bumbu kacang :
150 gr kacang goreng
4 buah cabe merah
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1sdm santan bubuk
1sdm kecap manis
1sdm saos tomat
3 lembar daun jeruk
Air 400 ml
Gula garam secukupnya

Cara Membuat :
Goreng cabe bawang merah dan bawang putih sampai matang..lalu haluskan bersama dengan air kacang goreng daun jeruk santan gula garam.
Lalu masak d
engan api kecil sampai kental...

Sajikan siomay d
engan pelengkapnya : jeruk limau..saus sambal..kecap manis...
Lanjut Baca -> Siomay goreng beetroot

LADIES DAY


1 comments






Menjadi Wanita Indonesia Yang Terampil Dan Sukses”

“Ibu adalah sekolah yang pertama, jika kita mempersiapkannya dengan baik maka berarti mempersiapkan generasi yang baik.” Kalimat di atas adalah sebait syair yang sering kita dengar dan artinya telah kita pahami. Peran seorang ibu dalam sebuah keluarga adalah sangat penting, untuk menjadikan sebuah keluarga yang kokoh, harmonis dan demi terjaganya eksistensi keluarga sebagai pemakmur bumi dan estafet generasi.
Untuk mencapai hal tersebut di atas, Bidang Perempuan PIP PKS Kuwait dengan beberapa misinya antara lain terbentuknya wanita yang sholihat, alimat dan azimat yaitu wanita yang bertaqwa, cerdas dan professional mengadakan satu acara yang bertajuk : Ladies Day – Membentuk Wanita yang Terampil & Sukses.

Acara berlangsung hari Kamis tanggal 13 Maret 2014 bertempat di Qadsiya- Kuwait. Ada empat program unggulan dari acara tersebut yang semuanya adalah untuk meningkatkan keilmuan dan ketrampilan  wanita Indonesia yang tinggal di Kuwait diantaranya Ilmu tentang Gizi Keluarga, Praktek Pembuatan Power Point Presentation & Flyer Kegiatan, Ilmu tentang Kecantikan Alami beserta praktek Facial & Cream bath, dan Praktek Membuat Hiasan Nasi Tumpeng.

Walaupun acara dimulai lebih lambat dari yang direncanakan, tetapi tidak mengurangi animo dan antusias pengunjung. Sekitar 100 orang hadir meramaikan acara ini. Dimulai dengan tilawah Al qur’an dan terjemahannya, kemudian sambutan dari ketua panitia dilanjutkan dengan pemutaran film tentang “Ibu” yang berdurasi sekitar 10 menit berisi tentang pentingnya seorang Ibu dalam sebuah keluarga, fim ini berhasil menyedot perhatian hadirin.

Menginjak presentasi pertama adalah Cara Membuat slide presentasi dengan  Power Point dan Flyer kegiatan yang disampaikan oleh Ibu Nursyamsiah, lulusan dari IPB dan telah lama berkecimpung di dunia Pendidikan  Penjelasan yang singkat dan padat membuat kita faham bahwa ternyata dengan kemampuan sedikit tentang komputer kita juga bisa membuat slide presentasi yang menarik dengan PowerPoint dan membuat  flyer/iklan  dengan MS Word atau Ms Publisher, asal ada kemauan untuk mencoba dan dengan latihan rutin kita akan biasa.

Presentasi kedua dimulai setelah acara pantun yang menarik, bersama Mbak Astini seorang Nurse yang juga Alumni sekolah kecantikan Sari Ayu Martha Tilaar, dengan mengusung tema” Perawatan Kecantikan Standar (PKS) . Setelah penjelasan  teori tentang Perawatan Kecantikan Wajah dari mulai cara facial dan tahapan-tahapannya, gerakan/pemijatan dan fungsi-fungsi gerakan saat facial yang benar sampai dengan ramuan yang bagus untuk perawatan kecantikan wajah, di jelaskan dengan santai dan menarik, kemudian  dilanjutkan dengan praktek Facial sambil di putarkan  film  tentang perawatan wajah tersebut di screen yang telah dipersiapkan. Ternyata tanpa perlu pergi ke salon kecantikan, kita bisa merawat kulit kita dengan perawatan di rumah sehingga akan menghemat waktu, tenaga dan uang.

Perawatan rambut juga dijelaskan secara detail disini sambil di putarkan film cara creambath. diawali  tentang penjelasan fungsi dan jenis-jenis rambut, cream untuk cream bath dll. Ditutup dengan praktek cream bath yang ternyata bisa kita lakukan secara sederhana di rumah. Sangat bermanfaat,

Acara dilanjutkan dengan materi tentang Konsep Hidup Sehat yang dibawakan oleh Ibu Diana L Handayani, Ir . Beliau lulusan Food Technology UGM dan Marketing Standart Chartered UK. Di jelaskan tentang gizi yang diperlukan tubuh dari masa balita, remaja, dewasa sampai lansia. Disambung dengan sistem metabolisme tubuh dan teori seputar lemak. Yang tidak kalah menariknya adalah saat penjelasan tentang 12 jenis makanan yang dikonsumsi Rosululloh SAW yang ternyata kedua belas makanan tersebut semuanya sangat bermanfaat bagi tubuh dari berbagai segi yaitu antioksidan, sumber energi, mencegah hipertensi, anti aging dan masih banyak lagi manfaatnya. Subhanallah. Sebenarnya bahan materi cukup lengkap untuk dipresentasikan, tetapi mengingat waktu yang terbatas  sehingga pertanyaan-pertanyaan  dari peserta di tanyakan langsung melalui sms ke Ibu Diana.

Dan puncak acara dari Ladies Day ini adalah Praktek Menghias Nasi Tumpeng yang dipandu langsung oleh Bunda Hamzah,  pemilik chef Hamzah Catering yang kemahiran memasak dan tampilan masakannya sudah tidak diragukan lagi. Beberapa Kedutaan Besar Negara Asean di Kuwait adalah pelanggan rutin Hamzah Catering. Sambil mempraktekkan cara menghias nasi tumpeng ukuran besar diadakan juga lomba menghias nasi tumpeng yang diikuti oleh 8 group dengan beranggotakan 5 orang. Bertemakan “Cinta, Kerja dan Harmoni”, setiap peserta siap berlomba, panitia menyediakan  nasi tumpeng, beragam jenis sayuran untuk menghias beserta alatnya, juga menu pelengkap tumpeng seperti rendang, urap sayur, bihun goreng, perkedel kentang, telur dadar dan ayam goreng. Ternyata setiap kelompok mempunyai kreasi yang berbeda dan tampilan hasil akhir tumpeng semua cantik dan menarik. Dari ke 8 peserta dipilih 3 terbaik dan mendapatkan hadiah yang disediakan. Dan kejutan diberikan oleh peserta yang beranggotakan anak anak berusia 10 – 14 tahun yang ternyata sangat kreatif dan perpaduan hiasan yang bagus sehinga berhak mendapatkan hadiah pertama.

Sebelum ditutup dengan acara makan malam bersama, ada beberapa acara yaitu penyerahan nasi tumpeng special untuk bapak-bapak yang telah banyak membantu terselenggaranya acara ini dan bersedia stand by di luar gedung untuk  menunggu para istri yang sedang mengikuti acara. Juga pemberian piagam ucapan terima kasih kepada para penyaji dan penyerahan piagam secara simbolik kepada semua peserta acara ladies day.
Alhamdulillah, program pertama Bidpuan PIP PKS Kuwait ini berlangsung cukup meriah dan sukses, berkat adanya dukungan semua pihak dan tak kalah pentingnya adala support dari para bapak – bapak dari persiapan tempat, alat dan sound system sebelum acara berlangsung. Jazakmulloh khoiron katsiiroo kepada semua pihak yang telah banyak membatu kelancaran acara ini. InshaAllah akan hadir kembali program kedua yang lebih bermanfaat untuk kita para wanita. (Ummu Ridho)
Lanjut Baca -> LADIES DAY

Islam di Pakistan


0 comments
Pakistan, adalah sebuah negara yang terletak Asia Selatan. Berbatasan langsung dengan India di sebelah Timur, Afghanistan dan Iran di Barat, China di timur laut, sebelah Selatan dengan laut Arab.


Pakistan negara ke-6 yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia dan negara ke-2 yang mempunyai penduduk beragama Islam terbanyak di dunia setelah Indonesia.  Mayoritas penduduk Pakistan adalah Muslim Sunni.

Pakistan sebenarnya bagian  dari  India yang terpecah menjadi  Pakistan Barat dan Pakistan Timur. Mulanya dikenali sebagai Dominion of Pakistan pada 1947. Kemudian diganti menjadi Republik Islam Pakistan pada 1956. Pakistan Timur sekarang dikenali sebagai Bangladesh

Nama Pakistan berarti tanah yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini juga kepanjangan dari nama-nama etnis utama yang terdapat di Pakistan yaitu : Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan Baluchistan.

Penyebaran Islam di Pakistan (sub Title)

Dari cerita sejarah tentang perkembangan Islam di Pakistan, ternyata pengaruh Islam di Pakistan tidak lepas dari pengaruh Islam yang ada India. Dengan banyak kerajaan Islam di India, secara tidak langsung India berperan dalam hadirnya Islam di Pakistan.

Setelah Khulafaroshidin wafat, penyebaran Islam di Pakistan beralih ke Dinasti Umawiyah (661 M), Dinasti Abbasiyah (750 M), dan Dinasti Usmaniyah (1288 M). Pada masa dinasti inilah, penyebaran Islam sampai ke daratan Asia. Terlebih, setelah berdirinya kerajaan Islam Moghul di India (abad ke-13 hingga abad ke-15 M).

Namun, kuatnya arus imperialisme dan kolonialisme Eropa Barat yang merambah wilayah Timur menjadi titik awal kemunduran dunia Islam di Asia. Hal ini juga berpengaruh terhadap perkembangan Islam di Pakistan. Kelemahan pengawasan Dinasti Usmaniayah tehadap wilayahnya menjadi celah bagi bangsa Eropa untuk memulai ekspansi terhadap negara-negara di Asia.

Perkembangan Islam di Pakistan (subtitle)

Lebih dari 200 tahun Islam tertidur hingga akhirnya muncullah pemrakarsa pembentukan negara Pakistan yang telah jenuh bernaung di bawah kekuasaan Hindu. Sayid Ahmad Khan (1817-1898) merupakan salah satu tokoh perkembangan Islam di Pakistan, bercita-cita untuk mengembalikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup.

Pemikiran Sayid Ahmad Khan menjadi sumbu pemicu semangat perjuangan bagi seorang filsuf Muhammad Iqbal (1873-1938). Ia menggunakan Liga Muslim India sebagai media yang menyuarakan pentingnya pengajaran Islam secara kaffah dalam berbagai aspek kehidupan. Tokoh ini menjadi titik awal dalam cerita perkembangan Islam di Pakistan. 

Beliau berpendapat bahwa demokrasi yang ditanamkan oleh kolonial hanyalah bentuk kemenangan sekuler terhadap agama. Dalam pandangan Islam, suatu negara harus berasaskan tauhid, diatur berdasarkan hukum syariat yang ditafsirkan melalui ijtihad, tidak ada jurang pemisah ataupun strata sosial, yang ada hanya keseimbangan antarsemua golongan masyarakat.

Muhammad Ali Jinnah (1876-1948) merealisasikan cita-cita para pendahulunya dengan bertekad bahwa setelah terusirnya kolonial dari Asia Selatan, India harus dibagi berdasarkan perbedaan agama.

Pada 14 Agustus 1947, Inggris menyerahkan kedaulatan bagi Pakistan, Pakistan Timur dan Pakistan Barat. Wilayahnya terpisah oleh India setelah India memperoleh kedaulatan selang sehari pasca kedaulatan Pakistan, 15 Agustus 1947.

Keberhasilan Muhammad Ali Jinnah mendirikan Pakistan mengantarkannya menjadi presiden pertama Republik Islam Pakistan sehingga mendapat julukan Qoid al-Azam (pemimpin besar). Beliau pun menjadikan Islam sebagai landasan negaranya. Meskipun demikian, perjalanan Islam di Pakistan tidak semulus yang diharapkan.

Hingga saat ini, pergolakan ranah politik di Pakistan bergulir dari satu pimpinan ke pimpinan yang lain dengan ambisinya masing-masing. Islam pun hanya dijadikan alat politik, bukan pedoman.

Sekulerisme kembali mencuat pada 1959. Meskipun sejak saat itu paham demokrasi mulai diterapkan, beberapa pergantian pemimpin Pakistan belum membuahkan hasil yang signifikan. Bukan karena kesalahan aturan Islam yang diterapkan di negeri tersebut, melainkan politik yang mereka terapkan tidak relevan dengan Al Quran dan Al Hadist. Hal-hal seperti ini menjadi "saksi bisu" dalam perkembangan Islam di Pakistan.

Namun Citra Pakistan sebagai Negara Islami masih terlihat dari sisi Pendidikan, banyaknya Hafiz Quran berasal dari Pakistan. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh system pendidikan Pakistan, dimana pendidikan modern berdampingan dengan pendidikan agama, terutama di madrasah-madrasah dan masjid-masjid yang merupakan swasembada dari masyarakat yang masih peduli dengan penerapan Islam dan semangat untuk mengembalikan Kejayaan Islam. 

Hampir seluruh masjid di Pakistan  menyelenggakan pendidikan informal program Tahfiz Quran untuk anak-anak, dan hampir setiap anak di Pakistan mengikuti program 2 tahun untuk menyelesaikan Tahfiz Quran, dan setelah selesai mereka akan langsung ke jenjang kelas yang lebih tinggi,  masuk kelas 8 atau 9 di sekolah formal.

Madrasah  adalah penyelenggara  tahfiz Quran yang lebih terstruktur, jenjang kurikulum madrasah Pakistan rata-rata ditempuh dalam waktu 8 tahun, yang dimulai dengan bagaimana cara membaca Al Qur’an secara benar dan baik dengan cara melihat ataupun dengan hafalan, kemudian diteruskan dengan mempelajari buku-buku agama seperti hadist, tafsir dan lain-lain.

Di madrasah dipelajari silsilah keilmuan sampai kepada pengarangnya, misalnya belajar hadist, ini riwatnya bisa sampai kepada Rasulullah. Madrasah di Pakistan juga menyediakan biaya hidup  secara gratis, sehingga mereka tidak lagi disibukkan dengan urusan perut, tapi bisa konsentrasi secara penuh hanya untuk menuntut  ilmu.

Keungan madrasah  disokong dari bantuan swadaya masyarakat orang-orang kaya yang sadar tentang misi agama Islam dengan mendermakan sebagian hartanya di jalan Allah dan tidak menggantungkan sama sekali dengan pemerintah alias independent. 

Di dalam madrasah ada doktrin yang sangat kuat untuk mengembalikan kembali kejayaan Islam yang saat ini sedang terpuruk. Oleh karenanya, madrasah–madrasah mengobarkan tiga komponen atau pilar yang harus dipenuhi jika umat Islam mau mendapatkan kembali kejayaannya. 

Pertama: Dirikan madrasah-madrasah tahfiz untuk menjaga nafas al-Qur’an secara benar sesuai dengan ilmu tajwidnya.
Kedua : Dirikan lembaga-lembaga kajian tentang al-Qur’an dan Hadist demi untuk menjaga kemurnian makna keduanya. Mereka memberikan wadahnya dalam sebuah lembaga daurah yang ditempuh dalam 2-3 tahun. Setelah lulus dari daurah ini diharapkan dari mereka mau turun ke lapangan dengan mendakwahkan ilmu-ilmu yang telah mereka timba Ketiga : Kobarkan semangat dakwah, yakni menyebarkan dakwah agama secara langsung ke lapangan dengan menemui umat untuk menjaga amal (perintah) al-Qur’an dan Hadist.


Demikian sekilas perkembangan Islam di Pakistan dan banyaknya Tahfiz Quran berasal dari Pakistan.  Sungguh jika agama Islam diimplementasikan secara kaffah dan syumuliaah (sempurna dan menyeluruh) di Pakistan, tidak menutup kemungkinan akan tecipta baldatun thoyyibatun, negeri yang tentram, aman, dan makmur.(Noor Amin)
Lanjut Baca -> Islam di Pakistan

BUAH SUKUN YANG BERMANFAAT


0 comments
Sukun adalah tanaman yang termasuk didalam kelas Magnoliopsida (berkeping dua/Dikotil),dan termasuk dalam famili Moraceae (suku Nangka-nangkaan). Pohon, daun dan bunga mirip kluwih. Buah bundar atau agar bundar panjang, kulit mempunyai tonjolan seperti duri lunak, daging kuning pucat atau keputihan, aroma sedap, tidak berbiji. Setek, sambung
Banyak olahan makanan yang terbuat dari buah sukun ini. Gorengan misalnya, gorengan dari buah sukun ini ternyata juga digemari oleh masyarakat. Sebab dengan cita rasa gurih dan lunak seperti roti ternyata dijual belikan di pasaran. Tak hanya itu saja, bagian dari pohon sukun masih ada lagi yaitu daunnya,dimana  daun tersebut dapat di gunakan sebagai obat tradisional. 

Sukun sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tanamannya juga tersebar di seluruh nusantara. Sukun secara tradisional juga telah dimanfaatkan dalam kehidupan. Walau nampaknya sederhana, ternyata menyimpan jutaan manfaat tanaman sukun.
Manfaat sukun tersebar secara lengkap mulai dari buah sukun yang lezat seperti roti, daun sukun yang berkhasiat obat, dan batang sukun selain untuk bahan bangunan juga menyimpat zat aktif untuk kesehatan.
Manfaat daun sukun
Khasiat daun sukun sangat efektif dapat mengobati macam-macam penyakit seperti penyakit liver, hepatitis, sakit gigi, gatal-gatal, pembengkakan limpa, jantung , obat tradisional asam urat dan ginjal.
Daun sukun sangat baik untuk kesehatan karena mengandung zat-zat berkhasiat seperti: Asam Hidrosianat, Aseticolin, tannin, riboflavin dll. Zat yang dapat mengatasi peradangan secara effektif. Daun sukun secara empiris dapat menyembuhkan ginjal yang sakit. Menurut penelitian daun sukun juga bisa bermanfaat untuk proses penyembuhan penyakit kardiovaskular.
Manfaat Daun Sukun :
1. Daun Sukun Membuat Ginjal Sehat
Daun sukun juga bisa dijadikan alternative untuk menyembuhkan ginjal yang sakit. Dengan cara yang sangat mudah dan bisa diiringi dengan disiplin dalam mengkonsumsinya. Dengan rebusan air daun sukun secara rutin dan teratur dapat menyembuhkan ginjal yang sakit dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Daun Sukun Dapat Mengobati Penyakit Jantung
Daun Sukun juga dapat mengobati penyakit jantung. Karena daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung. Cara mendapat manfaat daun sukun dengan memanfaatkan 1 lembar daun sukun yang sudah tua yang masih berada di pohon. Daun sukun yang sudah tua memiliki kadar kimia yang maksimal.
3. Daun Sukun Dapat Menurunkan Kolesterol
Selain untuk menjaga kesehatan ginjal dan jantung. Daun sukun juga dapat menurunkan kolestrol.
4. Dapat Mencegah Kanker
Selain dapat melindungi jantung. Daun sukun juga dapat mencegah inflamasi atau mencegah peradangan. Dan daun sukun juga dapat disebut juga sebagai antiinflamasi.
5. Dapat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes
Daun sukun yang telah berwarna kuning dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan gula darah. Karena daun sukun mengandung phenol, quercetin dan champorol dan juga dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat penyembuh kulit yang bengkak atau gatal.
Manfaat Buah sukun
Buah sukun mengandung karbohidrat yang tinggi ( bahan makanan ),dan kandungan gizi pada buahnya juga tinggi. Seperti kandungan asam amino esensial ( isoleusin, methionin, lysine, Histidine, Tryptophan, valin ) kandungan mineral tersebut dapat digunakan untuk sistem pencernaan, memperkuat gigi dan tulang, penyakit ginjal, yang mengalami sakit liver dan diabetes.
manfaat sukun

Buah sukun mengandung banyak manfaat.  Kandungan serat yang ada pada buah sukun mencapai berkali-kali lipat dari serat yang terkandung dalam beras. Dengan kandungan serat yang ada pada buah sukun dapat membantu alat pencernaan dalam tubuh terutama pada proses pencernaan. Buah sukun juga bisa untuk orang yang mengalami sakit diabetes karena dapat menurunkan gula darah. Buah sukun mengandung niasin, vitamin C, riboflavin, karbohidrat, kalium, thiamin, natrium, kalsium, dan besi. Pada kulit kayunya ditemukan senyawa turunan flavanoid yang terprenilasi, yaitu artonol B dan sikloartobilosanton.

Manfaat Kulit Sukun
Batang dan kulit sukun juga memiliki khasiat untuk obat mencairkan darah untuk wanita yang baru selesai melahirkan sekitar 8 sampai 10 hari.
Manfaat Bunga Sukun
Bunga sukun yang dibakar kemudian menjadi arang juga dapat di gunakan sebagai obat untuk sakit gigi.
Catatan :
Selama meminum ramuan daun sukun, hindari makan sayur bayam, daun singkong dan kangkung serta jeroan atau daging merah, karena dapat meningkatkan kekentalan darah yang membuat otot menjadi kram.

Demikian sekilas tentang buah sukun dan manfaatnya semoga dapat berguna didalam kehidupan kita sehari-hari.
Lanjut Baca -> BUAH SUKUN YANG BERMANFAAT

Tarzan Bakala


0 comments
Soal bahasa, di Kuwait tidak kalah banyaknya dengan di Indonesia. Di daerah tertentu seperti Mahboula, kita akan lebih mudah mencari orang yang berbahasa Hindi, Tamil atau Urdu karena ditempat tersebut banyak sekali expatriate dari India dan juga Pakistan. Di Haiza - Fahaheel, sebuah apartment yang cukup terkenal dikalangan orang orang Indonesia pekerja MIGAS, terutama karyawan Perusahaan Minyak Cap Manuk, bisa dikatakan Haris (Penjaga Apartment)nya saja bisa bahasa Indonesia karena saking banyaknya warga negara Indonesia yang tinggal di apartment tersebut. Belum lagi kelompok Philipine yang selalu berbahasa Tagalog. Koran lokal Kuwait saja membuat halaman khusus berita berbahasa Tagalog setiap hari tertentu.


Untungnya, kebanyakan orang yang datang ke Kuwait memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup bagus. Ditunjang pula oleh penduduk asli Kuwait yang memang dari kecil sudah terbiasa berbicara dua bahasa, Inggris dan Arab. Jadi secara umum tidak ada masalah berarti untuk hidup dan tinggal di Kuwait. Tetapi ada juga sebagian kecil pendatang dari Bangladesh dan juga negara Arab sekitarnya yang memang benar-benar tidak mengerti sama sekali bahasa Inggris. Umumnya mereka pekerja kasar di pasar-pasar atau warung makan dan bakala (warung serba ada kebutuhan sehari-hari).

Hampir tiap hari saya ketemu mereka terutama kalau harus berkunjung ke apartment kawan, belanja di pasar (Souk) atau sekedar beli kebutuhan sehari hari yang mendadak di bakala. Kalau dengan suami, biasanya suami yang susah payah berbahasa Tarzan. Contohnya seminggu lalu, kita mencoba pesan Mutton Biryani disebuah warung makan kecil, tetapi si pegawai rumah makan baru pertama kali dengar istilah 'Mutton' meskipun di menu makanan yang disodorkan jelas jelas tertulis 'Mutton Biryani'. Ternyata si pegawai buta huruf latin. Solusinya cukup sederhana, sambil menunjuk menu makanan sekaligus meniruka suara kambing, Mbeeeeek...... Mbeeeeek !!!!!!. Langsung tersaji Mutton Biryani di meja.

Suatu saat saya kehabisan telur, anak anak sedang sekolah dan suami sedang ngantor, maka segara diambil langkah darurat, berangkat ke bakala segera sendiri. Mobil VW Merah yang baru saja saya parkir sepulang mengantar anak anak sekolah segera saya kebut kembali ke bakala terdekat. Seperti kebiasaan orang orang di Kuwait, kalau belanja di bakala tidak perlu keluar dari mobil, cukup bunyikan klakson keras-keras beberapa kali Diiiin ...... Diiiinn ....., maka keluarlah seorang pegawai penjual dari dalam bakala.


Susah payah saya mengucapkan 'Egg' berkali kali dan menjelaskan ke orang tersebut mengenai maksud dan tujuan saya ke bakala. Segala isyarat saya coba untuk mengungkapkan maksud saya 'beli telor dua papan' menggunakan bahasa isyarat yang rasanya sampai saat ini tangan saya masih 'kemeng' karena 'mbulet' saya putar putar dan bolak
-balik untuk membuat isyarat 'beli telor dua papan'. Akhirnya teringat apa yang dilakukan suami ketika pesan Mutton Biryani. Langsung saja saya menirukan suara ayam betina akan bertelor 'Petoook ... Petoook...!!!' sambil tangan memperagakan sesuatu keluar dari belakang . Untung si penjaga toko cukup cerdas dan ngerti yang saya maksud. Padahal, saya sudah siap-siap, kalau sampai nggak ngerti juga maka saya akan keluar dari mobil dan memperagakan cara ayam bertelor ('Angkrem'). ( http://ardisfamily.blogspot.com)
Lanjut Baca -> Tarzan Bakala

Doa Agar Terlepas dari Hutang


0 comments

Lanjut Baca -> Doa Agar Terlepas dari Hutang

KUNCI SUKSES WANITA


2 comments
Hidup adalah perjuangan untuk memperoleh kesuksesan, sukses secara vertikal dalam hubungannya dengan ketaatan dan kedekatan pada yang Maha Mencipta, sehingga dalam setiap detik dan langkah di kehidupannya selalu bersandar pada aturan-aturan yang sudah digariskan dalam Alquran dan sunah Rasulnya, pun sukses secara horizontal, seperti dalam hubungannya dengan sesama manusia didunia, sukses dalam karier, dalam study, dalam hubungan sosial serta dalam membina rumah tangga. Menjadi sukses adalah impian semua insan, karena sukses dipandang sebagai suatu bentuk keberhasilan dari suatu kerja keras yang diusahakannya, sukses seolah menjadi puncak dalam kehidupan untuk kemudian dapat dengan mudah memperoleh apa-apa yang diinginkan, kemudahan dalam hal apa saja, tentu dengan catatan mendapatkannya dengan jalan yang benar. Namun sukses tidak bisa dipandang hanya dari satu sisi saja, ada beragam penilaian atau sudut pandang sosial secara umum, dilihat dari banyak hal.

 

Sehat secara fisik dan mental, kaya dan berkecukupan, sholeh atau sholehah, 
berpendidikan, memiliki keluarga yang harmonis, anak-anak yang baik Ahlaqnya, dermawan, demikianlah kira-kira kriteria sukses yang ideal. Sebagai seorang wanita, ia mempunyai banyak sekali hal yang istimewa,  mempunyai nilai tambah dalam fungsi dan perannya, apalagI bila ia seorang ibu rumah tangga yang berkarier diluar rumah.Sebagai seorang istri dan ibu, tentunya kita harus memiliki pengetahuan yang cukup luas sehingga dapat menjadi teman yang sejalan dalam beribadah dan teman diskusi yang selalu up to date, nyambung dan nyaman untuk diajak berdiskusi oleh suami atau anak-anak tentang banyak hal, oleh karenanya sebagai seorang wanita selain mengatur kesibukan dalam rumah tangga dirinyapun harus mampu membagi waktunya untuk secara dinamis memperluas perkembangan diri sendiri. Adapun point-point yang perlu digali didalam diri kita sebagai wanita untuk bisa memperoleh sukses adalah sebagai berikut :

1.     Menggali potensi diri.
Kenali bidang apa saja yang kita senangi dalam kehidupan sehari-hari, dalam arti dimana kita bisa melakukan sesuatu dengan sangat senang, mengerjakannya tanpa perintah dan tanpa pamrih, justru kita merasa bahagia saat sedang menggelutinya, misalnya seorang yang senang memasak, membuat berbagai macam makanan kecil, cake atau masakan berat lainnya, sehingga ia tidak merasa lelah meski harus berjam-jam berada didapur tapi justru ia merasa puas dan bahagia bila hasil masakannya diminati oleh banyak orang, misalnya dengan menawarkannya pada jejaring sosial yang terkadang jangkauannya cukup luas dan menjadi ajang promosi yag sangat bagus, atau seorang penulis yang tidak mengenal waktu bila sedang menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Seorang yang rajin bercocok tanam pun misalnya dapat menjadikan hobbynya itu sebagai pekerjaan sambilan yang bisa memberi penghasilan. Semua hal tersebut diatas adalah suatu potensi yang tidak jarang dimiliki oleh banyak ibu rumah tangga yang terkadang kemampuan itu tidak ia sadari, dan semua hal itu bisa mendatangkan kesuksesan bila kita serius mendalaminya,  bisa mendatangkan penghasilan ektra, menambah income keluarga sekaligus menggali dan mengeksplore potensi diri agar lebih trampil lagi sehingga bisa  menciptakan bisnis pribadi.

2.     Membuat target secara bertahap.
Kalau pada mulanya seorang yang ahli memasak hanya menyajikan masakan hasil karyanya pada anggota keluarga terdekat saja, maka mulailah melangkah ke luar anggota rumah seperti mengenalkannya pada tetangga saat sedang ada suatu acara kumpul bersama, saat ada kesempatan untuk menjamu mereka, atau dapat pula menginformasikan pada teman teman terdekat bahwa anda bersedia untuk menerima pesanan makanan, jangan lupa untuk menawarkannya dengan harga yang relatif terjangkau pada awal promosi anda. Juga seorang yang pandai menulis tadi bisa mulai mengirimkan hasil-hasil tulisannya pada beberapa majalah lokal atau manfaatkan bila ada kesempatan untuk mengapresiasikannya saat sedang share atau bercerita di dunia maya seperti yang sedang marak saat ini, membacakan hasil karyanya pada suatu kesempatan forum kecil dalam hubungan sosial. Bila banyak orang menjadi tertarik dengan hasil karya anda maka perdalamlah ilmu tersebut, dan maksimalkan kemampuan anda.

3. Berlatih untuk terus mengembangkannya.
Kembangkan terus kemampuan anda dengan jalan selalu produktif dalam menghasilkan suatu karya tadi, lakukan berbagai kreasi dan percobaan dan evaluasi hasilnya, jangan takut gagal, dan jangan berhenti bila gagal. Ketakutan dan keraguan sesungguhnya hanya akin menjadi penghambat nomor satu dalam perjalanan karier sukses anda. Perbanyak dan perdalam lagi ilmunya bila anda merasa belum berhasil.  Perbanyak lagi membaca, melihat dan mempraktekkan, sehingga pengetahuan anda akin terus bertambah, sebuah kesuksesan harus melalui proses, selalu berani menerima tantangan dan menaklukannya, inilah awal pintu sukses anda, jangan takut untuk bercita-cita tinggi, karena mimpi atau angan -angan yang positif akan melahirkan energi positif dalam tindak dan prilaku anda sehari-hari.

4. Cari lingkungan yang mendukung potensi tersebut.
Seorang penulis, untuk bisa menjadi profesional tentu ia membutuhkan banyak pelatihan-pelatihan, baik itu dengan melatih kemampuannya menulis untuk pribadi maupun untuk dipublikasikan, menghadiri seminar-seminar yang menunjang. Juga seorang yang hobby memasak, dia dapat terus meningkatkan kreasinya dengan mengikuti kursus-kursus membuat kue atau makanan dari ahlinya, berteman dengan teman-teman yang seide sehingga dapat saling mengisi dan berbagi ilmu. Lingkungan ini memiliki peran yang cukup berpengaruh dalam menentukan kualitas sukses anda, berada ditengah-tengah orang yang mendukung, menyemangati dan terus memacu anda untuk berkarya.

5. Evaluasi lagi pengaturan waktu anda dalam berkarya.
Kriteria yang bisa menjadi tolak ukur bahwa karya yang anda hasilkan memang membawa dampak baik bagi keluarga dan keuangan anda, coba perhatikan apakah penggunaan waktu untuk melakukan hobby atau kesenangan itu semua begitu menyita kewajiban pribadi anda didalam rumah misalnya? Setidaknya ada dua hal yang bisa kita pantau:

Pertama buatlah daftar tugas itu secara penuh dalam seminggu, lalu beri tanda pekerjaan apa yang dapat diselesaikan dengan hasil yang kemajuannya sukses sesuai harapan.

Kedua kaji kembali hal-hal apa yang membutuhkan waktu ekstra dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hindari juga moody dalam bekerja, dalam arti bila anda senang anda akan mengerjakannya tetapi bila hati sedang keruh andapun malas mengerjakannya, hal demikian dapat mengganggu keteraturan kerja, karena sebenarnya bila ingin sukses maka andapun harus disiplin dalam mengatur waktu.

Dengan evaluasi yang demikian anda akan mengetahui apakah tugas utama anda didalam rumah terselesaikan dengan baik, terbengkalai atau justru memaksa anda untuk bekerja tanpa jam istirahat atau lembur, mengurangi waktu kebersamaan anda bersama keluarga, dan bila hal ini sudah terjadi tentu anda harus perbaiki dan pikirkan lagi semua tugas-tugas ekstra tersebut berdasarkan skala prioritas. Karena berhasil tidaknya kita menyelesaikan pekerjaan pada waktu yang tepat dan cepat dapat meningkatkan kualitas diri kita, dan ini merupakan modal untuk mencapai karier yang cemerlang, sukses berbisnis dan sukses dalam rumah tangga. (ummu Rafi)
Lanjut Baca -> KUNCI SUKSES WANITA

HUTANG, BERHATI-HATILAH!


3 comments

"Cara Mudah Dapat Hutang, hub: xxxxxxxx", "Dapatkan Hutang Kontan 100 Kalilipat Gaji" dan iklan yang sejenisnya mungkin pernah atau bahkan sering kita lihat di jalan-jalan. Berhutang pada masa sekarang yang dipermudah caranya, khususnya oleh institusi keuangan semacam bank dan lembaga finansial yang lainnya. Mereka dengan gencar mengajak konsumen dan menawari dengan tanpa jemu kepada kita untuk berhutang. Bagaimanakah Islam memandang hutang, dan apakah adab-adab yang seharusnya seorang muslim jaga di kala dalam kondisi terpaksa harus berhutang?.

Perkara hutang piutang dalam agama Islam merupakan perkara yang sangat penting dan sangat diperhatikan dalam Islam. Hutang piutang merupakan salah satu bab Muamalat dalam fiqih Islam, yang disebut "Al Qordlu". Secara bahasa ia berarti Al-Qath’u yang berarti memotong. Maksudnya si pemilik harta memotong hartanya. Secara istilah ia adalah "menyerahkan harta (uang) sebagai bentuk kasih sayang kepada siapa saja yang akan memanfaatkannya dan dia akan mengembalikannya (pada suatu saat) sesuai dengan padanannya".

Berlindung Dari Hutang
"Membicarakan tentang hal hutang ini ada riwayat dari bunda Aisyah Rha yang diabadikan dalam shohih Bukhori Muslim. "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari azab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari hal-hal yang menyebabkan dosa dan dari berhutang", begitulah bunyi doa Rasulullah yang selalu diucapkan dalam sholatnya. Hingga salah seorang sahabat berkata: "Betapa sering engkau berlindung dari berhutang?". Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya seseorang yang (biasa) berhutang, jika dia berbicara maka dia berdusta, jika dia berjanji maka dia mengingkarinya”.
Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah hutang, dan tidak boleh disepelekan. Bahkan, gara-gara hutang, seseorang yang meninggal pada masa Rasulullah hampir saja tidak disholati oleh beliau ketika diketahui bahwa si mayyit mempunyai hutang. Bukhori meriwayatkan bahwa suatu ketika ada satu jenazah dihadapkan pada Rasulullah untuk dishalati, beliau bertanya adakah hutang atasnya?. Setelah beliau tahu bahwa ia bebas dari hutang, beliau menshalatinya. Lalu dihadapkan padanya jenazah yang lain, dan beliau bertanya kembali tentang hutang. Ketika dijawab bahwa si jenazah memilik hutang, maka Rasulullah berkata: "Shalatilah saudaramu ini". Abu Qatadah berkata: "Aku yang menanggung hutang tersebut". Dan Rasulullah  pun menyolatinya. Dari sinipun Islam mengajari bagi ahli waris untuk menyelesaikan hutang-hutang si mayyit jika ada, warisan belum boleh dibagi lebih dulu hingga urusan hutang diselesaikan lebih dahulu.
Bahkan lebih jauh lagi, Rasulullah mengajari doa kepada seorang sahabat yang sedang terlilit hutang. Ialah Abu Umamah yang sedang gelisah nan teramat sangat, kebingungan sedang ia hadapi karena hutang yang belum dapat ia bayar juga. Ia terlihat sedang termenung di masjid pada suatu hari karena memikirkan hutangnya. Rasulullah yang melihatnya langsung mengajarinya sebuah doa untuk dibaca pagi dan sore. Yaitu doa: , "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR Abu Dawud).

Hutang Boleh-Boleh Saja, Tapi….
Dari hadits-hadits yang telah dicantumkan di atas, tiada satupun yang melarang seseorang untuk berhutang. Dan bahwasanya hutang memang diperbolehkan. Bukankah Rasulullah juga pernah berhutang, dan juga di akhir hayat beliau masih memiliki hutang kepada seorang Yahudi, dan hutang beliau dibayarkan dengan baju besi yang digadaikan kepada orang tersebut, sebagaimana yang diriwayatkan ibunda Aisyah.
Hukum awal hutang ini bisa berubah sesuai kondisi yang ada atau tergantung kepada maksud dari hutang ini. Misalnya jika ada orang yang kondisi terpaksa berhutang, dan pemberi hutang orang yang kaya, maka wajib baginya untuk memberikan hutang padanya. Jika si pemberi hutang tahu, atau dalam perkiraannya dia akan memakai hutang tersebut  pada kemaksiatan atau keharaman maka haram baginya untuk memberikan hutang padanya. Jika misalnya seorang yang berhutang ingin menambah modal buat bisnisnya maka hal ini mubah.
Mengingat begitu pentingnya masalah hutang, maka Islam memberikan rambu-rambu ataupun adab jika memang dalam kondisi membutuhkan untuk berhutang. Rambu-rambu yang mengatur keberlangsungan hutang hingga kembali lagi ke pemiliknya pada waktu yang telah disepakati. Rambu-rambu ini tentu berbeda antara yang berhutang dan yang dihutangi.
Bagi yang berhutang, apakah saja adab dan rambu-rambu yang sangat dianjurkan untuk dijaga?. Di antaranya ialah:
1.     Hendaklah ditulis atau dipersaksikan jika berhutang. Hal ini tentu untuk menjaga hak ataupun harta orang yang dihutangi. Dalam Surat Al Baqarah: 282, Allah memerintahkan hal ini. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tidak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil, dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya…". Selain untuk menjaga hak, Allah menjelaskan dalam lanjutan ayat tersebut dengan firmanNya yang berarti: "..Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu…"
2.       Memberikan jaminan ketika berhutang. Jaminan ini dapat berupa harta yang menjadi simpanannya, ataupun berupa barang. Dapat juga berupa piutang yang ia miliki dan menjadi tanggungan orang lain. "Jika kamu dalam perjalanan [dan bermu’amalah tidak secara tunai] sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang [oleh yang berpiutang]". (QS. Al Baqarah: 283).
3.       Membalas dengan kebaikan. Seorang yang telah berhutang kepada orang lain dianjurkan untuk membalas kebaikan orang yang memberikan hutang kepadanya. Tentunya kebaikan ini tidak di awal akad, dan tidak merupakan syarat. Karena jika ia di awal atau menjadi syarat maka hal ini akan jatuh pada praktik riba yang diharamkan. , “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian”, begitulah sabda Nabi yang terabadikan dalam shohih Bukhori ketika beliau suatu ketika mempunyai hutang kepada seseorang (yaitu) seekor unta dengan usia tertentu.orang itupun datang menagihnya. (Maka) beliaupun berkata, “Berikan kepadanya” kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Nabi (pun) berkata : “Berikan kepadanya”, Dia pun menjawab, “Engkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas dengan setimpal”.
4.       Berniat yang baik ketika berhutang, dan berniat untuk membayar hutang dengan segera. Niat yang baik inilah yang dengannya Allah akan membantu seseorang untuk memudahkan dalam pembayaran hutang. Perhatikan hadits berikut, yang diriwayatkan oleh Bukhori: "Barangsiapa yang mengambil harta orang (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya”. Niat yang tidak baik ketika berhutang juga tidak dibolehkan dan merupakan sebuah kedzoliman, niat yang tidak baik misalnya niat berhutang karena untuk berfoya-foya.
5.       Tidak menunda-nunda pembayaran hutang jika sudah mampu. Inipun merupakan sebuah kedholiman dan berdosa, sesuai dengan hadits "Menunda-nunda hutang bagi yang mampu adalah kedholiman". (HR. Bukhori). Bahkan membayar hutang ini dalam sebuah riwayat Baihaqi lebih didahulukan daripada untuk membayar haji. Tersebutlah seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah: "Saya punya hutang, dan saya juga berkewajiban untuk haji". Rasulullah menjawab: "Bayarlah hutangmu".
6.       Jika terjadi keterlambatan dari waktu yang disepakati, maka hendaklah ia memberitahukan kepada yang dihutangi. Tidak sepatutnya ia malah lari, atau malah tidak memberi kabar. Memberi kabar ini termasuk memenuhi hak si pemberi hutang.
7.       Menjadikan hutang sebagai solusi akhir. Tidak berhutang kecuali dalam hal yang benar penting dan membutuhkan.
Adapun bagi pemberi hutang, maka hendaklah ia menjadikan hal ini sebagai ibadah yang berpahala, dimana ia memberi pertolongan kepada saudaranya. Dan barangsiapa yang memberi pertolongan saudaranya di dunia, niscaya Allah akan memberikan pertolongan padanya pada hari qiyamat kelak. Memberikan hutang merupakan suatu amalan mulia dan berpahala. Dari Ibnu mas’ud bahwa Rasulullah bersabda: tiada seorang muslim yang memberikan hutang kepada saudara muslim lainnya  dua kecuali, kecuali baginya pahala shodaqah satu kali. (HR.Ibnu Majah).  Bahkan diriwayatkan, bahwa Abu Darda’ berkata: dua dinar yang aku hutangkan lalu dikembalikan keduanya kepadaku lebih baik daripada aku bersodaqah keduanya. Barangkali karena hal ini akan memberikan manfaat berlipat-lipat, karena uang yang ia hutangkan ketika kembali kepadanya ia dapat memberikan pinjaman ke orang lain lagi, begitupun seterusnya, atau ia dapat me-NOL- kan hutangnya atas si peminjam, yang berarti berpahala plus. Pahala memberikan pinjaman/hutang dan pahala shodaqah.

Seperti halnya Islam menetapkan adab-adab bagi orang yang ingin berhutang, maka di sana ada adab-adab yang seyogyanya dijaga oleh orang yang memberikan pinjaman. Diantaranya yaitu:

1.       Berniat ibadah dan menolong saudara ketika ia memberikan pinjamkan. Menghadirkan pahala-pahala menolong di hatinya, hingga apa yang ia lakukan menjadi sebuah amalan yang sholih dan berbuah pahala di akhirat kelak.
2.       Memberikan keringanan dalam pembayaran kepada orang yang berhutang. Misalnya, membolehkannya untuk membayar kredit dalam waktu tertentu. Hal ini tentunya akan dirasa ringan oleh orang yang berhutang, dan tidak terasa berat. Dapat juga meringankannya dengan mengurangi jumlah hutang, yang tadinya si fulan berhutang padanya 100.000 misalnya, maka ia menguranginya menjadi 90.000.
3.       Hutang yang ia berikan kepada saudaranya tidak boleh mendatangkan manfaat pada permulaan akad. Karena hal ini dapat jatuh pada lingkaran riba. Terdapat kaidah fiqih yang artinya: “Bahwa setiap pinjaman yang mendatangkan manfaat maka itu riba, jika pinjaman itu bersyarat”. Manfaat disini konteksnya luas, dapat berupa uang, seseorang yang meminjamkan 1000 kepada saudaranya, ia memberikan syarat supaya dikembalikan 1500 misalnya. Dan ini dicantumkan di awal akad.  Nah, manfaat ini tidak hanya sebatas uang saja, tetapi lebih dari itu. Misalnya, karena ia telah meminjamkan uang pada si A misalnya, maka ia memberikan syarat supaya menempati rumah si A tanpa uang sewa, memakai kendaraan si A dengan seenaknya sendiri, karena ia merasa telah berbuat jasa kepada si A. Hal ini tidak boleh, karena termasuk bagian dari riba,  selain ia bertolak belakang pada tujuan memberikan hutang itu sendiri, dimana tujuan awal yaitu membantu dan mengasihi orang yang membutuhkan hutang. Tetapi dengan adanya manfaat ini malah justru yang terjadi bukan membantu tetapi menindas dan mendholimi orang yang lemah, na’udzubillah. Tetapi jika manfaat ini diberikan oleh yang berhutang setelah selesainya pembayaran dan tanpa syarat, maka ini boleh bagi pemberi hutang untuk menerimanya. Hadiah juga masuk dalam konteks manfaat. Adapun jika hadiah diberikan sebelum selesainya pembayaran hutang, maka tidak dibolehkan si pemberi hutang untuk mengambilnya kecuali jika hadiah tersebut termasuk dalam bagian pembayaran.
4.       Memberikan keringanan  dalam hal jatuh tempo. Jika seseorang memberikan pinjaman kepada si A, dan dalam akad tertulis bahwa si A akan membayarnya setelah satu tahun lagi  misalnya. Dan ketika datang waktu yang dijanjikan, tetapi ternyata si A belum mempunyai harta untuk membayarnya, maka bagi si peminjam seyogyanya memberikan keringanan dengan memberikan tempo atau kesempatan berikutnya untuk membayar. Terdapat fadhilah ukhrawi bagi mereka yang berbuat seperti ini. Perhatikan hadits riwayat Bukhori berikut ini: Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Suatu hari ada seseorang meninggal. Dikatakan kepadanya (mayit di akhirat nanti). Apa yang engkau perbuat? Dia menjawab: "Aku melakukan transaksi, lalu aku menerima ala kadarnya bagi yang mampu membayar (hutang) dan meringankan bagi orang yang dalam kesulitan. Maka dia diampuni (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala)".
5.       Selain ada di atas, menghalalkan hutang, juga merupakan akhlaq yang mulia yang dilakukan oleh generasi salafus sholih. Diriwayatkan bahwa Thalhah berhutang kepada Utsman sebanyak lima puluh ribu dirham. Lalu dia keluar menuju masjid dan bertemu dengan Utsman. Thalhah berkata, “Uangmu telah cukup, maka ambillah!”. Namun Utsman menjawab : “Dia untukmu, wahai Abu Muhammad, sebab engkau menjaga muruah (martabat)mu”.

Cerita lain mengisahkan bahwa suatu hari Qais bin Saad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu merasa bahwa saudara-saudaranya terlambat menjenguknya, lalu dikatakan keadannya : “Mereka malu dengan hutangnya kepadamu”, dia (Qais) pun menjawab, “Celakalah harta, dapat menghalangi saudara untuk menjenguk saudaranya!”, Kemudian dia memerintahkan agar mengumumkan : “Barangsiapa yang mempunyai hutang kepada Qais, maka dia telah lunas”. Sore harinya jenjang rumahnya patah, karena banyaknya orang yang menjenguk. 
Subhanallah, begitu banyak keutamaan ataupun pahala dalam memberikan pinjaman kepada orang lain yang membutuhkan. Membantu saudara yang membutuhkan meminjamkan harta, jangan sampai saudara kita yang membutuhkan malah jatuh di di tangan rentenir, yang kerjanya memang mengambil manfaat dari orang yang berhutang kepadanya. Tidak hanya satu, ataupun dua manfaat, bahkan berlipat-lipat keuntungan yang ia peroleh, dan banyak dari mereka yang menjadikan hal ini sebagai mata pencaharian. Tidak perlu susah bekerja, hanya cukup modal uang untuk dihutangkan kepada yang membutuhkan dengan syarat kembali dalam jumlah yang lebih dengan tempo tertentu, ketika datang tempo dan si peminjam belum dapat membayar, maka keuntungan akan bertambah dan begitu seterusnya. Ini adalah perbuatan yang disayangkan dan tidak dibolehkan dalam Islam. Ini merupakan salah satu bentuk riba yang terlarang. Riba yang mana  pelakunya diancam dengan ancaman yang menakutkan.

Allah menyifati pemakan riba sebagaimana ayat : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]” (QS al Baqarah:275).
Tidak hanya itu saja, bahkan Allah dan RasulNya akan memerangi mereka yang tetap memakan riba setelah diharamkan. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang benar benar beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya (QS al Baqarah:278-279).
Banyak sekali hadits-hadits yang mengancam tentang riba ini.

Riba dosanya pun melebihi dari zina. Dari Abdullah bin Hanzhalah, Rasulullah bersabda, “Satu dirham uang riba yang dinikmati seseorang dalam keadaan tahu bahwa itu riba dosanya lebih jelek dari pada berzina 36 kali” [HR Ahmad no 22007, dinilai shahih oleh al Albani di Silsilah Shahihah no 1033].

Lebih dahsyat lagi, Allah melaknat riba melalu sabda rasulNya. Dari Jabir, Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, nasabah riba, juru tulis dan dua saksi transaksi riba. Nabi bersabda, “Mereka itu sama” [HR Muslim no 4177].
Ibnu Abbas berkata, “Orang yang memakan riba itu akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila tercekik”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim [Shahih Tafsir Ibnu Katsir]


Dari ayat dan hadits di atas wajib bagi tiap muslim untuk menjauh dari tiap transaksi yang mengandung riba. Semoga Allah berkenan menjauhkan dari kita riba, dan dari lilitan hutang. Aamin. Wallahu A'lam. 
Lanjut Baca -> HUTANG, BERHATI-HATILAH!
 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com