Hak Hak Manusia Dalam Islam


Sesungguhnya hidup dengan mulia merupakan salah satu hak-hak manusia yang dijamin keberadaannya dalam Islam. Keberadaan hak-hak tersebut menurut kacamata islam adalah merupakan ni'mat yang telah Allah berikan kepada manusia, bukanlah merupakan karunia sebuah masyarakat. Islam juga berpendapat lebih jauh dari itu, yaitu bahwa hak-hak tersebut merupakan hak yang akan dimintai pertanggung jawabannya, baik sebagai seorang pemimpin ataupun yang dipimpin.

Hak-hak manusia dalam agama Islam merupakan hak yang tetap tidak berganti walaupun pergantian waktu ataupun tempat.

Bagi tiap orang diwajibkan melaksanakan hal-hal yang bisa menjamin berlangsungnya hak tersebut. Maka untuk menjamin hak hidup, Islam melarang bunuh diri sendiri, baik dengan cara bunuh diri ataupun dengan cara meminum obat2an keras yang bisa membunuh diri sendiri.

Hak-hak manusia yang dijamin Islam sangatlah banyak, di antaranya yaitu :
1. hak untuk hidup, hak untuk keselamatan badan, akal, harta dan kehormatan.
Kehidupan merupakan kemuliaan dalam agama Islam, jiwa satu sama dengan jiwa seluruh manusia. Allah berfirman yang artinya: "…sesungguhnya barang siapa yang membunuh satu jiwa maka seakan-akan dia telah membunuh manusia semuanya…" (al Maidah: 32). Islam juga memuliakan manusia baik ia dalam kondisi hidup ataupun mati, maka tidak dibolehkan memotong2 badan manusia meskipun mayit sekalipun. Dalam rangka menjamin hak hidup manusia, islam mengharamkan pembunuhan kecuali thd orang2 yang tertentu yang telah diatur oleh agama, menghalalkan makanan haram dalam kondisi keterpaksaan dan darurat, dimana tidak ada makanan lain untuk menyambung hidup kecuali makanan yang haram.
Dalam rangka menjamin hak keselamatan badan, agama islam melarang setiap muslim untuk menyakiti diri sendiri, memerintahkan untuk berobat ketika sakit, berjalan di bumi Allah untuk mencari rizqi.
Dalam rangka menjamin hak keselamatan akal, islam mengharamkan setiap minuman yang memabukkan, memerintahkan untuk belajar dan membaca dengan tanpa batasan maksimal usia, hal ini untuk pengembangan ilmu dan akal.
Dalam rangka untuk menjaga hak keselamatan harta, maka islam mengharamkan mencuri, mengambil harta orang lain tanpa hak. Memerintahkan untuk bekerja dan mencari nafkah, tidak berpangku tangan menanti hujan emas turun dari langit. Bahkan menjadikan seseorang mati syahid ketika ia mati karena membela hartanya yang dirampas orang lain. Dalam rangka menjaga kehormatan, islam melarang perzinaan dan pintu2 yang bisa menuju ke sana ; misalnya berdua2an dengan laki2 asing, bertabarruj, melihat aurat, masuk rumah tanpa ijin pemiliknya, memerintahkan untuk menutup aurat. Islam mengharamkan memfitnah seseorang dg fitnah zina tanpa saksi. Untuk, menjaga kehormatan pula, Islam memerintahkan untuk menikah, dan membolehkan poligami dengan dengan segala syarat dan kosekwensinya, serta menjadikan mati syahid bagi orang yang mati karena membela kehormatannya.
Rasulullah bersabda yang artinya: "barang siapa yang terbunuh karena membela agamanya, maka ia mati syahid, barang siapa yang terbunuh karena membela darahnya maka ia mati syahid, barang siapa yang terbunuh karena membela kehormatan keluarganya maka ia mati syahid" (HR. Abu dawud dan tirimidzi).

2. hak untuk hidup merdeka. Untuk menjamin hak hidup merdeka ini, islam menutup pintu perbudakan kepada selain Allah dengan menjadikan pembebasan budak sebagai salah satu denda, misalnya denda tidak menepati sumpah, denda jima' pada siang bulan ramadhan. Islam juga menjadikan pembebasan budak ini sebuah amalan yang mulia dan berpahala besar. Dalam hadits, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa seorang muslim yang membebaskan budak muslim, maka dengan setiap anggota badan budak yang dimerdekaan, Allah akan memerdedekakan anggota badannya –yang memerdekakan- dari neraka" (HR. Bukhori dan muslim).

3. Hak persamaan derajat di sisi Allah. Allah berfirman yang artinya: "wahai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu semua dari laki-laki dan perempuan, dan kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kalian saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa". (Al Hujurat: 13). Rasul juga bersabda yang artinya: "Tiada kelebihan seorang arab atas seorang non arab, juga tidak ada kelebihan seorang non arab atas orang arab, juga tidak ada kelebihan orang berkulit putih atas kulit hitam, juga tidak ada kelebihan orang berkulit hitam atas kulit putih, kecuali dengan taqwa. Semua manusia dari nabi Adam, dan nabi Adam dari tanah". (HR. Tirmidzi, disahihkan imam albani).

4. Hak untuk saling menopang secara materi dalam hidup bermasyarakat, diantaranya: islam memerintahkan membayar zakat pada harta-harta tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu, hal ini untuk menopang kehidupan orang yang fakir miskin, juga merupakan hak mereka atas harta orang kaya. Islam juga menganjurkan shodaqah yang bersifat sunnah, shodaqah yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, dan menjadikan zakat dan shodaqah menjadi amalan yang sangat mulia dan berpahala. Pun adanya kewajiban zakat fithrah untuk fakir miskin supaya ikut merasakan gembira hari raya, juga menghindarkan mereka dari meminta-minta pada hari yang penuh dengan kegembiraan. Islam juga mewajibkan bagi orang kaya untuk memberi nafkah kepada ibu, bapak, anak-anak, dan saudara yang fakir.


5. Hak untuk saling menopang secara maknawi dalam hidup bermasyarakat. Point ini meliputi banyak hal. Di antara arahan dan anjuran islam yaitu tidak dibolehkan menyembunyikan ilmu yang bermanfaat, memberikan nasehat kepada yang membutuhkan, agama adalah nasehat begitulah sabda rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Bukhori dan Muslim. Islam juga menganjurkan untuk menolong orang yang dholim dan didholimi. Rasulullah bersabda: "Bantulah saudaramu yang dholim –menganiaya- dan saudaramu yang teraniaya". Para shahabat bertanya: "ya Rasulullah, kami menolong yang teraniaya, bagaimana menolong orang yang menganiaya?. Rasul menjawab: "menghalanginya untuk berbuat aniaya". (HR. Bukhori). Menyebarkan salam, menjawab orang yang bersin, mengiri jenazah, memenuhi undangan walimah dan aqiqah, semua juga termasuk dalam point hak untuk saling menopang secara maknawi.

Kesimpulan : bahwasanya, semua hukum yang ada dalam agama Islam untuk menjaga hak-hak manusia itu sendiri. Karena Allahlah yang MahaTahu apa yang dibuthkan hambaNya dalam rangka keberlangsungan hidup mereka agar berjalan dengan baik, hingga mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Wallahu A'lam.

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com