Ibu Mengajari Anak Sholat


Pengasuh:Ustadzah Latifah Munawarah, MA.
Kandidak Doktor, Kuliah Syariah, Universitas Kuwait
Rubrik ini terbuka bagi siapapun yang ingin bertanya seputar Islam. Kirimkan pertanyaan anda ke Redaksi melalui SMS ke no +96567786853, atau email ke : alhusnakuwait@gmail.com, Mohon sertakan nama dan alamat anda
Pertanyaan




Assalamualikum Warahmatullah

Ustadzah, kita nih sebagai ibu, sering kali ketika kita sholat tiba-tiba anak-anak kita (anak laki-laki juga anak perempuan) sering ikutan sholat dengan kita, jadi terkesan kita ini jadi imam bagi mereka, sementara kita perempuan, dan yang saya tahu, kita tidak boleh jadi imam dalam sholat buat kaum laki-laki walaupun anak-anak. Bagaimana solusinya ya ustadzah..

Wassalam
Ummu Rafi


Jawaban
-------------------------------------------------
Waalaikumus salam Warahmatullah wabarakatuh.

Ibu merupakan madrasah utama bagi anak-anaknya, hal ini sesuatu yang telah kita yakini kebenarannya. Yang namanya madrasah, maka ibu ini akan menjadi guru dan pendidik buat anak-anaknya, pendidikan basic, yang dengannya seorang anak diharapkan mampu berdiri dan bertahan dengan basic Islamy ditengah maraknya taqlid buta dengan life style yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Sholat merupakan salah satu hal yang penting ditanamkan sejak kecil,
kita ajari sholat kepada anak-anak kita yang sudah bisa mulai paham ketika diajak bicara. Tentunya sebelum mengajari, kita sebagai ibu harus menjadi contoh dulu untuk menjaga sholat ini, karena keteladanan ini akan berpengaruh lebih dalam sebelum pengajaran itu sendiri.

Dalam kaitannya dengan masalah Imam dalam sholat berjama’ah, seorang Imam diharuskan memenuhi kriteria atau syarat-syarat tertentu di antaranya ia diharuskan seorang laki-laki. Tetapi Jumhurul Ulama dari kalangan Madzhab Hanafi, Syafi’I dan Hambali membolehkan seorang perempuan menjadi imam sholat bagi jama’ah perempuan saja.

Sholat Jama’ah dengan adanya imam dan makmum ini terpenuhi dan akan menjadi sholat jama’ah yang berpahala jama’ah dengan adanya niat dari imam dan makmum, imam berniat ia menjadi imam, dan sebaliknya.

Dalam kasus di atas, jika seorang ibu sholat dengan niat sendirian, lalu anak-anaknya mengikutinya maka sholat ibu tetap sah, karena hal ini tidak dianggap sholat berjama’ah, tidak pula dikatakan bahwa si Ibu ini menjadi imam bagi anak-anaknya yang laki-laki.

Saya sarankan pula bagi para ibu untuk bertambah rajin dalam mengajari anak-anak sholat, khususnya anak laki-laki, supaya nantinya ia bisa menjadi imam dalam sholat kita, walaupun ia belum baligh, karena imam seorang anak yang belum baligh dibolehkan dan sholat akan tetep sah menurut madzhab Syafi’I, berdasarkan Hadits Riwayat Bukhori, bahwa Amru Bin Salamah menjadi imam untuk kaumnya di masa Rasulullah, sedangkan ia berumur 6 atau 7 tahun. Dan ini yang paling afdhol. Di samping bagi para ayah, hendaklah mengajak ke masjid anak-anak laki-laki yang sekiranya tidak membuat olah dan kericuhan.

Wallahu a’alam

1 comments:

bevans mengatakan...

bagaimana jika si anak laki laki sudah berusia 13 tahun(bacaan solat tidak begitu baik) apakah ibu masih boleh jadi imam. atau anaknya yang harus jadi imam?

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com