Perhiasan Terindah


Oleh: Ummu Asiya

الدنيا متاع وخير متاعها المرأة الصالحة
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholihah”. (HR.Muslim).

Dalam Surat Ali Imran ayat 14, Allah berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ (آل عمران : 14)

“Dijadikannya indah pada (pandangan) manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diingininya, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading.  Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Sehingga manusiawi ketika manusia ingin memiliki perhiasan yang indah di dunia ini. Dan manusiawi pula ketika mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Tetapi ada satu yang terlupa, bahwa di antara semua perhiasan yang indah itu disana ada perhiasan terindah yang tidak dapat dibandingkan dengan hal-hal yang indah di dunia ini, tidak di dunia bagian timur ataupun di bagian barat.

Tahukah kamu, wahai para wanita, perhiasan itu ada di dalam diri kita. Perhiasan yang terindah itu adalah Para Istri yang setia bersama suaminya, istri yang menyenangkan bila suami memandangnya.

Wahai Para Istri, maukah kau jadi perhiasan terindah itu ?.Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam telah mensifati istri yang solehah sebagai perhiasan terindah ini dengan beberapa kriteria. Bagaimanakah Kriteria istri yang sholihah menurut Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam?

Beberapa kriteria model istri sehingga menjadi Istri sholehah yang akan menjadikan dunia penuh dengan keindahan, karena memang seorang istri sholehah ibarat perhiasan terindah.

1- Ketaatan kepada suami selama dalam kema’rufan

Ibarat pesawat yang dikemudikan oleh seorang pilot, mungkin ditemani oleh satu atau dua orang asisten pilot.
Pesawat ketika terbang, maka dengan pilot yang memimpinnya, hanya seorang pilot. Pilot lah yang memberikan aturan-uturan untuk diikuti asisten dengan baik. Coba bayangkan bila sang asiten tidak taat pada pilot, berdalih bahwa sang asisten itu tidak dibawah pilot, ia juga mempunyai ijazah seperti halnya pilot, ilmunya juga tidak kalah dengan pilot, maka apa yang akan terjadi dengan pesawat yang sedang terbang di udara ?!.

Begitu pula dengan bahtera Rumah Tangga, suami menjadi Qowwam dan pemimpin di dalamnya. Suami berhak untuk ditaati, kewajiban sang istri yang sholehah taat kepadanya selama dalam bingkai kemakrufan. Taat yang tidak buta, tetapi taat selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Jika aku dibolehkan untuk menyuruh seseorang bersujud kepada selain Allah, maka aku akan memerintahkan kepada seorang istri untuk bersujud kepada suaminya, dan demi Dzat yang Jiwa Muhammad berada di-tanganNya, seorang istri belum memenuhi hak-hak Tuhannya hingga ia memenuhi hak-hak suaminya, hingga jika sang suami memintanya, sedangkan ia berada di dapur.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Albani).

Adapun jika perintah bertentangan de-ngan syariat, ataupun dalam maksiyat, maka tiada ketaatan di dalamnya. Dalam kasus ini , maka istri tidak boleh mentaatinya. Karena tiada ketaatan kepada makhluq untuk bermaksiyat kepada Sang Kholiq.

Ketaatan kepada suami merupakan suatu kewajiban, meskipun suami seorang yang miskin, atau mungkin istri lebih berpangkat dari suaminya. Ia sudah selayaknya berlaku ihsan dalam mengerjakan urusan-urusan yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga. Karena hal ini juga termasuk dalam “taat kepada suami”.

Alkisah, Fatimah Binti Muhammad, mengeluhkan tentang beratnya membuat adonan tepung untuk keluarganya. Sang suami memberikan saran supaya Fatimah meminta salah satu tawanan untuk dapat dijadikan pelayan yang membantunya mengurus pekerjaan Rumah tangga. Tapi Rasulullah tidak dapat memberikannya sementara ia juga tidak memberikan kepada kaum muslimin fakir yang lain. Tetapi Nabi memberikan sebuah nasehat : “mau kah kalian aku tunjukkan hal yang lebih baik bagi kalian daripada permintaan kalian ?!. jika kalian ingin tidur, maka bertakbirlah 33 x, bertasbih 33 x, dan bertahmid 33 x. hal itu lebih baik dari pada pembantu". (Muttafaq Alaih).

2- Membantu suami dan senantiasa mengingatkannya untuk selalu berbirrul walidain, khususnya kepada ibunya. 

Seorang istri yang sholehah, yaitu seorang istri yang terus membantu suaminya untuk terus berbuat baik kepada orang tuanya, khususnya kepada ibunya. Ini merupakan salah satu bentuk ketaatan istri kepada suaminya. Seorang istri cerdas yang sholehah sangat paham, bahwa seseorang yang paling berhak untuk berihsan kepadanya yaitu sang ibu. Maka ia akan selalu cekatan dan tangkas, membantu suaminya untuk melakukannya

Tidak ada kecemburuan sama sekali untuk melarangnya. Jika ia dapat melakukannya, niscaya rasa cinta dan sayang selalu tumbuh dan berkembang di hati suami untuk sang istri.

3- Tidak menyebarkan rahasianya.

“Orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari qiyamat,yaitu seseorang yang mendatangi istrinya, dan istrinya pun datang kepadanya, lalu ia menyebarkan rahasia (apa yang telah terjadi diantara keduanya)” (HR. Muslim).

Termasuk salah satu wasiat yang diberikan oleh orang-orang arab ketika anaknya hendak menikah yaitu wasiat dalam masalah ini. Mengingat wasiat ini sangat penting sekali, demi menjaga keutuhan rumah tangga.

4- Membantu dan menyemangati suami untuk melakukan ketaatan.

Sifat lain yang harus dimiliki seorang istri sholehah sehingga ia dapat menjadi perhiasan terindah, yaitu ia senantiasa mengingatkan suaminya untuk melakukan berbagai macam ketaatan kepada Allah, menyemangatinya dan selalu mendorongya, baik dalam hal-hal yang bersifat fardhu ataupun hal-hal yang bersifat sunnah. Ketika berada di rumah, terdengar lantunan adzan sayup-sayup, melihat suami yang sedang tidur karena lelahnya seharian bekerja, dengan kasih sayang ia bangunkan, dan ia semangati untuk pergi ke masjid berjama’ah menggapai rahmatNya. Kasih sayangnya tidak malah menjerumuskannya dan membiarkannya tertidur sehingga berlalu waktu keemasaan berdua-duaan dengan Allah Sang Kekasih.
Biduk rumah tangga harus dipenuhi dengan cinta dan menasehati karena Allah, hingga ia akan selamat di dunia dan akhirat.

“Allah mengasihi seorang suami yang bangun pada malam hari, lalu mengerjakan sholat dan membangunkan istri, jika istri menolak ia percikkan air padanya. Allah mengasihi seorang istri yang bangun pada malam hari, lalu mengerjakan sholat dan membangunkan suami, jika suami menolak maka ia percikkan air padanya”. (HR.Abu Dawud dan di sahihkan oleh Albani).

Betapa romantisnya, keduanya saling bersinergi untuk berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah, dan saling menyemangati.

5- Selalu menyemangati suami dan mendorongnya untuk berinfaq di jalan Allah.

Istri sholehah, adalah istri yang cerdas, istri yang dermawan. Istri yang sadar dan tahu bahwa harta yang dititipkan kepadanya melalui suaminya adalah semata-mata titipan dari Allah. Ia tidak rakus dan mengambilnya semua demi pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang sifatnya hanya kebutuhan pelengkap. Ia pandai mengatur harta suaminya, tidak boros, pandai berhemat sehingga ada yang ia sisihkan sebagian hartanya yang didermakan di jalan Allah. Harta yang akan menjadi ladang pahala buat keduanya.

Suatu ketika Abu Ad Dahdah datang menemui istrinya, dan memberikan kabar bahwa kebun yang ia miliki sebagai tempat tinggal istri dan anak-anaknya (dalam kebun terdapat rumahnya yg kecil) telah diinfaqkan ke jalan Allah karena sifat tama’nya; harapnya yaitu Allah akan gantikan dengan kebun di surga, apakah jawaban Ummu Ad Dahdah ?. jawaban seorang istri yang sholehah, penuh keyakinan, penuh kepatuhan dan ketundukan kepada Allah lalu kepada suaminya. “sungguh beruntung harta perniagaanmu wahai Abu Ad dahdah, sungguh beruntung”. Dalam pada itu, Rasulullah selalu berkata dan mengulang-ulangi : “betapa banyak pohon dan ranting penuh dengan buah-buah kepunyaan Abu Ad Dahdah di surga” (At Tabshirah, Ibnul Jauzy).

Ya begitulah, lima hal yang setidaknya bisa kita usahakan untuk kita sebagai para istri. Istri yang senantiasa dituntut untuk menjadi istri yang baik dan sholihah. Marilah saudariku untuk senantiasa saling membahu, hingga akhirnya kita bisa menjadi perhiasan yang terindah yang ada di dunia ini. Why not?!.
Wallahu a’lam bis showab.

1 comments:

zhi cun lee mengatakan...

Selalu menyemangati suami dan mendorongnya dalam melakukan kebajikan...
_Muslimah Sejati Dambaan Insan yg bertuhankan allah 'azza wajalla...

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com