Suami Ketiduran Sholat


Pengasuh:Ustadzah Latifah Munawarah, MA.
Kandidak Doktor, Kuliah Syariah, Universitas Kuwait
Rubrik ini terbuka bagi siapapun yang ingin bertanya seputar Islam. Kirimkan pertanyaan anda ke Redaksi melalui SMS ke no +96567786853, atau email ke : alhusnakuwait@gmail.com, Mohon sertakan nama dan alamat anda
Pertanyaan


Assalamualaikum……


Ustadzah, kita ini kan diperintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Dalam keseharian kita di rumah nih, seringnya pulang kerja kita udah capek begitu juga suami, jadi selesai makan maunya langsung tidur. Sementara waktu sholat ashar dah dekat. Suami bilang aku tidur dulu ya, saat suami bilang seperti itu suka bingung apa yang harus saya lakukan, ikut tidur, atau jagain dia biar kalau pas adzan bisa bangunin dia untuk sholat di masjid. Dan lagi kadang-kadang kalau lihat dia dah pulas tidur suka kasihan banguninnya untuk sholat di masjid, saya pikir kan kalau kita ngantuk suruh tidur dulu. Bagaimana ini ustadzah ba-iknya.

Wassalam
Ummu Hana

Jawaban
------------------------------------------------------------
Waalaikum Salam warahmatullah wa barakatuh
Alhamdulillahi Robbil aalamin, was sholatu was salamu ala Rasulillah. Wa ba’du.
Adalah Sunnah muakkadah bagi kaum laki-laki untuk mengerjakan sholat berjamaah di masjid, bahkan sebagian ulama mewajibkannya. Telah disepakati bahwa sholat berjamaah melebihi keutamaannya daripada di rumah, terdapat banyak hadits shohih yang menunjukkan hal ini. Di antaranya yaitu :
“Sholat berjamaah lebih utama dari pada sholat sendirian dengan 27 kali lipat”. (Muttafaq Alaih)
“Barang siapa yang berwudhu kemudian ia menyempurnakannya, lalu berjalan untuk mengerjakan sholat fardhu bersama imam, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Ibnu Khuzaimah, disahihkan oleh Albani)
Terdapat juga hadits-hadits tentang ancaman meninggalkan sholat berjama’ah tanpa ada udzur. Diantaranya : “Sesunggunya sholat yang paling berat atas kaum munafik yaitu sholat isya’ dan sholat shubuh. Jika mereka tahu kebaikan yang didalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya walau merangkak. Sungguh aku ingin memerintahkan sholat didirikan, lalu aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam. Dan aku pergi bersama orang-orang yang membawa kayu bakar, pergi kepada kaum yang tidak menyaksikan sholat (berjamaah), lalu aku bakar rumah mereka dengan api”. (Muttafaq Alaih)
Berkenaan dengan sholat Sholat Ashr, secara khusus Rasulullah bersabda :
“Barang siapa yang menjaga sholat “AlBardain” maka ia masuk surga” (Muttafaq Alaih). Makna albardain di sini yaitu sholat Shubuh dan Ashar.
Dipahami point diatas, maka hendaklah sudah seyogyanya seorang muslim khususnya kaum laki-laki, menjaga tiap sholat fardhu untuk dilakukan di masjid dengan berjamaah, supaya tidak terlewatkan semua fadhilah yang telah Rasul janjikan. Sebagai seorang istripun hendaknya ikut membantu suami untuk melakukan hal ini. Karena seorang istri adalah seorang partner untuk bersama-sama menjalankan syariat Islam, yang mana hal ini akan berefek panjang demi perjalanan rumah tangga yang Islami, berikut akan berefek pula pada tumbuh kembangnya anak-anak nanti.
Dalam Kasus di atas, jika pasutri sudah paham, maka suami ketika ingin istirahat sedikit setelah lelah kerja, istirahat pada waktu-waktu mendekati ashar, atau mendekati waktu sholat pada umumnya, maka ia sudah seharusnya berpesan untuk dibangunkan jika adzan berkumandang. Dan jika ia dibangunkan, maka ia tidak boleh marah-marah karena waktu istirahat masih terasa belum cukup. Jika ia tidak berpesan, maka seorang istri juga sebaiknya membangunkannya dengan cara yang manis, sesuai dengan cara yang disenangi oleh suaminya.
Kecintaan atau kesayangan istri pada suami atau sebaliknya hendaknya dapat membawa kepada kebahagiaan dunia juga akhirat.

WallahuA'lam

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com