Mari Memberi


Memberi tidaklah semudah yang kita bayangkan, tidak semua orang dapat melakukannya, keikhlasan dan tidak memberatkan harus dimiliki dalam ijabnya. Tidak menunggu sebuah permintaan saat ingin memberi itulah totalitas pemberian.

Adalah Rasulullah SAW, lebih pemurah dari semua orang, terlebih dibulan Ramadhan dimana Jibril se- ring mengunjungi beliau untuk tadarus Qurän. Saat itu Rasulullah SAW teramat sangat pemurah melebihi ANGIN YANG TERLEPAS. (Bukhari Muslim, kesaksian Ibnu Abbas ra).
(gambar dari: amatalrahmaan.blogspot.com)

Para sahabat adalah satu golongan manusia terbaik yang senantiasa bersemangat untuk mencontoh Rasulullah SAW dalam segala hal, termasuk juga dalam hal memberi. Banyak kisah-kisah yang menceritakan bagaimana para sahabat memberikan hartanya tanpa berpikir apa yang akan dia tinggalkan untuk diri dan keluarganya.

Diantara kisah-kisah tersebut, kita bisa melihat bagaimana Abdurrahman bin Auf , seorang sahabat yang kaya dan telah dijanjikan masuk surga, pada saat Rasulullah ingin melaksanakan perang Tabuk yang membutuhkan banyak perbekalan dia datang dengan membawa dua ratus uqiyah emas dan menginfakkannya dengan ikhlas dijalan Allah. Sehingga berkata Umar bin Khattab, "Sesungguhnya aku melihat bahwa Abdurahman adalah orang yang berdosa karena dia tidak meninggalkan untuk keluarganya sesuatu apapun".
Maka bertanyalah Rasulullah "Wahai Abdurrahman apa yang telah engkau tinggalkan untuk keluargamu?", dia menjawab "Wahai Rasulullah aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik dari yang telah aku infakkan".
''apa itu?'' tanya Rasulullah, Abdurrahman menjawab, ''Apa yang dijanjikan Allah dan Rasulnya berupa rizki dan kebaikan serta pahala yang banyak"'.

Suatu ketika datanglah kafilah dagang Abdurrahman di kota Madinah, terdiri dari tujuh ratus onta yang membawa kebutuhan-kebutuhan, tatkala masuk kekota Madinah terdengarlah suara hiruk pikuk, maka berkatalah Ummul mukminin, "'Suara apakah ini?'', maka dijawab, ''Telah datang kafilah Abdurrahman bin Auf''.  Ummul mukminin berkata, ''Sungguh aku mendengar Rasullulah bersabda, Aku melihat Abdurrahman masuk surga dengan keadaan merangkak."' Ketika mendengar berita tersebut Abdurrahman me-ngatakan, ''Aku ingin masuk surga dengan keadaan berdiri, maka diinfakkan nyalah semua kafilah dagang tersebut.  Beliau juga terkenal senang berbuat baik kepada orang lain terutama kepada Ummahatul mukminin, setelah Rasullullah wafat,

Abdurrahman bin Auf selalu berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, dia juga pernah memberikan kepada mereka sebuah kebun yang nilainya sebanyak empat ratus ribu dinar.

Puncak dari kebaikannya kepada orang lain ialah ketika ia menjual tanah seharga empat puluh ribu dinar yang kemudian dibagikannya kepada Bani Zuhrah dan orang orang fakir dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Ketika Aisyah mendapatkan bagiannya ia berkata, ''Aku mendengar Rasulullah bersabda, tidak akan memperhatikan sepeninggalku kecuali orang orang yang bersabar, semoga Allah memberinya air minum dari mata air Salsabila di Surga''.

Dan kisah lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, tentang bagaimana seorang sahabat yang telah memuliakan tamunya sehingga Allah senang dengan apa yang telah dilakukannya.

Suatu ketika Rasulullah SAW kedatangan seorang tamu yang terpancar dari raut wajah sang tamu lelah dan lapar setelah menempuh perjalanan panjang. Rasul meminta seorang sahabat untuk mengecek adakah pada malam itu dirumah istri -istri beliau tersedia makanan untuk menjamu tamunya, ternyata dirumah istri-istri beliau tidak ada makanan apapun untuk menjamu sang tamu. Rasulpun menawarkan kepada sahabatnya siapa yang bersedia menjamu tamunya untuk malam itu saja.
Abu Talhah, seoarang sahabat yang tidak ingin didahului kawannya dalam beramal saleh menerima tawaran Rasul, ''Saya yang akan menjamunya wahai Rasul"',ucap abu Talhah. Sesampainya dirumah Abu Talhah bercerita kepada istrinya yang ternyata terperanjat menanggapi niat suaminya, ''Dirumah kita hanya tersedia sedikit makanan saja untuk anak-anak kita yang masih kecil'', tukas istri Talhah.
''Begini saja, kalau anak anak kita ingin makan malam lakukan sesuatu agar mereka segera tertidur, tidak masalah kan kalau perut kita lapar malam ini tapi tamu kita yang tampak kelelahan itu bisa makan," ucap Abu Talhah menenangkan istrinya.

Talhah tampaknya telah berhasil menanamkan keimanan pada istrinya, karenanya iapun mendukung sepenuhnya upaya memuliakan tamu itu. Dia menyuruh istrinya untuk mematikan lampu saat sedang menjamu tamu, dalam kondisi rumah yang gelap itulah Talhah menjamu tamunya Rasulullah SAW. Sang tamu tampak makan dengan lahap sementara Talhah sendiri hanya pura pura makan dalam kegelapan.

Paginya Abu Talhah menemui Rasullullah SAW, dan Rasul menyambutnya dengan senyum, ''Bagus Talhah, Allah senang dengan apa yang kamu lakukan bersama istrimu''ucap Rasulullah seraya menginformasikan bahwa Allah SWT malam itu menurunkan FirmanNya; ''Mereka mengutamakan saudaranya atas diri mereka sendiri meskipun mereka sendiri memerlukan apa yang mereka berikan itu'' (QS. Al Hasyr {59} :9

Subhanallah, begitu sulit ujian keimanan yang telah berhasil dilalui oleh para sahabat Rasullullah SAW, sementara sekarang, banyak diantara kita yang sudah berkurang kepekaan dan keperduliannya pada sesama yang bernasib kurang beruntung. Mempunya sifat kikir sungguh tidak akan menguntungkan kita, menimbun harta, menikmatinya sendiri, bukankah tak bermakna dan terasa sepi?

Sebenarnya ada bagian lain dari diri manusia yang tidak bisa di sentuh dengan materi, yaitu kepuasan hati, saat bisa berbagi dengan sesama maka kebahagiaanpun akan dirasakan bersama. Sadari dan yakini bahwa semua yang kita miliki adalah titipan Allah semata, hanya sementara dan tidak kekal.

Dan pada Ramadhan kali ini semoga kita semua bisa memulai memberi tanpa diminta, InsyaAllah.(Ummu Rafi)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com