Memaksimalkan Ibadah Ramadhan


Untuk mendapatkan pahala bulan Ramadhan bukanlah perkara yang mudah, terutama bagi kita kaum wanita. Perlu strategi dan niat yang kuat agar kita bisa selalu bersemangat dalam beribadah di sela-sela kelelahan bekerja dan kesibukan kita di dapur.  Bagaimanakah strategi kita untuk mengisi bulan Ramadhan ? Di sini kita berbagi beberapa tips untuk memaksimalkan ibadah di sela-sela kesibukan kita bekerja.

  1. Sebelum Ramadhan tiba , pelajari hal-hal yang berkaitan de ngan Ramadhan, baik itu dari segi ilmunya maupun trik-trik menghadapi Ramadhan itu sendiri. Kita bisa dapatkan de- ngan cara membaca, bertanya, mendatangi majelis taklim, maupun belajar dari para ulama bagaimana mereka mengisi bulan Ramadhan. Selain bekal ilmu, hal ini juga bisa meningkatkan semangat ibadah kita .
  2. Menulis target yang ingin kita capai dan menyusun jadwal kegiatan kita sebulan penuh. Hal ini perlu melibatkan semua anggota keluarga agar bisa saling mendukung. Tempelkan jadwal kegiatan di ruang keluarga agar mudah dilihat, dan yakinkan semua orang disiplin dalam menjalankannya.
  3. Mengantisipasi kendala-kendala yang bisa merusak program kita, di antaranya:

       a. Kesibukan kita di luar rumah, misalnya belanja.
Untuk hal ini bisa kita siasati de-ngan cara berbelanja 2 atau 3 hari sebelum ramadhan untuk kebutuhan 2 minggu. Usahakan untuk menghindari belanja di malam hari, karena banyak ibadah di malam hari, seperti tarawih, qiyamullail. Dan bagi anda yang berencana membeli baju baru buat lebaran, lakukanlah sebelum ramadhan tiba.

       b. Lamanya waktu untuk memasak persiapan berbuka puasa
Sering dari kita ibu rumah tangga khususnya ingin menghidangkan menu yang istimewa di bulan ramadhan, hal ini boleh-boleh saja sekedar untuk penyemangat kita apalagi dengan mengingat beratnya puasa di musim panas, tapi ingat jangan sampai kesibukan itu menghabiskan waktu ibadah kita.

       Ada beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Menyusun menu selama ramadhan, sebaiknya memilih menu yang persiapannya praktis tapi tetap menarik,
  • Usahakan batasi waktu memasak , misalnya 2 jam.
  • Untuk beberapa jenis masakan yang bisa kita simpan di kulkas, kita siapkan sebelum ramadhan tiba. Jadi saat ramadhan tinggal menggoreng atau merebusnya. 
  • Bagi yang punya planning untuk mengundang berbuka bersama di rumah, perlu diatur dengan suami misalnya, di saat kita sedang tidak berpuasa/halangan bulanan, selain tidak mengganggu waktu ibadah kita pahala pun tetap me- ngalir saat kita tidak berpuasa.


       c. Bersantai-santai sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Sebaiknya kita manfaatkan waktu menunggu berbuka puasa ini de-ngan kajian bersama keluarga, dan berdoa atau tilawat Qur'an.

Berbuka bersama adalah acara yang bagus, karena bisa mendatangkan pahala bagi yang menjamunya dan bisa meningkatkan semangat kita. Tapi hal ini jangan sampai menghabiskan waktu ibadah kita , dan memberi makan orang yang berbuka puasa bukan berarti kita harus mengundang mereka, hal ini bisa kita kemas dalam bentuk lain, seperti menghantarkan makanan ke tetangga, saudara maupun teman-teman kita. Persiapan yang kita butuhkan tentu lebih ringan dan tidak menganggu ibadah orang yang kita undang, karena sering terjadi saat menunggu waktu buka bersama kita mengobrol dan saking asyiknya mengobrol sambil berbuka puasa kita tidak sadar kita melambatkan sholat kita.

       d. Bekerjasama dengan orang-orang di sekeliling kita dalam beribadah
Misalnya anggota keluarga termasuk pembantu kita dan teman-teman bagi yang tinggal di asrama. Kita jadikan mereka sebagai patner dan saingan kita dalam beribadah. Misalnya bersama menyusun target dan program selama ramadhan, saling mengevaluasi amalan harian, saling menyemangati. Ini sangat bermanfaat terutama bagi kita para pekerja, misalnya untuk sholat malam sementara kita lelah bekerja, kita bisa siasati dengan bergantian untuk saling menjaga waktu. Contohnya kita yang kerja jam 7-12 malam, sementara suami atau teman kita dinas pagi, maka sebaiknya yang dinas pagi istirahat atau tidur di awal malam, sehingga di saat kita pulang jam 12 malam, kita istirahat sebentar sementara teman atau suami kita berjaga sambil menghidupkan malam dengan ibadahnya. Setelah 1-1.5 jam, dia bisa membangunkan kita untuk beribadah, dan dia bisa beristirahat sebantar sebelum melanjutkan ibadah, sahur dan sholat subuh tentunya.

Kemudian di sepuluh malam terakhir, bagi kita yang belum mampu beritikaf, sebaiknya kita dorong suami kita untuk beritikaf, dan kalau hal yang belum memungkinkan mereka beritikaf penuh, semangati mereka untuk memperbanyak waktunya di masjid, karena biasanya waktu istirahat dan beribadah lebih terjaga,dan kita pun akan lebih berkonsentrasi dan lebih bersemangat beribadah, tentunya sebagai pendorong, kita juga akan mendapat pahala atas ibadah yang mereka lakukan, insya Allah.

       e. Mengevaluasi Ramadhan kita yang telah lalu.
Selain untuk me-ngetahui kekurangan kita, juga untuk meningkatkan target dan strategi kita dalam memaksimalkan ibadah kita. Termasuk di dalamnya mungkin masih ada puasa yang belum kita qodho.

       f. Melatih diri membiasakan beramal di bulan-bulan sebelumnya.
Misalnya membiasakan diri kita untuk membaca Al Qur’an, berpuasa sunnah di bulan Syaban, bersedekah. Dzikir, maupun sholat malam. Dan anugerah bagi kita karena Allah menjadikan Syaban sebagai bulan sebelum Ramadhan, karena dalam bulan Syaban juga banyak pahala yang dijanjikan.
Semua itu bisa kita coba, tetapi jangan pernah lupa untuk selalu berdoa kepada Allah kita dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan dimudahkan dalam beribadah.

Tips melatih anak untuk berpuasa selama ramadhan:


  • Buat target waktu yang harus dicapai anak sesuai dengan umurnya , misal sampai dhuhur atau asar.
  • Diskusikan dengan anak tentang waktu dan aturan main dalam berpuasa, misalnya tidak boleh makan dan minum, hendaknya dimulai dengan makan sahur, mengawalkan waktu berbuka, dan sunah yang lain.
  • Kita perkenalkan hal-hal yang berkaitan dengan puasa jauh hari sebelum ramadhan dengan me- ngadakan kajian bersama keluarga dan senantiasa kita ulangi selama ramadhan.
  • Ciptakan suasana kompetisi di antara anggota keluarga.
  • Biasanya kita para ibu yang merasa bersalah kalau anak mulai merengek karena lapar, maka kita ingat kembali bagaimana para sahabiyah melatih puasa anak-anaknya berpuasa. Jadi pertama niatkan kita untuk mendidik anak tentang kewajiban sebagai muslim, dan yang pasti di saat mereka lapar alihkan perhatiannya dengan bermain.
  • Ajak anak bermain dengan permainan yang tidak menguras energinya, dan sebaiknya di dalam ruangan.
  • Kalau kita ingin memberi hadiah dalam bentuk mainan, berikan saat mereka berpuasa, tetapi kalau dalam bentuk makanan favoritnya sebaiknya di berikan saat waktu berbuka. Sebaiknya tidak menjanjikan hadiah dalam bentuk makanan saat dia berpuasa, karena mereka akan merengek dan merayu kita untuk melihatnnya dan akhirnya bisa mengganggu konsentrasi puasanya. 
  • Jangan menyimpan makanan favorit mereka ditempat-tempat yang bisa terlihat dan terjangkau oleh mereka.
  • Semangati mereka dengan cerita-cerita Rasulullah dan para sahabat bagaimana mereka menahan lapar maupun keadaan orang-orang miskin yang kelaparan.
  • Ajari mereka berpuasa sesuai sunnah, mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, banyak berdoa dan ibadah selama berpuasa.
  • Berikan waktu istirahat dan tidur yang lebih banyak.


CONTOH JADWAL KEGIATAN DI BULAN RAMADHAN

Target : Sholat malam selama Ramadhan
Menyelesaikan Tilawah Al Qur’an 1 kali selama bulan Ramadhan
Motto : Disiplin dan Selalu Bersemangat dalam Beribadah

Jadwal :
00.30 – 02.00 Sholat Malam + Baca Al Qur'an
02.00 – 02.30 Persiapan Sahur
02.30 – 03.00 Sahur
03.00 – 03.15 Persiapan Sholat
03.15 – 03.45 Sholat Shubuh + Dzikir Pagi
03.45 – 07.30 Istirahat dan Tidur
07.30 – 08.30 Sholat Dhuha + Baca Al Qur'an
08.30 – 11.30 Kegiatan bebas
11.30 – 13.00 Sholat Dhuhur +Dzikir+baca Al Qur’an
13.00 – 15.00 Istirahat
15.00 – 16.00 Persiapan sholat Ashar + sholat Ashar + dzikir sore
16.00 – 18.00 Masak persiapan buka puasa
18.00 – 18.30 Kajian Sore bersama anggota keluarga
18.30 – 19.00 Berdoa + Sholat Maghrib + Ta'jil Buka
19.00 – 20.00 Buka Puasa
20.00 – 20.30 Persiapan sholat + Evaluasi bersama keluarga
20.30 – 22.00 Sholat Isya' + Tarawih + Baca Al Qur'an
22.00 – 00.30 Tidur Malam

Notes : Kegiatan bebas disini bisa diisi dengan kebutuhan setiap orang, mungkin ibu-ibu menyelesaikan pekerjaan rumah, bisa diisi dengan baca al Qur’an dan lain-lain.
Untuk ibu-ibu pekerja sebaiknya menulis 3 jadwal sesuai dengan jam kerjanya dan jam-jam istirahat digunakan sebaik-baiknya agar kita tidak kelelahan untuk mempersiapkan diri beribadah malam. (Ummu Hana)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com