Tarawih dan Tahajjud


Pengasuh:Ustadzah Latifah Munawarah, MA.
Kandidak Doktor, Kuliah Syariah, Universitas Kuwait
Rubrik ini terbuka bagi siapapun yang ingin bertanya seputar Islam. Kirimkan pertanyaan anda ke Redaksi melalui SMS ke no +96567786853, atau email ke : alhusnakuwait@gmail.com, Mohon sertakan nama dan alamat anda
Pertanyaan

Assalamualaikum Warahmatullah
Saya ingin bertanya berkenaan dengan shalat tarawih di masjid bersama imam. Bagaimana dengan seseorang yang ingin sholat tarawih bersama imam, untuk kemudian ia ingin mengerjakan tahajjud di malam hari?.
Wassalam
Husna

Jawaban
-----------

Waalaikummussalam Warahmatullah
Sebegitu banyak pahala sholat berjamaah juga sholat tarawih di masjid bersama Imam, tetapi satu hal yang perlu kita ketahui,  bahwa sholat seorang muslimah di rumahnya lebih baik baginya. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud dan Imam Ahmad, bahwa Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian larang para hamba Allah (perempuan) untuk sholat di masjid, dan rumah mereka lebih afdhol bagi mereka”.
Tetapi dibolehkan bagi muslimah untuk ikut melaksanakan jama’ah di masjid, seperti sholat tarawih atau sholat fardhu, dengan syarat iltizam dengan adab-adab keluar rumah bagi wanita muslimah : menutup aurat, menjaga pandangan, tidak bertabarruj atau memakai parfum.
(gambar dari: indonesian.iloveallaah.com)

Dalam kasus di atas, berkenaan dengan tarawih dan ingin melakukan sholat tahajjud, Terdapat dua hadits dalam hal ini, yaitu :
Hadits pertama : Rasulullah bersabda: "sesungguhnya seseorang jika mendirikan shalat bersama imam hingga imam selesai, maka akan dihitung baginya pahala qiyam lail penuh". (HR. Tirimidzi, dan ia berkata hadits hasan shohih).
Hadits kedua :  "jadikan sholat witir sebagai akhir sholat kalian" (HR. Bukhori).
maka para ulama berkata ; jika seseorang ingin sholat tahajjud setelah sholat tarawih bersama imam, maka ketika imam sholat witir ia menambahi satu rakaat sendiri, yang mana hal ini ia akan mendapatkan pahala seperti halnya hadits yang pertama. Jika pada malam harinya ia bangun untuk tahajjud, maka diakhiri dengan witir, jadi dalam hal ini ia juga me-ngamalkan hadits kedua. Tetapi jika ia tidak ingin sholat tahajjud setelahnya, atau khawatir tidak akan ba-ngun untuk sholat tahajjud, maka ia mengerjakaan tarawih bersama imam, dan mengikuti witir imam hingga selesai, dan hal ini akan ditulis baginya seperti halnya shalat qiyam penuh.  Wallahu a'lam.

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com