Bagaimana Mendorong Anak Agar Berprestasi



Sebagai orang tua tentu kita menginginkan yang terbaik untuk anak, karena itu kita harus memberikan cukup bekal untuk kehidupan mereka, baik bekal hidup didunia maupun diakherat. Alhamdulillah, kita yang tinggal di Kuwait mendapat banyak kemudahan untuk meraih bekal tersebut, umumnya sekolah disini menggunakan bahasa pengantar  inggris dan arab, sarana seperti markas tahfidz quran ada disetiap wilayah kita    tinggal.
Disinilah peran orangtua dituntut untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal, berikut akan dijelaskan tips-tips cara mendidik anak berdasarkan pengalaman penulis;

1.Tentukan prioritas atau target yang harus dicapai
misalnya :
a. anak harus pandai baca alquran dan menghapalnya.
b. anak mendapatkan nilai yang bagus di sekolahnya, untuk mencapai kedua prioritas tersebut kita harus mem-punyai visi yang sama dengan suami, berbagi tugas sangatlah penting, untuk memfollow up kegiatan anak setiap harinya, atau jika orang tua tidak punya banyak waktu untuk mengajari anak baca Al Quran anak bisa dikirim ke TPA atau markas tahfidz quran.

2.Pusatkan perhatian anak untuk meraih  prioritas tanpa gangguan
Banyaknya gangguan seperti TV dengan berbagai channel menarik, komputer dengan fasilitas internet 24 jam , atau anak diminta membantu tugas kita dirumah seperti menyapu, setrika baju dll, ini semua dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi anak pada  tugas-tugas sekolahnya, padahal waktu anak sudah tersita untuk sekolah umum dan sore belajar di markaz tahfidz quran, malamnya mengerjakan PR sekolah. Dan salah satu efek dari sekolah pagi dan sore ini adalah kurangnya waktu untuk rekreasi dengan keluarga, satu minggu sekali saat hari libur mereka, kita bisa rencanakan rekreasi bersama, manfaatkan waktu akhir pekan   dengan optimal.

(gambar dari: lelakijuarasatu.blogspot.com)

3.Jaga fisik dan stamina
Peran ibu disini sangat besar, jangan menyerahkan kepada anak  untuk mengatur waktu sesuai  keinginannya, tapi kita atur waktu anak  dengan baik, kapan mereka harus belajar, tidur atau bermain, karena mereka perlu beristirahat dengan cukup mengingat pagi dan sore kegiatan mereka padat. Di Kuwait misalnya di musim panas waktu ashar lebih lambat, maka setelah pulang sekolah dan makan siang anak bisa beristirahat atau tidur sebentar. Jangan turuti kemauan anak untuk melihat acara TV  lebih dari jam 10 malam, karena mereka perlu istirahat yang cukup untuk persiapan sekolah keesokan harinya. Dan pada saat liburan musim panas yang cukup panjang selama 3 bulan waktu mereka bisa dimanfaatkan untuk ke markaz tahfidz  pagi hari, di bulan Ramadhan kegiatan mereka sudah tetap dari jam 10 pagi sampai ashar, setelah ashar mereka bisa tidur sebentar sambil menunggu waktu berbuka. Berhenti sekolah untuk menyelesaikan hafalan bukanlah hal yang tepat karena anak akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pelajaran dan   lingkungan  sekolahnya.  Mengingat banyaknya kegiatan mereka tersebut maka sangatlah penting untuk menjaga stamina mereka dengan memberi makanan bergizi, rutin minum susu dan menyiapkan makanan kesukaan anak, jika perlu bisa diberikan multivitamin untuk menambah nafsu makan.

4.Dorongan dan reward (hadiah)
Dorongan kepada anak bisa dalam    bentuk pujian, selalu menyempatkan  diri  untuk      memantau perkembangan anak di sekolah atau di markas tahfidz, diskusi tentang pelajaran yang mereka terima dan selalu memberikan keyakinan pada mereka bahwa mereka bisa menjadi yang terbaik, reward, berupa hadiah atau uang juga perlu diberikan jika anak mendapatkan nilai istimewa atau ada kemajuan/bertambah hafalan alqurannya. Di Kuwait ini saja  reward untuk anak yang hafal Al Quran sangat bervariasi bisa berupa  sertifikat, hadiah maupun uang dalam jumlah besar, sehingga bertambah motivasi anak untuk menghafal Al Quran.

5.Beri kemudahan pada anak dalam rangka meraih apa yang kita inginkan
Sebagai orangtua yang mengharapkan keberhasilan anak dalam pendidikan di sekolah atau mengaji maka sudah         selayaknya kitapun memberi kemudahan pada mereka dalam meraihnya, misalnya mencari rumah tempat tinggal yang      letaknya berdekatan dengan kedua sarana pendidikan tersebut, atau menyediakan transportasi yang nyaman bagi mereka agar mereka tidak kelelahan dalam menjalaninya. Sediakan juga    kamus penunjang dalam mata   pelajaran tertentu yang kita sendiri sebagai orangtua kesulitan untuk mengajarinya, seperti    pelajaran bahasa france atau arab, bila perlu ikutkan anak anak pada lembaga kursus yang tersedia.

6.Tunjukkan pada anak anak bahwa kita mensupport mereka dalam segala hal yang bernilai positif
Beri perhatian atas hal hal yang bersifat sederhana  misalnya melengkapi buku buku pelajaran dan   peralatan sekolah pada setiap saat sebelum mulai tahun ajaran baru, memberi sampul yang rapi pada buku-buku mereka dan menuliskan namanya, menyiapkan seragam dan tas sekolah yang bersih, atau menanyakan pada mereka pada malam harinya sarapan pagi apa atau bekal makanan apa yang mereka inginkan buat sekolah besok. Saat pembagian hasil test sekolah atau ada pertemuan dengan guru kelas, disini kita harus menyempatkan diri    sesibuk apapun kegiatan kita, bila perlu request off untuk hari penting tersebut.

 7.Mendampingi anak terutama pada saat saat ujian
sebagai orangtua kita harus tahu syllabus sekolah anak, kapan  waktunya test harian dan kapan ujian akhir, dari test harian anak, kita bisa mengkaji ulang pada bagian mana anak merasa kesulitan, disini kita bisa lebih  bisa intensif  mengajarkannya sebelum ujian akhir tiba. Tanyakan pada anak setiap mereka selesai ujian dimana letak kesulitan ujian pada hari itu, bagaimana kemungkinan hasilnya dan catat apa yang perlu ditingkatkan.

8.Evaluasi
Tidak ada kata terlambat atau gagal dalam mendidik anak, karena     pendidikan dan pengajaran ini harus    berjalan terus menerus, kita bukan guru SD yang hanya cukup mengajarkan anak  selama 6 tahun saja, juga bukan guru SMP yang selesai sampai 3 tahun saja, kita bertanggungjawab pada anak-anak dari mereka lahir sampai mereka      menikah  kelak, dan semuanya ini harus  dipertanggungjawabkan di akherat nanti.

Jangan pernah patah semangat atau putus asa karena kenakalan anak anak atau      kegagalan mereka misalnya, tapi selalu   berusaha mengevaluasi lagi dimana letak ketidakberhasilan tersebut, apakah anak yang kurang mampu atau dukungan orangtua yang tidak maksimal, apakah juga target kita    sesuai dengan kemampuan mereka, cari dan kembangkan terus potensi anak, jangan  lengah dengan perkembangan mereka, waktu terus berjalan, jangan sampai kita ter-tinggal dan menyesal belakangan, disiplin itu perlu dan jelaskan kepada anak     kenapa kita harus menerapkannya.
(Ummu Ridho)
   

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com