Madinah, the City of The Prophet Muhammad SAW


Menurut sejarah, sebelum nabi Muhammad SAW   hijrah ke Yathrib, kota ini merupakan tempat yang belum maju seperti Makkah dalam segi pem-binaan masyarakat dan sebagainya, namun kawasan ini terkenal subur dengan tanaman seperti buah-buahan, sayur  mayur dan kaya akan air, inilah yang membuat Yathrib maju sedikit demi sedikit, dan pada tahun 455 SM  mulai dikunjungi banyak penduduk, warga arab   mulai mendatangi Yathrib dan menetap di sana. Kota Yathrib kemudian berganti namanya menjadi Madinah ketika Nabi hijrah dan menjadi pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana.
Dewasa ini Madinah  memiliki  penduduk sekitar 1,777,932 jiwa (data 1432H/2011M). Bagi umat muslim kota ini dianggap kota suci kedua setelah Makkah. Pada zaman nabi Muhammad SAW kota ini menjadi pusat dakwah, pengajar- an dan pemerintahan Islam, dari kota ini Islam lalu menyebar ke se-luruh jazirah Arabia dan seluruh dunia. Kota ini berjarak 600 Km di sebelah utara kota Makkah, pada masa lalu diperlukan waktu sekitar satu bulan untuk mencapai Madinah dengan me-ngendarai unta, sedangkan saat ini dapat ditempuh hanya sekitar kurang dari 6 jam melalui jalan darat bebas hambatan yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi. Secara geografis kota ini datar, dikelilingi gunung-gunung dan bukit-bukit serta beriklim gurun.


Di kota Madinah ini terdapat masjid Nabawi yang berada di jantung kota. Sholat di masjid ini memiliki ke-utamaan 1000 kali  dibanding sholat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram, demikian seperti sabda nabi Muhammad SAW. Secara fisik masjid Nabawi adalah sebuah bangunan yang megah dan cantik, dikabarkan di masjid ini ba-nyak jamaah yang merasakan ketenangan yang begitu mendalam saat sholat di masjid   Nabawi ini. Di belakang   masjid ini tepatnya di sebelah kiri mimbar di bawah kubah hijau terdapat makam Rasulullah SAW, tak jauh dari makam Rasul terdapat Raudhah yang berarti taman, tempat ini menjadi tujuan para jamaah untuk berlomba mendatanginya untuk  sholat dan berdoa karena  tempat ini tempat yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT, di tempat inilah dahulu nabi Muhammad biasa membacakan wahyu dan mengajarkan Islam di depan para sahabat dekatnya.
Tempat bersejarah lain yang ada di Madinah adalah Masjid Quba. Pada saat Rasulullah hijrah, penduduk di   daerah Quba inilah yang pertama kali menyongsong kedatangan     Rasulullah SAW, dan masjid ini   merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah. Sholat 2 rakaat di masjid ini, pahala-nya sama dengan melaksanakan umroh.
Ada pula Jabal Uhud, yang dahulu menjadi lokasi perang Uhud, dimana pada perang ini umat muslim        mengalami kekalahan karena  ketidakdisiplinan pasukan pemanah yang berada diatas bukit, yang  ditugasi melindungi pasukan muslim lainnya oleh Rasullullah, hal ini terjadi karena mereka tergoda oleh harta rampasan   perang.
 Jabal Uhud

Tempat lainnya adalah Maqam Baqi, terletak di samping   masjid Nabawi,  banyak sahabat  Rasulullah yang dimakamkan disini, termasuk putri tercinta Rasulullah, Fatimmah Az Zahra.
Masjid Khandaq, merupakan salah satu tempat bersejarah lainnya yang ada di Madinah ini, pada perang  Khandaq, Salman Al Farissi membuat parit-parit untuk mengelabui tentara kafir Quraisy pada penye-rangan kota Madinah.
Adapula Percetakan Al quran, ini  adalah percetakan terbesar di Arab, bagi kaum pria yang  mengunjungi percetakan ini akan mendapat oleh-oleh satu mushaf Alquran.

Percetakan Mushaf

Masjid Qiblatain atau masjid ber-kiblat dua, terletak di atas bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah, dan sebelumnya bernama Masjid Bani Salamah. Pemberian nama Qiblatain ini berkait dengan peristiwa yang terjadi pada tahun kedua  Hijriah. Di mana Rasulullah meng-inginkan adanya pemindahan kiblat shalat dari masjidil Aqsa di Palestina, yang juga merupakan kiblat orang-orang Yahudi. Hingga akhir-nya di suatu hari saat Rasulullah sedang melakukan sholat di masjid ter-sebut, Allah menurunkan wahyu Surat Al Baqarah ayat 114, yang meme-rintahkan pemindah-an arah kiblat dari Masjidil Aqsa (utara) ke Masjidil Haram di Mekah (selatan). Sehingga begitu wahyu diturunkan, meski dalam keadaan sholat beliau memutar 180 derajat arah ki-blatnya,
Terakhir adalah pasar kurma, yang merupakan tempat penjualan kurma terbaik di Saudi, kurma Ajwa adalah kurma nabi yang bisa didapatkan di Madinah, barangsiapa memakannya sebanyak 7 butir pagi hari akan  mendapatkan pahala sunnah dan insya Allah terhindar dari racun ataupun sihir pada hari itu. Kota Madi-nah Munawarroh memang patut dikunjungi pada setiap moment  pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh, mengingat ditempat inilah banyak sekali kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW bersama suka dukanya hingga Islam meluas dan mencapai kejayaan. (ummu Rafi).

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com