Makna Perjalanan Haji



Haji, rukun Islam kelima yang selalu menjadi impian setiap orang yang beriman. Hak setiap hambaNya, baik yang kaya maupun yang  miskin, yang tua maupun yang muda, tetapi tidak semua orang bisa menunaikannya, karena Allahlah yang memanggil hamba pilihanNya.       لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد و النعمة لك و الملك لا شريك لك”                                  berjuta orang menyambut panggilan Allah untuk berkumpul di tanah suciNya, maju ke medan jihadNya, meninggalkan keluarga, mengorbankan harta, jabatan maupun kebesaran namanya semata-mata untuk menundukkan diri di hadapanMu Ya Rabb, Engkaulah yang Maha Besar, Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Bersama tanpa peduli  perbedaan kulit, budaya, maupun bangsa, dengan beribu ragam bahasa semua minta sesuatu yang sama.
 ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار,     Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga buat orang-orang yang kita cintai, dan seluruh kaum muslimin yang di-rahmati. Menelusuri jejak perjalanan sang Kholilullah, Ibrahim Alaihissalam   bersama keluarga, dengan penuh keimanan,   semangat dan harapan atas sebuah pertolongan, berjuta bibir basah dengan untaian dzikir dan doa pada saat thowaf maupun mengikuti langkah-langkah kaki Ibunda Hajar dari bukit Shofa ke Marwa. Perjalanan masih panjang, dari Arafah, Musdalifah, sampai ke Mina.

Menyembelih hewan korban, melempar  jumroh, dan berakhir kembali ke Baitullah. Thowaf wada, thowaf perpisahan, meninggalkan tanahMu yang suci, kembali ke setiap negeri. Tapi ini bukan bermakna berpisah denganMu ya Rabb. Haji kita bawa pulang bukan dalam bentuk gelar pak haji atau bu haji, tapi dalam bentuk perubahan kualitas iman kita. Rasa takut kita di luasnya padang Arafah seolah di tengah    pengadilan di padang mashyarNya, dzikir kita disetiap keadaan selalu bersemangat dalam ibadah, menjaga hati dan lidah kita dari setiap fitnah dan senantiasa mengorbankan harta kita untuk meraih ridhoNya. Itulah buah dari perjalanan iman kita di tanah suci. Perjalanan pendek yang    penuh perjuangan, perjuangan jihad yang membutuhkan harta, nyawa dan keimanan. (Ummu Ridho)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com