Waspada Dan Atasi Penyebab Anak Susah makan



Masalah anak susah makan   biasanya dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 tahun. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi, tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dan sebagainya.
Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat  mengatasinya :

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Sama seperti orang dewasa, menu makan yang sama setiap hari, dan disajikan dengan campur aduk, akan membuat nafsu makan anak berkurang. Untuk itu kita perlu mengatur menu makan anak. Jika perlu, buat menu makan anak minimal selama 1 minggu untuk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Misalnya kalau anak tidak mau nasi, bisa diganti dengan roti, makaroni, pasta,atau mie. Penyajian makanan yang menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dengan lauk pauknya. Hias dengan aneka warna dan bentuk. Jika perlu cetak makanan dengan cetakan kue yang lucu. 

2. Memakan cemilan padat kalori ( misalnya permen, coklat )  menjelang jam makan, akan mengakibatkan anak tidak merasa lapar saat jam makan tiba. Untuk menghindari hal itu kita perlu memberi makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu makan tiba. Dan sebaiknya memberi cemilan sehat lainnya seperti        potongan buah, sayur kukus.

3. Minum susu terlalu banyak. 
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan sempurna yang bisa menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur dan lauk pauknya. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja, yang bisa kita dapatkan melalui ikan, sayur dan buah. Maka langkah pertama kita perlu   mengubah pola pikir kita tentang susu, dan secara perlahan kita mengurangi konsumsi susu anak, yaitu setelah umur satu tahun sebaiknya hanya 2 gelas susu sehari. Dan mulai memperkenalkan berbagai jenis makanan kepada anak. 
(gambar dari: cybermed.cbn.net.id)

4. Terpengaruh  kebiasaan orang  tua-nya.
Perilaku orang tua biasanya mempe-ngaruhi perilaku anak. Misalnya anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang malas makan, akan mengembangkan  perilaku malas makan juga. Dan juga kebiasaan menyuapi anak sampai usia sekolah akan membuat anak malas makan jika tidak disuapi. Oleh karena itu perhatikan, dan ubah kebiasaan dan perilaku orang tua, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar dan menerapkan semua hal yang ia dapat dari lingkungan sekitarnya, terutama orang tuanya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Tidak perlu takut    berantakan. Feeding is about learning. 

5. Muncul sikap negativistik, dilewati     setiap anak.     
Pada usia lebih dari 2 tahun, anak  sering membangkang atau tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak kadang-kadang bilang tidak mau, memuntahkan makanan dengan sengaja, dan lainnya. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase  normal yang dilalui setiap anak usia balita, yang menunjukkan keinginan untuk mandiri. Nah banyak orang tua yang tidak memahami hal ini, sehingga karena khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada orang tua yang mengancam anaknya bahkan  memukul. Cara-cara tersebut harus dihindari.
Semakin anak di usia ini dipaksa, justru akan semakin melawan . Dan ini bisa menjadi trauma bagi anak sampai mereka dewasa, sehingga sering kita lihat ada beberapa orang yang benar-benar menolak nasi atau daging misalnya, karena mungkin di saat usia kanan-kanak mereka mendapat pengalaman yang kurang menyenangkan terhadap kedua jenis makanan itu. Untuk menghindari hal itu, kita harus memahami kondisi anak dengan baik, jangan suka memaksa tetapi juga tidak membiarkan mereka begitu saja. Bina komunikasi yang baik dengan anak. dan bersabarlah menghadapi anak. 

6. Anak sedang sakit / sedih.
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan. Dalam kondisi seperti ini kita ingat kembali konsep komunikasi yang baik. Jangan paksakan anak kalau tidak mau makan. Beri makanan ringan yang padat kalori, seperti makaroni skutel, dan  sebagainya.
Periksakan ke dokter, kalau perlu minta juga vitamin  untuk meningkatkan nafsu makan. Bisa juga diberikan madu, karena madu, selain meningkatkan nafsu makan juga berkhasiat untuk membunuh kuman / bakteri dalam tubuh. Madu juga  mengandung  banyak vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
Yang jelas dan perlu diingat baik-baik oleh setiap orang tua adalah,   seberapapun anak tidak mau makan , ia tidak akan membiarkan dirinya   kelaparan !

Semoga anda adalah salah satu dari ibu yang tetap kreatif mengolah &   menyajikan makanan, bina komunikasi yang baik, terus belajar menjadi orang tua, dan memahami kondisi anak, dan     bersabar. ( Ummu Fathima Zahra)

1 comments:

Staff Ngeditblog mengatakan...

Jika Usia 2 tahun bagi seorang anak sudah seharusnya ia mengkonsumsi makanan seperti layaknya orang dewasa. Sebaiknya kebiasaan menyusui mulai dikurangi. Pengen tahu caranya temukan jawab solusi masalah susah makan pada anak anda di Tanyadok.com Portal tanya jawab seputar kesehatan

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com