Ibu Sehat, Ibu Bijaksana



Tugas seorang ibu dalam rumah tangga tidaklah ringan, banyak aspek yang harus diperhatikannya demi kesejahteraan semua anggota keluarga dalam rumah tangga asuhannya, dari hal-hal kecil seperti melengkapi keperluan sehari-hari suami dan anak-anak, menjaga kesehatan mereka dengan mengupayakan kese-imbangan gizi dalam menu makanan mereka, mendidik anak dalam hal agama,  mengajari mereka bertutur kata santun, bertingkah laku sopan, menyimak dan me-ngenalkan pada mereka bacaan Al Qurán serta hal-hal ringan lainnya sebagai bekal mereka untuk berinteraksi dengan dunia di luar rumah. Oleh karena itu sebagai se-orang ibu rumah tangga kita dituntut untuk selalu tampil sehat baik fisik, mental, sosial maupun spiritual, karena semua hal tersebut diperlukan untuk menjalankan perannya yang demikian komprehensif. Sedikitnya ada 4 aspek yang harus diperhatikan sebagai penentu kesehatan seorang ibu :


1. Aspek Fisik
Faktor penting yang berperan dalam menjadikan seorang sehat atau tidak adalah bagaimana ia memfungsikan karunia   Allah atas tubuh dan jiwanya dalam berinteraksi dengan  manusia lain dan alam sekitar. Seorang ibu yang bijaksana tahu betul cara pemanfaatan waktunya dalam mengatur rumah tangganya, dia tidak akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menonton tayangan televisi yang bersifat hiburan atau obrolan tanpa makna, karena selain tubuh tidak leluasa bergerak dengan terpaku didepan televisi, pekerjaan rumah pun akan jadi terbengkalai. Berbeda bila dia aktif, seperti mencuci, menyapu dan mengepel, atau mengantar jemput anak bersekolah, tentu dengan aktifitas bergerak hormon tubuh akan memacu kerja jantung semakin bersemangat sehingga supplai oksigen ke dalam tubuhpun lebih besar, pikiran dan badanpun jadi terasa sehat, untuk mengimbangi kerja fisik yang berat tersebut seorang ibu harus memperhatikan suplai makanan yang masuk kedalam tubuhnya, tidak asal menge-nyangkan, tapi perhatikanlah keseimbang-an gizi yang didapat, rajin memakan sayur dan buah serta minum air putih dan susu segar sangat dianjurkan demi kelancaran semua aktifitas tersebut.

2. Aspek Jiwa atau mental.
Sehat fisik saja belum bisa menjadi ukuran sehat, seorang ibu dituntut juga untuk sehat jiwanya, kesibukan suami ditempat kerja, anak dengan kegiatan sekolah dan bermainnya, terkadang membuat sang ibu merasa lelah sendiri dengan rutinitasnya yang tanpa henti, disini kembali peran ibu yang bijaksana dituntut, rencanakan liburan bersama dengan   suami dan anak anak pada saat yang tepat, atau kalaupun mereka semua masih dalam kesibukannya, sang ibu bisa memanjakan diri dengan merawat diri sendiri, memperbaiki model rambut misalnya, luluran atau pijat yang bisa dilakukan di rumah, mandi di bawah air shower juga bisa menambah kesegaran rileksasi otot otot yang  terasa pegal setelah bekerja,atau menghadiri acara di luar rumah, semua hal tersebut bisa diagendakan sebelumnya tanpa menganggu aktifitas rumah, buat jadwal rutin, tergantung pada kebutuhan atau kepenatan yang dirasakan. Biasakan juga menghirup      udara segar di pagi hari sebelum memulai aktifitas rumah, sehingga tubuh terasa fresh dan siap dengan rutinitas kerja

3. Aspek Sosial. 
Tekanan mental dan emosional dari lingkungan terkadang membuat seorang ibu cemas untuk melepas anak bergaul de-ngan dunia luar, atau justru sang ibu sendiri yang mengucilkan mereka dari lingkungan dikarenakan ketakutan ter-imbas hal-hal negatif, disinilah letak kepiawaian seorang ibu mengatur semuanya menjadi seimbang, beri pengetahuan pada anak bagaimana seharusnya mereka berada ditengah-tengah orang lain, tidak boleh mementingkan diri sendiri, berkata jujur dan jangan takut selagi mereka benar, juga nilai-nilai pergaulan dengan lawan jenis bisa sejak dini diberitahukan. Ketakutan atau stress pada ibu untuk melarang mereka bergaul malah justru nantinya bisa membuat anak penasaran, sehingga mereka akan mencari tahu sendiri tanpa dibekali penjelasan akibatnya mereka menemukan kesulitan dalam bergaul. Bila anak anak sudah mempunyai rasa percaya diri dalam bergaul tentu tingkat stress ibu pada anak berkurang. Mengunjungi keluarga suami juga bisa diagendakan sesuai kebutuhan, hal ini penting untuk mengetahui per-kembangan keadaan kedua orangtua dan keluarga besar suami. Dan sebaiknya sekali waktu sempatkan diri untuk me-ngunjungi tetangga, sekedar menanyakan kabar kesehatan melalui telepon atau berkirim makanan atau oleh oleh setelah habis bepergian semua hal ini bisa me-nyenangkan hati tetangga, saat saling ber-kunjung usahakan hanya membagi cerita- cerita yang bernilai positif bagi kedua belah pihak, tidak bergunjing tentang teman lain sehingga timbul kebencian   dan merusak kesehatan hati.

4. Aspek Spiritual. 
Orangtua adalah orang pertama yang perbuatannya dicontoh  oleh anak-anak, dan seorang ibu adalah yang paling sering berhubungan dengan anak-anaknya, oleh karena itu ibu sangat berperan dalam pembentukan pribadi anak, agar dalam hal ini ibu bisa meraih sukses dunia akhirat dengan menghadirkan anak-anak ge- nerasi rabbani yang menjunjung tinggi nilai nilai agama maka sudah seharusnya seorang ibu membekali dirinya dengan berbagai ilmu agama, selalu menambah pengetahuannya, menghadiri kajian kajian agama. Tingkatkan hafalan Alquran, lakukan tilawah Alquran setiap hari, luangkan waktu untuk rajin melaksanakan shalat sunnah, dan selalu bersyukur pada Allah atas segala kenikmatan yang diberikan. Didiklah anak sesuai masanya tapi tentu tetap berada pada rambu-rambu tegas agamanya, setiap larangan harus disertai penjelasan yang masuk akal, hindari reaksi marah yang berlebihan pada suatu kejadian yang tidak menyenangkan, tegakkan peraturan dengan kesepakatan bersama sehingga akan ada penghargaan apabila anak mematuhinya dan hukuman bila anak melanggarnya, adanya peraturan dan disiplin dalam rumah bisa me-ngurangi intensitas emosi sang ibu, karena dari awal sudah ada kesepakatan dengan suami dan anak untuk menegakkannya.

Dari keempat aspek tersebut bila di terapkan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan maka akan terprogram di otak kita bahwa semua rutinitas rumah tangga tersebut tidaklah menjemukan, justru menyehatkan, otak kita harus terus diasah untuk bisa mengendalikan waktu sekaligus mengendalikan diri kita sendiri, dengan membiasakan melatihnya maka hasil dari ketekunan tersebut bisa mendekatkan diri pada  Allah, sehingga kita menjadi ibu sholehah yang sehat jasmani dan ruhaninya. InsyaAllah. (Ummu Fathima Zahra).

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com