Hak dan Kewajiban Asisten RT



Oase

 Tentang Hak  dan Kewajiban  Asisten Rumah Tangga

Berbagai persoalan akan hadir kala asisten rumah tangga (ART) atau khadimat dan si pemilik rumah tangga/majikan berada dalam satu atap, karena khusus bagi seorang ibu rumah tangga yang sibuk bekerja di luar rumah keberadaan ART ini sangatlah dibutuhkan.Seringnya timbul konflik ini disebabkan karena banyaknya perbedaan latar belakang, baik kultur budaya, tingkat pendidikan dan terutama watak yang berbeda. Hubungan ART dan majikan sebenarnya bisa menjadi hubungan yang saling menguntungkan dimana satu pihak membutuhkan bantuan tenaga dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan pihak lainnya membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup diri dan keluarganya.

Banyak  kendala yang menyebabkan  tidak harmonisnya hubungan antara ART dan majikan, sulitnya menjalin komunikasi umumnya dikarenakan semua perbedaan diatas, pengertian dan kesabaran memang harus dimiliki secara maksimal bagi ibu rumah tangga yang sangat tergantung akan keberadaan mereka, karena pada kemajuan jaman saat ini loyalitas para pekerja rumah tanggapun sudah jauh berbeda bila dibandingkan saat jaman orang tua kita dulu, dimana pengabdian sang ART bisa sampai puluhan tahun, dari muda sampai berumur seorang khadimat bisa tinggal dan mengabdi pada satu keluarga saja. ART jaman sekarang tak mau tertinggal dengan kemajuan teknologi, memiliki telepon genggam yang selalu berdering disela kerja mereka, berkumpul dengan teman-teman atau meminta libur secara rutin untuk bertemu teman atau keluarga.

Hal mendasar yang harus dibenahi dari hubungan yang kadang diwarnai konflik ini, yakni harus ada rasa kekeluargaan dan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak. Pendekatan secara kekeluargaan terbukti mampu membuat khadimat betah mengabdi dirumah majikan bertahun-tahun lamanya, sedangkan pendekatan secara profesional dengan sederet peraturan kerja yang tidak luwes hanya akan membuat mereka tidak kerasan. Hal lain yang tak kalah penting adalah menanamkan kepercayaan dan rasa memiliki sehingga akan membuat mereka merasa dibutuhkan dalam keluarga. Nabi kita tercinta, Rasulullah SAW sejak berabad lalu sebenarnya sudah mencontohkan bagaimana hubungan yang harmonis antara majikan dan khadimat, lihat saja Zaid bin Haritsah pelayan yang kemudian menjadi anak angkat beliau (yang pada saat itu masih dibolehkan), serta Anas bin Malik keduanya sangat mencintai Rasulullah, tidak pernah terdengar adanya konflik selama mereka mendampingi nabi, hal ini tentu karena Rasulullah bisa melakukan pendekatan yang lebih mengarah kepada mengayomi, mendidik dan komunikatif. Ya, seorang majikan sepertinya tidak boleh alpa untuk memperhatikan kebutuhan psikologis mereka meski ditengah kesibukan aktifitas kerja diluar rumah, memberi apresiasi terhadap kerja mereka memang terkadang lebih berarti dan sangat dinanti oleh mereka dari pada sekedar menghujani mereka dengan berbagai hadiah dan uang ekstra, mengucapkan terima kasih pada hal apa saja yang sudah mereka lakukan dan sesuai harapan majikan, memberi pujian pada hal yang sepele sekalipun, memberi ucapan selamat tidur/beristirahat pada setiap malam, atau makan dan duduk di atas kursi yang sama, hal ini semua terkadang luput dari perhatian seorang majikan yang sudah terlalu lelah bekerja di luar rumah. Kembali kepada hak dan kewajiban, sepertinya seorang majikan harus mendahulukan kewajibannya mendidik dan mengayomi khadimat barulah kemudian dia bisa mendapatkan haknya untuk dipatuhi dan dilayani oleh sang khadimat. Kalau kemudian semua sudah dilakukan oleh majikan mendekati sempurna dan ternyata masih saja ART tidak kerasan maka kembali lagi introspeksi diri, tingkatkan kesabaran dan pengertian, jalin komunikasi dan carikan solusi untuk mencapai kata sepakat, apapun hasilnya usahakan untuk yang terbaik bagi kedua belah pihak. Namun kesempurnaan bukanlah milik manusia, manusiawi sekali bila terjadi kecacatan dalam pelaksanaan kewajiban dan penuntutan hak tadi, semua kembali pada manusia yang menjalaninya, bisa menerima dengan lapang dada semua kekurangan atau justru menjadikan masalah pada suatu hal yang sebenarnya bisa dicarikan jalan keluarnya. Karena ketahuilah bahwa keseimbangan dalam melaksanakan kewajiban dan hak akan mendatangkan cinta tanpa batas........ yang dapat memberi tanpa meminta, yang sanggup memberi lebih...(Ummu Rafi)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com