Iedul Adha 1432 H Di Krakow


Alam Islami


Krakow adalah tanah bekas jajahan komunis, tanah kelahiran Paus Paulus 2, dan tanah yang terkait dengan peristiwa fitnah holoucast Yahudi, semoga lain kali kami berkesempatan untuk menceritakan lebih banyak hal tentang Krakow ini. Tiga tahun tinggal disini, telah membuat saya lebih dapat membuka mata dan hati. Dahulu cuma 'tau di buku atau media televisi' tentang sejarah Perang Dunia ke 1, ke 2, juga tentang agen-agen intel yang selalu menekan ummat Islam. Di Krakow, saya benar-benar mengerti mengapa banyak saudara/i kita yang menyembunyikan keislamannya, yang melakukan pernikahan dengan ummat beragama lain, atau bahkan yang bersikap 'pura-pura jahat', 'pura-pura gila', dll, penduduk Krakow mayoritas katholik dan orthodok taat, bahkan setengahnya benar-benar buta internet, sehingga 'hanya' mengetahui Islam dari segala fitnah media (Islamofobia marak di Eropa saat ini).


Detik detik iedul adha yang sangat berarti bagi umat muslim Krakow

Subhanalloh…Mataku sampai basah hingga ke pipi dan sajadah tatkala kami melaksanakan sholat maghrib usai meminum jus jeruk + kurma ta’jil, shaf sisters mencapai tiga barisan, this is amazing! Kami berkumpul hari sabtu, 9 dzulhijjah untuk berbuka puasa bersama. Brothers yang hadir sekitar 35 orang, sedangkan sisters yang hadir sekitar 25 orang, dan anak-anak 7 orang. Subhanalloh, imbas dari cepatnya informasi tersampaikan, maka banyak muallaf (muslim Krakow) yang menghubungi email para aktivis masjid. Kami pun bisa saling berkunjung, berjumpa di saat ada kelonggaran waktu. Syukron jazzakumulloh buat eramuslim pula…

Betapa mahalnya ikatan ukhuwah islamiyah nan erat, amat berharga bagi setiap mukmin yang ingin selalu menjaga keimanan pada-Nya, Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” (QS.Al-Ashr: 1-3)
Puasa Arafah dan berbuka puasa di Krakow merupakan moment yang sangat istimewa, semua brothers/sisters membawa kue kecil atau ragam menu masakan khas dari daerah mereka. Kami berbuka puasa pada jam empat lewat lima belas menit, waktu maghrib untuk Krakow di musim gugur ini. Setelah meminum jus atau melahap sebutir kurma, kami berdiri sholat maghrib berjama’ah.

Usai maghriban, barulah kami melahap menu makan malam tersebut. Saya sekaligus saling berkenalan dengan beberapa muslimah yang baru kali itu berkesempatan hadir, mereka berasal dari Azerbaijan, Egypt, Srilanka, Moroko dan kota Katowice. Takbiran dilakukan sekitar setengah jam. Pukul enam, kami sudah melaksanakan sholat Isya’ berjama’ah dan membersihkan ruangan di ul.Jana sobieskiego tersebut. Sekitar pukul setengah delapan malam, kami sudah berada di appartemen kembali.

Di hari ahad keesokan harinya yang merupakan 10 Dzulhijjah 1432 H, brother Abu Azzam pulang dari masjid sekitar pukul setengah tujuh, usai sholat subuh. Setelah kami merapikan dapur bersama, membantu anak-anak mandi dan berpakaian rapi, kami pun berangkat dari rumah jam 07:30 dengan taxy menuju masjid. Takbiran dilanjutkan kembali, Alhamdulillah pukul delapan pagi khotbah dimulai, dilanjutkan dengan sholat Iedul Adha.

Isi khotbah secara umum sama dengan tausiyah lainnya di saat iedul adha, nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah memberikan contoh nyata tentang cinta dan pengorbanan tulus terhadap Sang Pemilik Semesta. Kita berharap Allah ta’ala senantiasa memudahkan diri ini untuk istiqomah di jalan yang diridhoi-Nya, rela berkorban karena cinta pada jalan perjuangan di agama-Nya yang lurus. Insya Allah.

Usai sholat ied dan saling mengucapkan selamat hari raya, saling mendo’akan saudara-saudari, lalu hal yang unik adalah perencanaan kurban, rencana ini dadakan, beberapa hari sebelum iedul adha 8 brothers ingin menunaikan kurban di Krakow. Mereka sepakat untuk memotong kurban, beramai-ramai menuju peternakan yang berada di luar kota, sekitar 50 km dari Krakow.

Lagi-lagi, ini adalah kurban perdana di Krakow, 1432 Hijriyyah. Usai shalat ied, sisters mengadakan acara tersendiri. Brothers yang bertekad ingin berkurban di Krakow pergi ke peternakan dengan dua mobil pribadi. Rombongan kecil ini tersesat di jalan, sempat stuck akibat kemacetan lalu lintas yang parah (karena di Poland sedang berhari libur pula).

Meskipun manajemen waktu dalam kegiatan berkurban itu belum efektif, cuaca di luar naik-turun drastis dengan angin kencang yang selalu berhembus, pulang dari luar kota pun sudah tengah malam (sekitar pukul 11 malam), namun brothers kita ini amat bahagia telah menunaikan kurban di Krakow. Pendistribusian daging kurban (yang mereka potong-potong sendiri malam itu) dilakukan pada keesokan harinya di waktu shalat isya’ di masjid.

Saya teringat dengan kondisi di Indonesia, sekarang ini kalau kita mau berkurban di tanah air, bisa tinggal ‘sms-an’, telepon atau via email, alat komunikasi sudah canggih, dan dana bisa ditransfer, selanjutnya kita bisa melihat laporan acara pemotongan kurban yang dilaksanakan oleh badan yang telah kita percayai itu. Atau bisa melihat foto hewan kurban kita, dan bisa langsung lega, ‘Alhamdulillah telah melaksanakan kurban’, tentu amat mudah.

Berbeda dengan komunitas muslim Krakow, atau di kota lainnya yang ummat muslim menjadi penduduk minoritas, ternyata kami harus ke peternakan sendiri, memilih domba atau sapi sendiri, menanyakan harga hewan ternak tersebut, membayar langsung di tempat, memotong sendiri, menuai pengalaman menguliti, membersihkan, kemudian membawa daging tersebut dengan dipanggul sendiri ke rumah masing-masing, lalu menghubungi saudara-saudari muslim lainnya agar membantu pendistribusian daging tersebut. Subhanalloh, Allahu Akbar! Alangkah indahnya pelajaran-Mu, duhai Robbi…

Pada sholat Iedul adha 1433 H beberapa hari lalu, imam sholat Ied adalah Abu Azzam. Beberapa menit usai sholat dan mendengarkan khotbah, mayoritas brothers dan sisters kembali bekerja atau melanjutkan perkuliahan karena hari jumat itu bukan hari libur di Poland.

Pada hari sabtu, 11 Dzulhijjah 1433H, beberapa brothers pergi ke peternakan (di luar kota Krakow) sementara itu sisters mengadakan makan siang bersama di masjid, hingga waktu ashar tiba. Alhamdulillah kami dapat menikmati menu-menu halalan thoyyiban dan merasakan suasana iedul adha yang mengesankan di negeri minoritas muslim ini.
Salam ukhuwah dari Krakow, Semoga Allah ta’ala melimpahkan perlidungan terbaik-Nya bagi ummat muslim sedunia, Ied Mubarak!

(Riry Krakow, 15 dzulhijjah 1432 H)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com