Berbaktilah - Biirul Walidain



Berbaktilah
Resensi Buku

Pesan sederhana penulis buku ini terlihat jelas di sampul buku “Berbaktilah….” Sederhana namun mampu menggerakkan hati nurani untuk melakukan instropeksi diri dan menyadarkan kita bahwa sebelum menjadi siapapun, setiap kita  adalah anak dari ibu-bapaknya, karenanya “berbakti” adalah suatu kewajiban sekaligus kebutuhan.
Buku yang ditulis oleh seorang master bidang strategic studies, yang dipercaya memimpin banyak organisasi social dan agama,terbagi dalam 11 point pembahasan, dengan kata-kata yang lugas dan mudah di mengerti, satu demi satu penulis membahas topic-topik berawal dari kalimat “Wahai Anak Manusia!” yang membuka kesadaran bahwa tidak mungkin seorang manusia ada tanpa ada Tuhan yang menciptakannya dan tidak mungkin seorang manusia lahir kecuali karena ia adalah anak dari sepasang manusia Ibu dan Bapak.



Bahasan berikutnya tentang “Durhaka” yang bisa diartikan sebagai hal-hal yang mengganggu kenyamanan orang tua termasuk di dalamnya adalah bergaya nge-boss atau memerintah orangtua, menomorduakan setelah istri dan anak atau merusak rumah orangtua yang dijabarkan sebagai membawa hal-hal yang tidak disukai orangtua. Kemudian pembaca akan terus terbawa ke bagian saat orangtua “sepuh” yang merupakan waktu emas bagi kita untuk merawat dan membimbingnya agar menjadi manusia yang terbaik kondisi akhirnya dengan cara mengkhususkan waktu bersama orangtua, mendampingi secara spiritual dan dukungan produktif di masa tua mereka.
Pembahasan pada tiap tiap point dalam buku ini mudah dipahami, komposisinya tepat dan bentuknya yang kecil seperti buku saku adalah sejumlah kelebihan buku ini. Alur tulisan mengalir dengan enak  tentang bagaimana cara membalas budi ke orangtua, bagaimana totalitas berbakti dan solusi kemanusiaan dan tantangan kedewasaan yang harus dihadapi ketika seorang anak mendapatkan perlakuan tidak baik dari orangtuanya sekalipun, dan hal ini tidak menjadikan kewajiban berbaktinya hilang.
Pada tulisan berikutnya ada penjelasan yang lebih detail tentang bagaimana seorang anak harus berbuat baik meskipun setelah orang tua tiada. Ada 7 hal penting yang bisa dilakukan sekaligus manfaat dari melakukannya diantaranya mendoakan kedua orangtua, menyolatkan, membayar hutang-hutangnya dan melaksanakan wasiatnya.
Akhirnya penulis menutup tulisannya dengan bahasan agar mereka tersenyum sebagai epilog baik untuk orangtua yang masih ada maupun yang telah tiada, bahwa kita tetap memiliki kewajiban untuk membuat orang tua tersenyum di “sana”. “Berbuat baiklah kepada orangtuamu, niscaya anak-anakmu akan berbuat baik kepadamu”.(HR. Thabrani)

-----------------------------------------------------------------------
·     Judul Buku : Birrul Walidain
·     Penulis : H.Arya Sandhiyuda As.SSos.Msc
·     Tebal Buku : 87 Halaman
·     Penerbit : Pustaka IKADI
·     Tersedia di perpustakaan Al Husna




0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com