Ibunda Ummu Habibah binti Abu Sofyan




Serial Ummahatul Mukminin

6. Ibunda Ummu Habibah binti Abu Sofyan r.ha

Ibunda Ummu Habibah r.ha, beliau ibarat mawar di tengah belukar. Kecantikan dan keharuman imannya tak pernah pudar meskipun di tengah kekafiran kaumnya. Ramlah binti Shakhar (Abu Sofyan) bin Harb bin Unayyah bin Abdi Syams itulah nama aslinya, adalah seorang wanita yang sangat cantik, sangat cerdas, fasih berbicara, dan memiliki kepribadian yang kuat, dilahirkan tiga belas tahun sebelum masa Nubuwwah, di tengah keluarga salah seorang pemimpin kaum musyrik Mekah yang sangat memusuhi dakwah Rasulullah, yaitu Abu Sofyan, ibunya bernama Shafiyah binti Abil Ashi, yang merupakan bibi Utsman bin Affan r.h.

Beliau masuk Islam atas ajakan sang suami, Ubaidillah bin Jahsy. Kecantikan dan keimanan mawar indah ini, telah teruji. Dari sini kita bisa melihat, betapa indah dan kuatnya beliau. Kisah ini diawali pada masa penyiksaan terhadap kaum muslimin yang dilakukan oleh kaum musyrikin Mekkah, kemudian Rasulullah memerintahkan mereka untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Ketika itu Ramlah tengah mengandung bayinya yang pertama. Setibanya di Habasyah, bayi Ramlah lahir yang kemudian diberi nama Habibah. Beberapa tahun tinggal di Habasyah, kaum muslimin sangat mengharapkan kesedihan akan cepat berlalu dan barisan kaum muslimin menjadi kuat, tetapi kondisi ini tak kunjung datang. Kondisi itulah yang menyebabkan Ubaidillah memiliki keyakinan bahwa kaum muslimin tidak akan pernah kuat. Tampaknya dia sudah putus asa sehingga sedikit demi sedikit hatinya mulai condong pada agama Nasrani, agama orang Habasyah, sampai akhirnya dia terus-menerus minum-minuman keras sehingga merenggut nyawanya.”



Kesedihan yang menimpanya, tidak pernah merenggut keimanannya. Ujian yang sangat berat, tetapi akankah kita mengira bahwa semua itu akhir dari kebahagian. Semerbak keharuman iman di tengah derita yang menimpanya, telah menggerakkan hati seorang manusia pilihan, yaitu Rasulullah SAW. Inilah penuturan Ibunda Ummu Habibah, “Setelah masa iddahku habis, seorang utusan Najasyi mendatangiku dan meminta izin, Dia berkata, ‘Raja berkata kepadamu, ‘Rasulullah mengirimiku surat agar aku mengawinkan kamu dengan beliau.” Kemudian Ummu Habibah kembali dari Habasyah. Beliau disambut dengan hangat dan hormat oleh istri-istri Rasulullah.

Semerbak mawar pun tak pernah pudar meski di tengah taman impian, bahkan wangi imannya lebih harum dan mempesona. Inilah kisahnya, pada saat kaum muslimin akan membalas pembantaian atas Bani Quza'ah, kaum Quraisy memilih jalan damai dengan mengutus Abu Sofyan untuk berdiplomasi. Sesampainya di Madinah, Abu Sofyan tidak langsung menemui Rasulullah, tetapi dia menemui Ibunda Ummu Habibah, dengan maksud untuk mendapatkan pertolongan dari putrinya itu Abu Sofyan masuk ke dalam rumah dan akan duduk di atas tikar. Melihat itu, Ummu Habibah segera melipat tikar (kasur) sehingga tidak diduduki oleh Abu Sofyan. Abu Sofyan sangat kecewa , kemudian berkata, “Apakah kau melipat tikar itu agar aku tidak duduk di atasnya atau menyingkirkannya dariku?” Ummu Habibah menjawab, “Tikar ini adalah alas duduk Rasulullah, sedangkan engkau adalah orang musyrik yang najis. Aku tidak suka engkau duduk di atasnya.”
Perjuangan iman yang tidak ringan ini, akhirnya dibalas oleh Allah dengan hadiah indah, yaitu dengan keislaman ayahanda beliau, Abu Sufyan, pada saat Fathul Mekkah.
Setelah Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassalam wafat, Ummu Habibah hidup menyendiri di rumahnya hanya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lihatlah bagaimana beliau menghabiskan waktunya, Ummu Habibah berkata, “Sungguh aku tidak pernah meninggalkannya setelah aku mendengar dari Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassalam, “Barang siapa yang shalat sebanyak dua belas rakaat sehari semalam, niscaya Allah akan membangun baginya rumah di surga.’” (HR. Muslim)
Ummu Habibah wafat pada tahun ke-44 Hijriyyah. Jenazahnya dikuburkan di Baqi’ bersama istri-istri Rasulullah yang lain.(Ummu Yahya)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com