MEMBINA HUBUNGAN ANTARA IBU DENGAN ANAK PEREMPUAN



Dunia Hawa
MEMBINA HUBUNGAN ANTARA IBU DENGAN ANAK PEREMPUAN

 Hubungan ibu dan anak perempuan berbeda dengan hubungan ibu dan anak laki-laki, terutama dalam hal membimbing anak perempuannya menjadi seorang wanita. Anak perempuan membutuhkan bimbingan seorang ibu dan dukungan dalam persahabatan, bagaimana memilih teman, dan bagaimana menjadi teman. Jika ada salah satu komponen dari hubungan yang sehat tersebut hilang, maka hubungan ibu dan anak perempuan menjadi tidak berfungsi dengan baik. Jauh sebelum kelahiran anak perempuannya, seorang ibu, secara naluriah sudah menciptakan hubungan yang khusus antara dia dan bayinya. Seorang Ibu menghasilkan ikatan kimiawi yang dikenal sebagai oksitosin yang diproduksi selama masa kehamilan dan menyusui. Oksitosin yang diproduksi oleh ibu mengurangi kecemasan antara ibu dan bayinya.

Kebanyakan anak perempuan akan menjadikan ibunya sebagai teladan atau role model.  Sebab ibu adalah referensi terdekat yang dimiliki anak perempuan untuk mendefinisikan diri sebagai perempuan. Jika ibu pintar membuat kue, anak perempuan pun ingin belajar membuat kue, dan jika Ibu sedang kerja di depan komputer atau menelepon, anak juga akan meniru perilaku ibu. Anak perempuan tidak bisa dilepas dalam waktu cepat dari ibunya, karena akan menimbulkan jarak diantara keduanya.

Tetapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa hubungan ibu dengan anak perempuan akan selalu berjalan mulus. Karena itu, komunikasi adalah kunci utama untuk tetap bisa menjaga interaksi yang baik antara keduanya. Dan komunikasi yang baik adalah didasari pada kesadaran masing-masing pihak akan peran mereka.
Dan ini semua bisa tercipta jika kita memiliki bahasa cinta sebagai ibu dan anak perempuan. Bahasa cinta tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

Ibu adalah role model bagi anak perempuannya untuk mendefinisikan diri sebagai perempuan.


Untuk Ibu:

1. Mendengarkan tanpa disertai kritikan. memberikan kebebasan dan kenyamanan bagi anak kita untuk mengekpresikan apapun yang dirasakan dan yang dipikirkannya. Anak-anak adalah individu yang utuh yang tak perlu dibentuk sama persis dengan karakter kita. Dengan menghargai eksistensinya, kita telah membekali anak perempuan kita dengan kesadaran untuk menghargai orang lain termasuk kita sebagai ibunya.

2. Memuji anak perempuan kita. Pujian, bagi semua anak adalah energi positif yang bisa mendongkrak rasa percaya diri mereka. Jadi, jangan pernah pelit dengan pujian. Misalnya ketika menyuruh atau membujuk anak untuk belajar, kita bisa menggunakan kata-kata “ ayo anak cantik, anak umi yang sholehah, atau anak pintar”……dst, sambil mencium, memeluk atau menggandeng tangannya ke meja belajar.

3. Mengetahui kegiatan apa saja yang diikutinya di sekolah. Ini akan membuat kita mengerti aktivitas apa saja yang membuat anak perempuan kita merasa bisa mengaktualisasikan dirinya. Dan secara tidak langsung, kita bisa membaca karakter mereka. Beri kebebasan terhadap pilihannya dan biarkan mereka bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

4. Membuat kegiatan ibu dan anak perempuan bersama. Membuat acara bersama seperti belajar memasak atau membuat kue, belanja, dan piknik bersama, akan menjadi cara yang menyenangkan untuk berbagi pengalaman dan pemikiran. Sehingga kita bisa mengetahui apa yang tengah dialami anak, tanpa merasa seperti sedang menyelidikinya.

5. Memberikan bekal dan keberanian untuk menjadi perempuan mandiri. Kemandirian sebenarnya diawali dari kepercayaan orang tua pada anak-anaknya. Karena itu, percayai anak perempuan kita, maka dia akan dapat lebih menghargai hidup dengan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Untuk anak perempuan :

1. Menghargai ibu sebagaimana adanya dia. Percayalah bahwa ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Tidak heran jika hal ini kadang-kadang membuat ibu menjadi sangat protektif ketika menyadari adanya perbedaan pendapat dengan anak-anaknya. Jadi hargailah segala pendapat dan keinginannya. Sampaikan perbedaan pendapat tersebut dengan penjelasan yang baik, sehingga ibu mengerti dan memahami perasaan kita.

2. Berbagi cerita bersama ibu. Saat kita terbuka pada ibu, mereka bisa menjadi salah satu sahabat terbaik kita. Jadikan momen berdua itu untuk berbagai cerita, emosi, dan momen special bersama ibu.

3. Bersahabat dengan ibu. Ketulusan ibu untuk mencintai dan mendukung anak-anaknya akan menjadi motivasi terbesar dalam hidup kita dan energi yang tak pernah padam, terutama disaat kita mencoba untuk mewujudkan berbagai impian kita. Hal ini akan membuat kita selalu punya motivasi dan semangat yang besar untuk menghadapi berbagai rintangan dan hambatan dalam menggapai keberhasilan kita.

Dan akhirnya, semoga tulisan ini bermaanfaat bagi ibu yang memiliki anak perempuan untuk lebih memahami sifat dan karakter mereka, sehingga bisa tercipta hubungan yang lebih erat, akrab dan harmonis. Hubungan yang saling menguntungkan dunia akhirat bagi ibu dan anak perempuan. (Ummu Fathima Zahra)

1 comments:

Anonim mengatakan...

Adakah emak tak sayang anak??

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com