PENYEBAB DAN TIPS MENCEGAH PIKUN (DEMENTIA)




Dalam Islam merawat orangtua merupakan suatu kewajiban, dan menjadi hak orangtua atas anak. Perintah untuk berbuat baik pada orangtua terdapat dalam Al Quran, QS. Al Ahqaf 15. Yang artinya : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Saat fase kehidupan berganti, ada banyak perubahan yang kita alami, kalau dulu sebagai seorang anak setiap kebutuhan hidup kita dilayani oleh kedua orangtua, saatnya kini kala kedua orangtua kita berusia senja, seorang anak yang berbakti akan mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya pada kedua orangtuanya dengan sepenuh hati.
Proses penuaan merupakan suatu kondisi normal yang harus disikapi dengan penuh pengertian, proses ini ditandai dengan menurunnya produktifitas kerja, kemampuan penglihatan dan pendengaran berkurang, penggunaan oksigen secara maksimal menurun, kekuatan otot-otot tubuh mengendur, otak mengalami kemunduran daya ingat atau dimensia karena sel-sel syaraf mulai banyak mengalami kerusakan, semua keadaan ini akan memunculkan banyak permasalahan bagi seorang lansia. Berhentinya menstruasi (menopause) pada wanita menyebabkan rambut rontok, badan merasa panas dan gerak libido menurun, sedangkan pada pria (andropause) menyebabkan loyo, tidak bersemangat bahkan impoten. Masalah umum lainnya pada lansia adalah emosi tidak stabil, konsentrasi terganggu, pikun, mudah tersinggung, dan merasa kesepian.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membuat orangtua kita tetap bahagia diusia senja, penjelasan berikut semoga dapat membuat kita lebih peka terhadap setiap keluhan dan kebutuhan mereka.

1.Kebutuhan makanan sehat.                                                                                    
Secara fisiologis bertambahnya umur menjadikan kemampuan indra perasa menurun sehingga selera makan menurun, hal ini menyebabkan asam lambung meningkat, ada beberapa pilihan menu yang bisa kita sajikan, makanan yang direbus atau dikukus lebih diutamakan daripada yang digoreng. Hindari memberikan makanan yang terlalu pedas, terlalu asin atau manis, dan hindari makanan yang berlemak dan berminyak. Keseimbangan gizi, buah-buahan, sayuran, vitamin, mineral dan susu, semua dibutuhkan dalam kadar yang memadai, juga mengandung cukup serat dan cairan. Berkonsultasi dengan dokter tentang diit untuk orangtua, apa yang mesti mereka makan dan apa yang menjadi larangan untuk dikonsumsi mereka, hal ini tentu akan sangat membantu mempertahankan kesehatan mereka tetap stabil meski di usia senja.
2.Menemani orangtua.
Berkumpulnya semua anggota keluarga untuk bercanda bersama, berkomunikasi, tentu sudah sangat jarang terjadi saat anggota keluarga terutama anak-anak sudah mempunyai kehidupan dengan keluarganya masing masing, hal ini akan membuat orangtua rindu saat saat kebersamaan. Kesepian, depresi dan stress, seringkali dialami oleh orangtua yang berusia lanjut, untuk itu disela kesibukan kita, sebagai seorang anak kita harus menyempatkan diri menemani kegiatan mereka, berkebun misalnya, berolahraga jalan kaki bersama atau berkreasi membuat hal-hal yang sederhana, ciptakan suasana yang hangat dan penuh perhatian, hindari perkataan kasar dan dengarkan keluhan mereka saat kita sedang bersama, karena kondisi emosi mereka sangat rentan dan mudah bersedih. Lakukan semuanya dengan sepenuh hati, tanpa pamrih juga dengan kesabaran tinggi.
3. Lakukan check up kesehatan secara rutin.
Kondisi kesehatan orang yang lanjut usia secara normal memang berubah, kalau tadinya mereka begitu kuat melakukan apa saja, saat berusia lanjut mereka merasa tidak bisa lagi melakukannya, timbulah keluhan keluhan, cepat lelah, sesak nafas, jantung berdebar, atau seringnya buang air kecil. Sebagai seorang anak sudah sepantasnya kita dengarkan keluhan-keluhan mereka, walaupun terkesan sepele, dengarkan secara teliti dan seksama dan ajak mereka untuk memeriksakan kesehatannya ke dokter.
4. Mengajak orangtua untuk lebih dekat pada Allah.
Perawatan spiritual bagi orangtua lanjut usia sangat penting, mengajak atau menemani mereka untuk shalat bersama, mengaji bersama, menghadiri ataupun mendengarkan pengajian bersama begitu berharga untuk kesehatan ruhani mereka dan melatih kemampuan berfikir tetap bersih, karena dengan shalat dan mengaji terhindar dari fikiran buruk dan kecemasan-kecemasan yang tidak berarti. Sehingga dalam menjalani hari-hari diusia senja mereka tetap bermanfaat dan tidak menjadi beban karena pemahaman agama yang dimiliki mampu membuat mereka siap dan tetap berdaya guna, tidak menjadikan mereka pelupa atau menjadi pikun.
Adapun tentang menurunnya daya ingat atau dimensia di hari tua dapat kita atasi atau kita cegah sedini mungkin, hal-hal berikut dapat kita lakukan saat usia belum memasuki lansia, diantaranya :
1. Konsumsi karbahidrat di pagi hari.
Sel otak Anda membutuhkan karbohidrat untuk berfungsi secara optimal. Roti gandum panggang mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk diet dan otak Anda.
2. Olahraga Pagi Sebelum Bekerja
Olahraga meningkatkan peredaran darah ke otak dan menyuplai lebih banyak oksigen serta glukosa yang sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar. Anda dapat mempelajari kosakata baru 20% lebih cepat setelah berolahraga.
3. Browsing Ketika Jam Makan Siang
Sebuah studi di University of California menunjukkan, menghabiskan waktu selama satu jam sehari di internet dan browsing mengenai hal yang Anda sukai dapat menstimulasi bagian frontal lobe otak, yang menyimpan memori jangka pendek.
4. Perhatikan Tempat Parkir Mobil Anda
Selalu lupa di mana Anda memarkir mobil? Cobalah cara ini untuk mengatasinya. Begitu keluar dari mobil, lihatlah ke sekeliling tempat parkir Anda, lalu gerakkan mata Anda ke kiri dan kanan setiap satu atau dua detik selama 30 detik. Latihan visual ini dapat meningkatkan memori jangka panjang Anda hingga 10%.
5. Gunakan Dental Floss Sebelum Tidur
Menggunakan dental floss secara teratur dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut, begitu pula dengan daya ingat. Apabila Anda tidak menggunakan dental floss, dapat terjadi pembengkakan di gusi dan meningkatkan risiko masuknya bakteri dalam aliran darah, yang dapat menyebabkan radang di bagian tubuh termasuk otak. Gunakanlah dental floss dua kali sehari untuk mencegah hal tersebut.
6. Menjadi Seorang Pemimpin
Para peneliti dari University of New South Wales, Australia telah menemukan bahwa dengan menjadi seorang pemimpin dapat memberi perubahan struktural dalam otak dan melindungi memori di usia tua.
7. Menghindari Makan Berlebihan
Seperti yang dikutip dari Daily Mail, mengonsumsi 2.100 hingga 6.000 kalori tiap hari bisa mengakibatkan pikun serta gangguan kognitif ringan saat tua nanti. Adanya temuan tersebut menunjukkan bahwa melakukan diet rendah kalori dapat menjaga pikiran tetap tajam di masa tua nanti.
8. Minum Jus Anggur
Peneliti dari bagian psikiatrik University of Cincinnati percaya bahwa kandungan antioksidan yang terdapat pada kulit dan daging buah anggur dapat mengurangi bahkan mengembalikan memori di otak yang sudah hilang. Hasilnya, peneliti menemukan pengurangan  risiko gangguan ingatan hingga 76 % bagi mereka yang suka minum jus 3 kali seminggu.
9. Mengkonsumsi Kunyit
Para ahli dari Linkoping University, Swedia, menyarankan, memasukkan kari yang berbumbu dasar kunyit ke dalam menu harian sebanyak sekali atau dua kali dalam seminggu. Peneliti berpendapat, kandungan tinggi kurkumin dalam kunyit berperan sangat penting dan merupakan agen utama yang mencegah terjadinya demensia.(Eka)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com