Dunia Maya



Dunia Maya

Luapan kegembiraan, kesedihan, kemarahan, keluhan-keluhan panjang tentang pasangan hidup, teman dekat atau sahabat kini bebas terpajang dalam status layanan online dan bisa dibaca banyak orang. Berbagai bentuk iklan yang disertakan foto-foto vulgarpun tak luput bebas dilihat banyak mata.

Berbagai hal yang dianggap tabu, sekarang jadi lumrah dibicarakan dimuka umum dengan dalih berbagi atau share. Obrolan-obrolan  ringan tersebut kadang tersampaikan tanpa filterisasi, tak ada visualisasi verbal yang mengkoreksi setiap ucapan, point-point penting yang mestinya tersimpan akan terungkap tanpa beban, semua terlampiaskan dengan ringan, lewat pesan singkat tanpa biaya.

Andai saja hati dan mulut ini selalu terjaga dalam kebaikan selama 24 jam tentulah kita akan aman, tapi apalah daya manusia, emosi jiwa yang menguasainya terkadang lebih berkuasa. Kecintaan yang berlebihan pada benda terkadang mendatangkan pengagungan yang salah, bahwa dari dunia maya kita bisa sharing segala cerita, gundah gulana dan kesedihan jiwa, sejatinya semua diukur dari hasil yang kasat mata, ada jawaban atas keluh kesahnya, entah itu mendukung dengan memberi penyelesaian yang benar,atau justru membuat situasi semakin meriah, indah untuk dipublikasikan, memperlebar masalah, menggali lebih dalam dan siap dicomment semua teman dalam jagad dunia maya. Lantas kemana perginya kepercayaan akan keberadaan Allah yang Esa? bahwa Dia dan hanya Dia yang Maha mengetahui segala masalah.

Tak ada kegundahan yang tak bertepi, tak ada masalah yang tak teratasi, dan dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Namun bukan keberadaan teknologi yang tercap salah, tapi pemanfaatannya yang harus dikembalikan pada porsinya. Banyak pihak yang bisa memanfaatkan kecanggihan inidengan sharing ilmu agama atau pengetahuan lain, berbagi kisah untuk direnungkan dan diambil hikmahnya, oleh karenanya mengumpulkan pertemanan online dengan orang orang yang kita kenal kebaikannya patut dipertimbangkan dengan bijaksana.

Lantas adakah yang harus dibenahi? setidaknya mari memulai dari diri sendiri. Konsep kembalikan semua keluh kesah dan masalah hanya pada Illahi, jangan sampai teralihkan pada benda. Dia yang memahami segala kondisi. Saat niat dan ingatan kita pada penyelesaian masalah tertuju hanya pada-Nya, ada terbesit rasa percaya bahwa kita tidak sedang sendiri meratapinya, ada Dia yang berada lebih dekat dari hati ini.Saat langkah terpanggil untuk berwudhu mensucikan diri ada rasa damai membasuh sisi-sisi jiwa yang lusuh. Saat sajadah terbentang siap menghadapNya ada getar dahsyat yang membenarkan langkah bahwa hanya Dia tempat kita bercerita tentang sedih dan gembira dalam setiap sandiwara dunia fana.

Ya Allah jagalah langkah ini untuk selalu datang pada-Mu pada setiap jengkal permasalahanku.. jauhkan pikiran ini dari keinginan
lain yang ingin berlari menjauh dari-Mu....peliharalah lidah ini agar tidak berkeluh kesah hati selain kepadaMu, Amin. (Ummu Rafi)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com