Ibunda Zainab binti Khuzaimah, r.ha



Kisah Para Teladan 

Serial Ummahatul Mukminin
Ibunda Zainab binti Khuzaimah, r.ha

Kalau kita membaca buku-buku tentang  Ummahatul mukminin, kisah tentang Ibunda Zainab binti Khuzaimah, r.ha memang tidak begitu banyak dibandingkan dengan kisah para istri Rasulullah yang lain. Tetapi kisah yang sedikit ini tetap mampu memberikan keteladanan tersendiri bagi kita, kaum muslimin pada umumnya dan kaum muslimah pada khususnya.
Ibunda Zainab binti Khuzaimah, pada saat dinikahi oleh Rasulullah, beliau dalam keadaan sebagai seorang janda dari Ubaidah binti Harits, anak paman Rasulullah SAW, salah seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul-Muththalib dan Ali bin Abi Thalib.
Nama lengkap beliau  adalah Zainab binti Khuzaimah bin Haris bin Abdillah bin Amru bin Abdi Manaf  bin Hilal bin Amir bin Sha’shaah al-Hilaliyah. Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamathah.

Beliau termasuk  kelompok orang yang masuk Islam pertama kali dari golongan wanita. Beliau memang bukan seorang yang berwajah cantik, lemah, dan terjangkit penyakit,sebagaimana dituturkan oleh sang suami yang sedang bersedih disaat akan meninggalkannya. Pada saat Ubaidah bin Harits akan meninggal dunia ,tiba-tiba air matanya meleleh; sehingga para shahabat bertanya kepadanya: "Kenapa engkau menangis wahai Ubaidilah; padahal Allah SWT sudah menjanjikan kepada kita dua kebaikan: kemenangan dan syahid?” Ubaidah berkata: aku teringat akan istriku Zainab binti Khuzaimah, apa yang akan terjadi padanya setelah aku meninggal. Aku menangis karenanya, dia adalah wanita yang lemah dan dia terjangkit penyakit.Tetapi dibalik kelemahan beliau,  Ibunda Zainab mempunyai sifat yang mulia, yaitu belas kasihan dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin,  sebagaimana dikatakan Az-Zuhri bahwa Nabi SAW menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, dia adalah Ummul Masakin atau ibunya orang-orang miskin; diberikan julukan seperti itu karena beliau banyak memberikan makanan kepada orang-orang miskin. Dan julukan ini telah beliau dapatkan sejak jaman jahiliyyah.
Keadaan beliau yang janda dengan segala apa yang beliau derita inilah yang telah mendorong Rasulullah SAW untuk menikahinya. Sebagai bentuk penghormatan baginya dan balasan atas kesabarannya dan kebaikan hatinya serta karena kecintaannya kepada Allah SWT, Rasulullah SAW dan kaum miskin. Tidak banyak cerita tentang rumah tangga Ibunda  Zainab binti Khuzaimah dengan Rasulullah SAW, karena rumah tangga ini berlangsung dalam waktu yang tidak lama, ada banyak pendapat mengenai lamanya pernikahan ini, yaitu sekitar 4-8 bulan. Hal ini disebabkan karena Allah telah memanggil Ibunda Zainab dalam waktu yang masih muda. Jadi beliau meninggal di saat Rasulullah masih hidup.  Rasulullah  mulia yang telah menshalatinya, dan beliaulah yang pertama kali dimakamkan di Baqi.
Itulah Ibunda Zainab binti Khuzaimah, sang Ummul Masakin, meskipun beliau mengisi kehidupan rumah tangga Rasulullah dalam waktu yang singkat, tetapi  kebaikan-kebaikan  beliau tidak pernah lekang dari ingatan.

Ralat : Memohon maaf kepada semua pembaca, dalam edisi ke-8, di bagian Kisah Para Teladan, disitu dituliskan Ummul Masakin adalah julukan untuk Ibunda Zainab binti Jahsy, yang benar adalah julukan itu untuk Ibunda Zainab binti Khuzaimah sebagaimana kisah di atas, jazakumullah khoir atas perhatiannya.


0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com