Rajin Mengaji



Serial Alif  dan Teman-teman
Assalamualaikum teman-teman, namaku Alif.  Aku bersama teman-temanku, Badu dan Taufan akan bercerita tentang pengalaman seru kami. Ikuti kisahnya ya, kali ini dalam :


 Episode  : Rajin Mengaji.
Siang itu Alif, Badu dan Taufan  pulang sekolah bersama-sama. Mereka bercanda ria, bercerita tentang lomba membaca Al Qur’an untuk murid-murid kelas 1 SD. Taufan bertanya, “Kawan-kawan, kalian mau ikut lomba membaca Al Qur’an  seperti yang diumumkan pak Ali  tadi?”  Alif  menjawab, “ Ingin sih, tapi bagaimana ya, e..eng aku kan belum pandai membaca al Qur’an.” Badu  menyahut, “Kalau aku sih gak mau ikut ah, karena gak seru, membaca Al Qur’an kan susah karena kita masih kecil. Lebih enak main sepakbola." Taufan  menjawab, “Eh, siapa bilang tidak  seru,  sebagai anak muslim kita harus belajar Al Qur’an sejak kecil.” Sambil memegang pundak Badu, Alif  pun menimpali, “Iya Du, dan belajar Al Qur’an  banyak pahalanya.”

Akhirnya mereka tiba di pertigaan jalan dekat rumah mereka. “Oh, ya,  Alif  bagaimana kalau kita mengajak teman-teman belajar mengaji di masjid dengan kak Jamal  nanti sore.” Alif  menghentikan langkahnya dan berkata, “ Wah, ide bagus Fan, aku setuju,  tapi …kak Jamal mau mengajari kita?” Taufan  mengacungkan jempolnya sambil berjalan menuju rumahnya. Badu dengan bersungut-sungut, setengah berlari menuju rumahnya yang berlawanan arah dengan rumah Alif, “Awas ya, kita lihat saja nanti, teman-teman mau ikut kalian mengaji atau bergabung bersamaku bermain sepak bola.” kata Badu di dalam hati.

Adzan asar berkumandang, setelah berwudhu, Alif  segera memakai baju koko yang berwarna abu-abu kesukaannya menuju ke masjid, di tengah jalan dia bertemu Taufan  dan kak Jamal  yang sedang berjalan menuju masjid. “Assalamualaikum, Fan, gimana kak Jamal  mau mengajari kita mengaji,” tanya Alif  setengah berbisik. Kak Jamal  yang mendengarnya,  tersenyum, “Insya Allah, kakak siap mengajari kalian mengaji, justru kakak senang melihat kalian bersemangat belajar Al Qur’an sejak kecil. Kasih tahu teman-teman kalian semua ya,  kalau sudah berkumpul nanti kita mulai.” Alif  dan Taufan tersenyum senang, “ Terima kasih kak.”

Begitu selesai sholat, Alif dan Taufan berpamitan  kepada kak Jamal untuk memanggil teman-temannya yang biasa berkumpul untuk bermain bola di lapangan sebelah masjid.  Beberapa temannya  sudah datang, dan di sana terlihat Badu yang sudah siap dengan bolanya. Melihat  kedatangan Alif dan Taufan, wajah Badu menjadi cemberut. Ahmad yang berada di samping Badu heran melihat Alif dan Taufan yang datang ke lapangan dengan memakai baju koko. “Eh, kalian ini mau bermain sepak bola atau mengaji, kok pakaiannya seperti itu.”  Alif dan Taufan tersenyum, “Begini teman-teman, kami ke sini mau mengajak kalian untuk  belajar Al Qur’an  bersama kak Jamal  di masjid. Karena di sekolah kita  sebentar lagi akan ada lomba membaca Al Qur’an, bagaimana.” Mereka saling berpandangan, “Wah, bagaimana ya, tanggung nih, kita sudah terlanjur  siap bermain sepak bola.” Badu dengan senyum kemenangan, berkata, “ Tuh, aku kan sudah bilang, kita mau bermain, kalian menganggu saja.”

Tiba-tiba kak  Jamal sudah berada di lapangan, sambil tersenyum berkata, “Nah, begini saja. Sekarang kalian ganti baju, lalu kita mengaji di masjid bersama-sama, setelah itu kakak akan bergabung dengan kalian bermain sepakbola. Nanti kakak akan ajari kalian cara bermain sepak bola yang bagus agar bisa menjadi juara.” Akhirnya mereka setuju dan berlari pulang untuk berganti baju.

“Alhamdulillah, kita sudah selesai, sebelum bubar, kakak mau bertanya lagi, mengapa kita belajar Al Qur’an dan apa pahalanya, ayo?” tanya kak Ali sambil tersenyum. Anak-anak serempak menjawab, “Karena kita anak muslim.” Taufan menjawab,”  Dari setiap huruf  kita akan mendapat sepuluh pahala kak.” Alif  pun tidak mau kalah, “Agar mendapat surga yang tinggi tingkatannya.”  Kak Jamal tersenyum dan mengacungkan  kedua jempol tangannya kepada mereka.” Ternyata belajar Al Qur’an tidak kalah serunya dengan bermain sepak bola,”   seru Badu dan  disambut dengan tertawa oleh teman-temannya.  (K’Uya)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com