Santai sejenak



Juha berkata pada anaknya, “Lihatlah Amir, hari ini indah sekali. Langit cerah dan matahari bersinar terang. ayah akan pergi ke desa tetangga.” Amir tampak senang, “Aku ikut ayah. Aku akan menyiapkan keledai.”
Juha tersenyum, “Bagus! Aku senang kamu mau ikut, Amir!”
“Ayah, aku telah menyiapkan keledai. mari kita pergi!” Amir menarik keledai dari kandang.
Juha berkata, “Ayo Amir. Kamu yang menunggang keledai. Biar ayah yang akan berjalan kaki.”
Amir terkejut, “Tidak, ayah! Ayah saja yang menunggang keledai, Aku yang akan berjalan.”
Juha tersenyum. “Tidak, Amir. Badanku terlalu gemuk. Berjalan kaki lebih baik baik bagiku.”
Akhirnya, mereka pun berangkat.  Amir menunggang keledai dan Juha berjalan kaki di belakang. Di tengah perjalanan, dua orang laki-laki memperhatikan Juha dan Amir.
Salah seorang dari dua orang laki-laki itu berkata, “Lihatlah! Anak itu menunggang keledai, sedangkan ayahnya berjalan kaki. Padahal ayahnya telah mengasuh dan membesarkannya. Betapa buruk akhlak anak itu!”
Amir berkata kepada ayahnya, “Bukankah telah aku katakan, ayahnya saja yang naik keledai. Aku yang berjalan kaki. Sekarang, silahkan naik, ayah.”
Maka, Juha pun menunggang keledai. Amir berjalan di sampingnya.
Tidak lama kemudian, Juha dan Amir melewati sekelompok orang. Salah seorang di antara orang-orang itu menunjuk ke arah Juha seraya berkata, “Betapa kejamnya orang itu! Ia menunggang keledai, sedangkan anaknya yang masih kecil dan lemah dibiarkan berjalan kaki.”
Juha turun dan berhenti dari punggung keledai. Ia berkata, “Amir, apa yang harus kita lakukan agar orang lain itu berhenti membicarakan tentang kita?”
Amir menjawab, “Bagaimana jika kita berdua menunggang keledai, ayah?”
Juha tersenyum girang. Ia menganggukkan kepalanya petanda kata sepakat kepada anaknya, Amir. Keledai berjalan membawa Juha dan Amir
Juha tersenyum dan berkata, “Amir, ini adalah cara terbaik. dengan cara ini orang-orang pasti berhenti membicarakan dan mempersoalkan kita”
Ternyata Juha salah mengira. Tidak lama kemudian, beberapa orang di pinggir jalan memperhatikan Juha dan amir.  Salah seorang dari orang-orang itu berkata, “Lihatlah! betapa kejamnya Juha! Ia bersama anaknya menunggang seekor keledai yang lemah dan kurus! Tidak ada rasa kasih sayang di dalam hati mereka terhadap binatang!”
Juha dan Amir turun dari punggung keledai. “Aku heran kepada orang-orang. Mereka tidak pernah berhenti membicarakan kita.  Bagaimana caranya membuat mereka senang kepada kita?” keluh Juha.
Juha berpikir. Kemudian Ia berkata, “Dengarlah, Amir! Ayah ada akal. Kita biarkan saja keledai ini berjalan sendiri. Kita berjalan kaki di belakangnya.”
Di perjalanan, Juha kembali melewati orang-orang yang sedang berkumpul. Mereka menertawakan Juha dan Amir.
Salah seorang dari orang-orang itu berkata, “Lihatlah, kedua orang dungu itu! Mereka berjalan kaki pada hari yang sangat panas dan berdebu. Mereka membawa keledai namun tak menungganginya.”
Juha berkata kepada Amir, “Kita lihat, apa yang akan dikatakan orang-orang mengenai perbuatanku sekarang. apakah dapat membuat mereka senang?”
Namun, sekali lagi Juha salah mengira. Dalam perjalanan, Juha dan Amir bertemu dengan dua orang laki-laki. Salah seorang dari laki-laki itu berkata, “Sungguh aneh! Juha benar-benar telah kehilangan akal. Lihatlah! Juha mengendong keledainya!”
Amir berkata pada ayahnya, Ayah, kita telah mencoba berbagai cara. Namun, kita tidak dapat terhindar dari omongan orang.”
Juha tertawa, “Amir, setiap orang memiliki hak ngomong apa saja. Memperhatikan omongan orang lain hanya akan membuat kita susah. Tidak ada yang menakjubkan bagi manusia kecuali mereka yang mau mempelajari ciptaan-Nya”

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com