TES KESEHATAN PRA NIKAH



Sebelum menikah tes kesehatan perlu dilakukan, karena selain kesiapan fisik dan mental dalam proses pernikahan, sepasang calon pengantin tentu mempunyai satu misi penting di dalamnya, yaitu memiliki keturunan yang sehat walafiat, keturunan yang menjadi penyejuk mata dan hati kedua orangtua. Setidaknya ada beberapa manfaat dari tes kesehatan pra nikah ini, yaitu untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi dari pasangan, mengetahui dengan jelas masalah genetika atau keturunan dari pasangan, dan mendeteksi secara dini apabila ada penyakit-penyakit yang tidak dapat ditanggulangi atau membahayakan dari pasangan, sehingga ada kehati-hatian atau kesiapan mental dari kedua calon yang akan menuju gerbang rumah tangga. Idealnya test kesehatan ini bisa dilakukan enam bulan sebelum pernikahan, karena dikhawatirkan akan ditemukan suatu penyakit yang masih bisa dilakukan dengan upaya pengobatan sehingga kedua pasangan memiliki waktu untuk mengatasi atau mengobatinya. Ada dua kriteria yang perlu diperhatikan pada pasangan dalam masalah pengecekan kesehatan ini, yang pertama seorang pengidap suatu penyakit, seperti misalnya berpenyakit TBC, radang paru-paru, atau Hepatitis, yang kedua pasangan berpotensi menurunkan penyakit/pembawa disebut juga carier, misalnya berpenyakit ashma, epilepsi dan diabetes. Dan sebagai seorang calon ibu yang akan mengandung dan melahirkan maka sebaiknya seorang perempuan harus lebih waspada, pencegahan dan pengobatan penyakit pada kaum ibu harus diutamakan, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai diantaranya : TORCH, Diabetes, dan Hepatitis.
 
1. TORCH, adalah istilah untuk Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simpleks. Keempat jenis penyakit infeksi ini tidak didapat dari keturunan dan juga bukan penyakit menular, tapi dampaknya sangat besar bagi perkembangan janin, yang dapat mengakibatkan keguguran pada janin, kelainan otak pada janin, dan menyebabkan bayi menderita cacat fisik atau retardasi mental. Secara umum infeksi TORCH sangat berbahaya bila terjadi pada kehamilan dini atau segera sebelum hamil. Penyebab TORCH adalah virus yang didapat dari udara, kotoran hewan seperti kucing atau burung, juga pada daging yang dimasak kurang matang. Infeksi ini dapat dideteksi dengan memeriksakan serum darah, untuk menganalisa kadar immunoglobulin M atau lebih dikenal dengan singkatan IgM, besar kecilnya kadar immunoglobulin ini yang umumnya dipakai untuk mengetahui ada tidaknya suatu infeksi. Pengobatan dapat dilakukan bila infeksi ini terdeteksi sebelum kehamilan, namun bila terdeteksi saat hamil maka langkah pengobatan cukup sulit, karena harus mempertimbangkan keselamatan janin.
 
2. Dibetes Mellitus(DM), merupakan penyakit keturunan. Seorang calon ibu yang menderita DM umumnya perlu mendapatkan perawatan khusus dari ahli diet, penerapan gaya hidup sehat dan diet yang seimbang harus dijalani seorang penderita DM, sehingga diharapkan seorang calon ibu yang menderita DM dapat melahirkan bayi sehat, tidak mengalami cacat bawaan, karena kadar glukosa yang tinggi pada seorang ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan janin bayi bahkan bisa menyebabkan kematian janin dalam kandungan. Penggunaan insulin juga sudah banyak disosialisasikan dalam upaya menstabilkan para penderita gula darah ini. Pemeriksaan DM ini diambil dari sample darah ataupun air seni, hasil tes gula darah yang berkadar tidak normal, terlalu tinggi atau rendah (pada dewasa berkisar 4 - 6 mmol/L), biasanya dilakukan lagi tes yang lebih intensif, setiap 4 atau 6 jam sekali, juga beberapa jam sebelum dan setelah makan.
 
3. Hepatitis, adalah infeksi virus yang dapat dideteksi dari pemeriksaan darah. Penyakit ini umumnya tidak memiliki gejala khusus, biasanya penderita merasa mual, sakit perut bagian bawah dan nafsu makan berkurang, hanya saja penampilan fisik dapat dengan mudah kita lihat, seperti kulit dan mata yang menguning. Penyakit ini dapat merusak fungsi hati, dan menular, terutama lewat kontak dan hubungan seksual. Bagi janinpun penyakit ini berbahaya, karena janin dapat terinfeksi dan menderita hepatitis pula. Jika hasil pemeriksaan darah seorang calon ibu positif mengidap hepatitis maka dokter akan segera mengambil tindakan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan janin dengan memberikan suntikan anti hepatitis, dan vaksin hepatitispun sekarang sudah termasuk dalam daftar immunisasi pada bayi yang baru lahir.
 
Demikian pentingnya pemeriksaan kesehatan pra nikah ini dimaksudkan agar tidak ada penyesalan pada kedua pasangan yang akan menikah jika suatu waktu ditemukan penyakit menular yang tidak terdeteksi sebelumnya, atau kalaupun pada akhirnya terdeteksi setelah menikah maka sebaiknya kedua pasangan berikhtiar bersama mencari pengobatannya, agar keselamatan dan kesehatan pada bayi yang akan lahir dapat dijaga. Namun disamping semua hal tersebut di atas Allahlah yang menentukan segala-galanya, infeksi pada janin menjadi cacat atau tidak adalah rahasia Allah, oleh karena itu seorang ibu hamil disarankan untuk melakukan pendekatan spiritual yang lebih intensif, berdzikir dan berdoa kepada Allah meminta kesempurnaan dan dijauhkan dari kecacatan pada janin yang dikandungnya. (Ummu Rafi).

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com