Cahaya Islam di Negeri Samurai



Islam belum lama menyentuh Jepang, sejarah mencatat Islam baru masuk ke negeri matahari terbit ini pada abad ke-19 M. Islam pertama kali dikenal penduduk Jepang pada tahun 1877 M, ketika itu sebagian pemikiran agama diterjemahkan dalam bahasa Jepang, termasuk tentang kehidupan nabi besar Muhammad SAW. Islam juga masuk ke negara ini seiring dengan meningkatnya hubungan perdagangan dengan negara Eropa seperti Inggris dan Belanda, maka Islam pun masuk ke Jepang melalui anak buah kapal niaga yang sebagian besar beragama Islam meliputi Negara Pakistan, Bangladesh, Iran dan negara-negara muslim lainnya yang datang ke Jepang.

 Mitsutaro Takaoka adalah orang Jepang pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 1909 M, Mitsutaro Takaoka mengganti namanya menjadi Ommar Yamaoka setelah menunaikan ibadah haji ke tanah Suci Mekah dengan bimbingan Mutfi Abdulrashid Ibrahim asal Turki yang tinggal di Jepang. Setelah itu jumlah muslim di Jepang semakin bertambah ketika pecah perang dunia ke II, yang pada saat itu pemerintah Jepang mulai meningkatkan kajian-kajian tentang dunia Islam, kajian- kajian tersebut dilakukan Jepang bukan untuk mendakwahkan Islam, melainkan sebagai salah satu strategi perang bagi Jepang.

 
Pada tahun 2005 terjadi peningkatan jumlah penganut agama Islam di Jepang, memang tidak ada data statistika yang jelas yang menerangkan tentang kepastian jumlah kaum muslimin di Jepang. Namun Dr. Zakaria Ziyad kepala Lembaga Kaum Muslimin (LKM) yang mengajar sebagai dosen di Tokyo University dan sebagai ketua Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) di Jepang dalam wawancaranya dengan surat kabar Khaleej yang terbit di Emirate mengungkapkan bahwa, dari data yang ada menunjukkan bahwa dalam sehari ada sekitar 10 orang warga negara Jepang masuk Islam dan pada saat ini tercatat jumlah warga negara pribumi Jepang ada sekitar 100 ribu orang yg beragama Islam dan dari non warga negara Jepang yaitu para pendatang ada sekitar 150 ribu orang muslim yang terdata saat ini.

Sejalan dengan perkembangan Islam di negeri Sakura ini, di beberapa daerah mulai didirikan masjid, dikarenakan makin banyak warga Jepang yang memeluk agama Islam, baik karena pernikahan, atau karena tertarik setelah mengunjungi negara- negara muslim atau karena tertarik pada bahasa arab dan melalui berbagai hidayah- hidayah lainnya yang Allah berikan kepada mereka. Maka tak aneh bila kita melihat banyak wanita Jepang yang mengenakan hijab dan laki-laki Jepang yang mengenakan peci sedang shalat dan mendengarkan ceramah dengan khusyuk di beberapa masjid yang ada di sana, takjub memang melihat fenomena orang Jepang yang memeluk agama Islam.

Dr. Ziyad sendiri mengungkapkan bahwa di Jepang baru ada sekitar 50 masjid saja yang harus melayani ribuan kaum muslimin yang ada di Jepang. Apalagi bila tampak dari luar masjid-masjid di Jepang tidak sebanding dengan masjid yang ada di Indonesia atau negara-negara muslim lainnya yang yang megah dan luas, karena masjid di Jepang hanya berupa apartemen yang berhimpitan dengan gedung-gedung lainnya, namun keberadaan masjid-masjid di Jepang ini menjadi oasis bagi para muslim di negeri Sakura ini. Ada pula beberapa masjid yang istimewa dan terkenal di Jepang, salah satunya Masjid Kobe, adalah masjid permanen pertama yang berdiri di Jepang pada tahun 1935. Ada pula masjid Nagaoya, masjid ini pernah hancur oleh pengeboman Amerika pada tahun 1945 dan didirikan kembali pada tahun 1998. Masjid Asakusa, masjid ini didirikan oleh kelompok yang menyebut dirinya Islam Lingkaran Jepang pada tahun 2000. Dan masjid Tokyo Camii yang didirikan pada tahun 1938. Masjid ini adalah masjid permanen ke-2 di Jepang yang terletak di Tokyo, struktur asli dihancurkan pada tahun 1986 dan dibuka kembali pada tahun 2000 dengan dukungan pemerintah Turki.

Hidup di negeri samurai ini memanglah tidak mudah, dilihat dari mahalnya biaya hidup di kota ini, terutama bagi kaum muslimin yang tentunya hanya memakan makanan yang halal saja, di Jepang memang banyak ditemui makanan-makanan yang halal, namun tentunya di jual dengan harga yang lebih mahal, banyak permasalahan-permasalahan lain yang dialami kaum muslimin di Jepang, seperti sangat minimnya sarana pendidikan agama bagi anak-anak muslimin, minimnya buku-buku pengetahuan tentang Islam, masjid yang masih jarang dan letaknya jauh dari masjid satu ke masjid lainnya. Seperti yang dialami oleh salah seorang pekerja asal Indonesia, Ia mengatakan dalam setahun tinggal di Jepang, dia belum pernah bisa melaksanakan shalat jumat berjamaah, dikarenakan waktu istirahat dari perusahaannya hanya dari jam 12 pm sampai dengan jam 13 pm saja, sedangkan masjid sangat jauh dari tempat ia bekerja, itu salah satu contoh permasalahan yang dihadapi kaum muslimin di Jepang, dan mungkin masih banyak lagi permasalahan permasalahan lainnya yang dihadapi kaum muslimin di Jepang. Karena itu saat ini telah dibentuk Lembaga Kaum Muslimin atau LKM dan Ikatan Mahasiswa Muslimin atau IMM yang bertujuan memperhatikan para Mahasiswa muslim yang belajar di Jepang dan mengawasi para generasi baru kaum muslimin secara bersama-sama. Selain itu juga keduanya menyediakan buku-buku tentang pengetahuan Islam dan menyediakan Islam Guide untuk membantu generasi muda Islam mengetahui lokasi-lokasi makanan halal dan untuk menjalankan syiar ibadah Islam di Jepang, dengan harapan esok hari cahaya Islam semakin benderang dinegeri Samurai. (Ukhti Atin)

Lokasi Masjid di Jepang

Bagi saudara - saudari umat muslim yang bingung untuk mencari tempat ibadah ketika berada di Jepang, berikut adalah beberapa letak masjid yang dapat anda kunjungi selama berada di Jepang. Semoga Membantu :))

1.     Masjid Darul Arqam [Asakusa Mosque] Tokyo 1-9-12 Hihashi Asakusa, Taito-ku, Postal Code : 111-0025 Contact No: 03-3871-6061Website : www.icoj.org

2.     Indonesia Musalla Tokyo 3-6-6 Meguro, Meguro-ku, Postal Code: 153-0063

3.     Masjid As-Salaam [Ueno Okachimachi Mosque] Tokyo 1F As-Salaam Bldg, 4-6-7 Taito, Taito-ku, Postal Code: 110-0016 E-mail : admin@assalaam.info

4.     Shibuya Mushalla Tokyo 1107 Sagas Bldg., Dougenzaka, Shibuyaku
Tokyo Jamii [Tokyo Mosque] Tokyo 1-19 Oyama-cho, Shibuya-ku, Postal Code:151-0065,E-mail:info@tokyocamii.org,Website: www.tokyocamii.org

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com