Yang Tak Kunjung Datang



 
 
Yang Tak Kunjung Datang 
Kegelisahan yang abstrak, entah pada apa. Semua orang disekitar sepertinya memandang dengan beragam penilaian, yang menyebabkan tumpukan tanya tak terjawab, ketidaksuburan, infertilitas, mandul, sesuatu  yang salahkah?. Tetangga akan mencibir, ibu mertua tak lelah terus menuntut, dan suami berusaha menyibukkan diri dengan aktifitasnya, menghindar dari rasa jengah, karena semua tanya dan tuntutan itu tak pernah bisa ia jawab, pun tak mungkin pula ia menaruh curiga pada kekasih hati yang sudah berikrar menjadi pasangan abadi diawal pernikahan nan suci.
Sekian tahun lamanya, bila suara tangis bayi belum juga hadir dalam sebuah rumah tangga, maka semua pihak akan sibuk mencarikan solusinya, berbagai pengobatan medis telah dijalani, resep-resep traditional yang dipercaya sudah habis dikonsumsi, dan anjuran tetangga untuk mendatangi berbagai pengobatan alternatifpun sudah dijalani, semua tak ada hasil, nihil.  Harap cemas semakin hari semakin memuncak hingga hitungan tahun terus berganti. 
Kehamilan..., memang sungguh membahagiakan, menghadirkan rasa percaya diri pada kedua pasangan, menjadikan seorang perempuan utuh sebagai wanita, membuat seorang pria sempurna sebagai seorang lelaki, dan mendatangkan kehangatan hubungan  pada kedua keluarga besar.  Andai yang terjadi pada permasalahan ini adalah kekecewaan dan kemarahan tentu menjadikan kedua pasangan terusik ketenangan, stress dan tegang dalam membina hubungan.
Perpecahan bukan pula jalan keluar yang disukai Allah, namun keteguhan pada pasangan untuk bersama sama menghadapinya itulah point yang luar biasa, menjadi pasangan yang dikagumi karena tetap ada keharmonisan ditengah kekurangan dalam rumah tangga mereka. Berdua, bersama berikhtiar, berdoa dan tawakkal karena pasti ada jalan untuk membuatnya menjadi indah, bahagia tanpa memandang cacat yang ada. Ada tidaknya sang buah hati jangan menjadikan langkah dan hati jauh dari doa dan dzikir, mintalah pada Allah saja, mengadu sesering mungkin dalam rangkaian shalat wajib dan sunnah. Yang pasti dibutuhkan ketenangan batin, tanpa stress dan kecemasan, tak mendapat tekanan dari banyak pihak itulah inti dari kehamilan ini.
Karena begitu banyak contoh, pasangan yang semula sulit memiliki keturunan, setelah memutuskan untuk merawat seorang anak yang bukan darah daging mereka, pada akhirnya mereka bisa mendapatkan anak secara normal tanpa terapi apa-apa, kesibukan pasangan dalam merawat dan mengasuh sang anak asuh dengan sepenuh hati inilah kuncinya, karena mereka begitu menikmatinya, terhindar dari tekanan dan  tuntutan dari banyak pihak. Inilah anugrah terindah, karena hidup memang harus dijalani tanpa beban dan tekanan, rencana Allah cukuplah hanya Dia saja yang tahu, selebihnya memang kewajiban kita sebagai insan untuk memperpanjang sujud dan doa, selalu menyebut namaNya dalam susah dan senang kehidupan berumahtangga. (Ummu Rafi).
 

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com