Akhlak Anak Muslim



Hore…..saatnya pulang. Alif dan teman-teman berebutan keluar dari kelasnya. Badu berkata, "Lif ayo cepat pulang, sudah lapar nih." Alif masih menoleh kesana kemari, "Sebentar Du, tunggu Taufan sedang ke kamar mandi." "Ah, sudah ditinggal saja, nanti dia kan bisa menyusul kita," kata Badu meninggalkan Alif yang masih berdiri di depan kelasnya. Setelah menunggu beberapa menit, Taufan pun datang, "Makasih ya Lif sudah nungguin, yuk, kita pulang, mana Badu?" Sambil berjalan, Alif pun menjawab, "Sudah pergi duluan, itu dia, kita kejar yuk."

 
Akhirnya mereka pun bisa menyusul Badu. Di tengah jalan, mereka bertemu Ahmad, teman sekelas mereka, Ahmad menyapa, "Assalamualaikum, eh teman-teman, nanti sore kita latihan bola lagi ya." Alif dan Taufan menyahut, "Waalaikumussalam, ok kita tunggu ya." Sementara Badu diam saja pura-pura tidak mendengar. Taufan pun heran, "Eh Badu kenapa kau diam saja, kok gak menjawab salam Ahmad tadi." Badu setengah malas, diapun menjawab, "Ah malas, aku  tidak suka dengan Ahmad, masa tadi pas tes matematika, aku bertanya jawaban satu saja dia tidak mau menjawab. Dasar sombong dia." Taufan dan Alif menoleh ke arah Badu dengan wajah keheranan.  Alif menjawab, "Lho itu kan benar, kita tidak boleh menyontek , lagian kalau ketahuan bisa dimarahi pak guru." Badu tampak tidak senang dengan jawaban itu, " Katanya kita harus tolong menolong sebagai saudara muslim . Lha aku dan dia kan sama-sama muslim. Lagipula pak guru tidak melihat kok tadi"

Taufan dan Alif bingung bagaimana harus menerangkan kepada Badu, akhirnya mereka pun berjalan tanpa seorang pun berbicara. Di pertigaan dekat rumah, mereka bertemu dengan kak Jamal yang kebetulan juga sedang pulang dari kuliah. "Lho, ada apa ini, kok diam semua, tidak seperti biasa, ramai bercanda, dan ada yang sedang cemberut nih." Akhirnya mereka pun bercerita tentang apa yang terjadi. Kak Jamal tersenyum, " Jadi itu masalahnya, begini sebagai anak muslim kita harus mencontoh Rasulullah dalam segala hal, termasuk juga dalam pergaulan.  misalnya kalau ada orang mengucap salam kita wajib menjawabnya, yang kedua kita juga harus selalu jujur, di manapun dan kapanpun, karena meskipun orang lain tidak melihat kita, tetapi Allah selalu mengawasi kita. Dan ingat seorang muslim memang  diwajibkan untuk tolong menolong. Badu menoleh kepada Alif dan Taufan, "Tuh, betulkan yang kubilang, dia aja yang  pelit." Kak Jamal yang berjalan di sebelah Badu pun merangkulnya, "Benar, tapi tolong menolong dalam kebaikan  bukan dalam hal-hal kejelekan atau kejahatan. Jadi kalau ada teman kita yang tidak bisa mengerjakan tes misalnya, kita tidak boleh memberi contekan atau menyontek karena ini artinya kita tidak jujur, tapi  kalau kita ingin menolong dia, ya dengan cara mengajak dia belajar bersama."

"Bagaimana, sudah mengerti," tanya kak Jamal. Mereka  mengangguk bersama. "Sekarang, ambil ini, sebagai hadiah buat adik-adik kakak yang pintar….dan baik." Kata kak  Jamal sambil memberikan permen. "Yah, kok cuma satu permen sih." Kata Badu. "Eh….anak muslim harus pandai bersyukur, ucapkan….." sahut kak Jamal. "Alhamdulillah….terima kasih kak. " jawab mereka sambil tertawa. (Kak U'Ya)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com