Kalian Bunga Harum Karunia Allah



Anakku..

Ini adalah beberapa lintasan hati ayah, ketika melihatmu terbaring lemas, tanpa gairah dan keceriaan sebagaimana biasa, setelah keluar semua cairan dan makanan dari mulut mungilmu penuh kesakitan.. dengan teriring doa kepada Pemilik Arsy yang Agung agar menyembuhkanmu..

Anakku..

Ketika dirimu terbaring, tanpa sepatah kata sempat keluar dari mulutmu, kecuali rintihan lirih.. ayah dapat merasakan bagaimana sesungguhnya rasa sakit yang kau rasakan, tapi tidak bisa kau utarakan, atau mungkin kau sembunyikan.. engkau ingin tunjukkan pada ayahmu bahwa engkau anak yang kuat, sekuat Asiya istri fir'aun yang tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya selain munajat kepada Allah " Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga".

Ketika jarum suntik beberapa kali menusuk tanganmu mencari vena yang tak kunjung mengucurkan darah, engkau berteriak lirih: "sakit!" kemudian disusul tangisan pendek yang berujung hening.. engkau pasti ingin seperti Sumayyah binti Khayyath, yang tidak berteriak-teriak kesakitan ketika kaum kafir quraisy menusukkan tombak dari bawah badannya tembus ke kepalanya, hingga syahadah menjemputnya.

Ayah tak melihat buliran-buliran air matamu yang menunjukkan betapa tabahnya dirimu menghadapi sakit yang menimpamu, seperti tabahnya ibunda Khansa dan Afra binti Ubaid yang menyambut anak-anaknya yang gugur di medan laga dengan suka cita, tanpa air mata.

Anakku..

Sesungguhnya virus atau bakteri yang sempat membuatmu merasakan sakit, mereka adalah utusan khusus Allah, yang dikirimkan untuk mengujimu.. dan sesungguhnya Allah tidaklah menguji seseorang kecuali orang yang dekat denganNya.. Ketahuilah anakku, sesungguhnya Allah mencintaimu hingga mengirimkan utusan khususNya untuk mengujimu.

Anakku..

Ketika tubuh mungilmu menggigil.. karena panasnya suhu badanmu yang begitu tinggi, maka suster dan dokter menyarankan untuk mengguyur sekujur tubuhmu dengan air supaya menurunkan panas.. sebelumnya ayah sempat panik dan ketakutan, karena katanya panas tinggi yang keterusan bisa merusakkan sel-sel dan syaraf-syaraf penting dalam tubuhmu.

Tapi anakku, ketakutan ayah akan sakit dan panasmu, tak melebihi ketakutan ayah akan sakit dan panasnya api akhirat, yang bisa saja menyentuhmu dan membakarmu di neraka, sesungguhnya  panas di dunia ini, tidak ada bandingan apa-apa dibandingkan dengan panasnya api neraka. Karena itu anakku.. ayah tak pernah lupa, selalu menyertakanmu dalam doa-doa ayah, supaya Allah menjadikanmu anak yang shalihah, yang mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat, memasukkanmu ke surgaNya dan menjauhkanmu dari nerakaNya.

Anakku..

Ingat saran dokter dan suster, untuk mengguyur sekujur tubuhmu yang menggigil  karena panas dengan air, seperti itu jugalah panas api neraka anakku.. airlah yang akan mendinginkannya, kau tahu air apa?.. air wudhumu anakku, ketika engkau mengambil air berwudhu sebelum sholat, sesungguhnya engkau telah mengumpulkan air, untuk memadamkan api neraka yang telah menunggumu.. maka jagalah wudhu dan sholatmu anakku, jangan sekali pun kau tinggalkan dan kau abaikan, sesungguhnya ialah amalan pertama yang akan dihisab Allah dan menjadi tolok ukur amalan-amalan lainnya.

Anakku..

Ketahuilah, sesungguhnya dengan ujian ini, Allah ingin memberikan pelajaran, bagaimana engkau menjadi seorang anak yang kuat dan tabah, dan juga, bagaimana kita seharusnya kembali kepadaNya dalam semua hal kecil dan besar, sesungguhnya Dialah yang pertama.. dialah Al Syaafi, Al Aafi, Al Kaafi, yang menyembuhkan segala penyakit.

Engkau lihat bagaimana ibu dan ayahmu yang berusaha dengan segala upaya untuk mendapatkan kesembuhanmu?.. ketahuilah inilah pelajaran kedua, bahwa keluarga sesungguhnya, adalah yang saling berkorban dan bahu membahu mengatasi segala hambatan..

Engkau lihat anakku.. bahwa ternyata di rumah sakit, banyak anak-anak yang juga terbaring sakit, ada yang lebih besar, dan ada yang jauh lebih kecil darimu.. itulah masyarakat sekelilingmu.. tidak luput juga dari ujian dan cobaan Allah, engkau bagian dari masyarakat itu, maka jangan ragu dan sungkan untuk menjadi bagian dari mereka, merasakan yang mereka rasakan dan membantu dengan segala upaya untuk mengurangi cobaan mereka dan semua orang yang membutuhkan pertolongan.. ini makna ketiga yang hendaknya kau ketahui anakku..

Anakku..

Engkau lihat beberapa orang dokter yang bergantian memeriksamu? bagaimana mereka dengan ijin Allah kemudian dengan ilmu mereka, menjadi wasilah kesembuhanmu?.. engkau bisa lihat sendiri bagaimana berharganya ilmu? Sesungguhnya "Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-rang yang diberi ilmu beberapa derajat".

Anakku.. engkau lihat ibundamu yang rela, tidak beraktifitas seperti biasa, tidak bertemu dengan saudari-saudari yang dicintainya karena Allah, demi dirimu yang lebih melekat di hatinya.. seperti Abu Bakar Ash Shiddiq yang juga menyadari hal itu.. sebagaimana penuturan bunda Aisyah: “Suatu hari, Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, "Demi Allah, tak ada seorang pun di atas bumi ini yang lebih kucintai daripada ‘Umar (Umar bin Khaththab)!’. Ketika Abu Bakar kembali, dia pun bertanya, ‘Bagaimana sumpahku tadi, wahai putriku?’ Aku pun mengatakan kembali apa yang diucapkannya. Kemudian Abu Bakar berkata, ‘Dia memang sangat berarti bagiku, namun anak lebih melekat di dalam hati’.

Begitulah cinta dan kasih sayang kami kepadamu anakku.. ketika engkau sakit, kami pun merasakan lebih sakit, ketika kalian sedih, kami pun tak kalah sedih.. bahkan Rasululah pun memaklumi hal itu dengan sabdanya: "Sesungguhnya anak itu membuat bakhil, pengecut, bodoh dan sedih", "Sesungguhnya kalian (anak-anak) membuat bakhil, membuat pengecut & membuat bodoh (orang tua). Dan kalian laksana bunga harum (raihan) karunia dari Allah"

Anakku..

Masih banyak pelajaran dari sakitmu.. ayah cukupkan sampai sini engkau akan lanjutkan menggali pelajaran-pelajaran itu.. Semoga Allah menyembuhkanmu, menjauhkanmu dari segala mara bahaya, menjagamu dan memberkahi umurmu.. laksana bunga harum (raihan) karunia dari Allah".. @noorahasana

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com