KUWAIT, NEGERI YANG PENUH BERKAH



 

Kuwait terletak di pesisir Teluk Persia Timur tengah, ia berbatasan dengan Irak di bagian Barat dan Utara, sedangkan di bagian Timur berbatasan dengan Teluk Arabia dan di bagian selatan berbatasan dengan Saudi Arabia. Menurut sejarah nama “Kuwait” berasal dari bahasa Arab yang artinya “Benteng yang dibangun di dekat air”. Ada juga yang mengatakan Kuwait berasal dari kata “kutt” yang artinya “Rumah kecil berbentuk persegi empat yang terbuat dari kayu”. Sejak masa lampau Kuwait sudah menjadi pintu gerbang Timur tengah karena letak geografisnya. Kuwait pada masa pra Islam merupakan satu pemerintahan dengan Irak. Islam masuk ke Negara Kuwait ketika Kuwait masih menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Persia. Awalnya diperkirakan terjadi pada tahun 15 – 30 H. Ketika Khalifah Umar Bin Khatab membebaskan wilayah-wilayah Persia, Khalifah Umar mengangkat Sad Bin Abi Waqas sebagai Amir di Basra, sejak itu resmi wilayah Kuwait menjadi bagian dari dunia Islam dan penduduknya dengan tulus menjadi pemeluk Islam.

Sebelum ditemukan minyak, masyarakat Kuwait bekerja sebagai nelayan,  penangkap ikan dan kerang untuk diambil mutiaranya. Kuwait dikenal sebagai negara maritim , nelayan dan pembuat kapal kayu (dhow) yang baik. Mereka berlayar ke Bagdad dan Damascus untuk berdagang .Pelabuhan Kuwait terkenal sebagai pelabuhan yang cukup sibuk di Teluk Arab. Kuwait merupakan salah satu basis wilayah Islam dan dari wilayah itu Islam tersebar ke berbagai penjuru dunia.  Sisa-sisa kejayaan ini masih bisa kita lihat di Musium Maritim Kuwait. Pada sekitar tahun 1938 mulai ditemukan minyak di daratan Kuwait, dan setelah perang dunia ke II, Kuwait Oil Compani (KOC) mulai mengeksplorasi minyak secara besar-besaran. Tahun 1960 Kuwait menjadi salah satu negara terbesar pengekspor minyak di Timur Tengah yang membuat Kuwait semakin dikenal dan disegani oleh negara-negara lain karena pengaruhnya di Pasar Global.

Kuwait merdeka dari Britania Raya pada tanggal 19 juni 1961.Kuwait merayakan hari Kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 25 Februari , sedangkan tanggal 26 Februari menandakan Pembebasan Kuwait dari invasi Teluk tahun 1991 yang pernah dilancarkan presiden Irak, Saddam Hussein. Kuwait berbahasa resmi Arab, meski begitu bahasa Inggris dipakai sebagai bahasa sehari-hari untuk berkomunikasi di tempat-tempat umum, perdagangan atau di kantor.  Ibu kota Kuwait adalah Kuwait City. Amir Kuwait yang berkuasa saat ini adalah Amir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah.

Luas wilayah Kuwait hanya 17,820 km2 dengan jumlah penduduk 3,806,000 jiwa (Juni 2012) dengan hanya 31,4%nya saja penduduk asli Kuwait, sedangkan sisanya 68,6%  adalah ekspatriat yaitu pekerja asing yang berasal dari negara seperti India, Srilangka, Bangladesh, Indonesia,Philipine, Mesir, Europe dan dari negara-negara Arab di sekitar Kuwait. Dalam bidang kesejahteraan, negara Kuwait sangat memanjakan penduduknya dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, banyaknya fasilitas rekreasi gratis, bagusnya jalan raya sampai ke gang-gang yang diaspal dengan halus, memberikan listrik, bensin dan bahan makanan pokok dengan harga yang disubsidi dan tidak ada pajak penghasilan. Sekitar 80% dari angkatan kerja Kuwait dipekerjakan sebagai pegawai pemerintah dimana upah bulanannya minimal lebih dari 3500 US$. Bahkan ditahun 2006 Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah memberikan bahan makanan gratis kepada warga negara Kuwaiti selama 14 bulan, serta membagikan uang tunai sebanyak 1000 KD kepada setiap warga Kuwaiti sebagai bentuk rasa syukur dan cinta Amir kepada rakyatnya. 

Siapa yang tidak kenal Kuwait dengan mata uangnya Kuwait Dinar sebagai mata uang termahal di dunia. ( 1 KD  = 3,45 US$ ). Bensin termurah di dunia dengan  harga sekitar Rp.1.869 perliter. Hal ini yang menjadikan Kuwait sebagai incaran ekspatriat baik muslim maupun nonmuslim untuk bekerja sebagai tenaga professional. Dinar yang menjanjikan masa depan akan lebih baik, belum lagi fasilitas keamanan yang sangat bagus, dimana negara menjalankan syariat Islam ini benar-benar membuat rasa aman penduduknya.

Iklim di Kuwait sangatlah ekstrim, dimana pada musim dingin yang berlangsung sekitar bulan Novenber-Maret, suhu berkisar 12’C sampai dibawah 0’C. Pada saat akhir musim dingin menuju musim panas suhu sehari-harinya bisa berubah sangat drastis disertai angin kencang, badai debu dan sesekali disertai guyuran air hujan. Sedangkan pada musim panas yang berlangsung pada bulan April – September, Subhannallah suhunya bisa mencapai 40’c – 60’c. Namun disuhu yang ektrim itu tidak menjadi penghalang bagi Kuwait untuk tetap menggalakkan penghijauan. Saat musim semi tiba, setelah musim panas yang menyengat secara serempak pemerintah akan menanam tanaman hias dari bermacam-macam bunga yang berwarna mencolok  di sepanjang jalan, sudut-sudut taman, tempat-tempat umum, halaman kantor, rumah sakit, tempat rekreasi sehingga Subhannallah Kuwait terlihat sangat cantik dengan hiasan bunga-bunga berwarna mencolok yang terlihat segar dan terawat rapi sepanjang musim dingin. Penduduk Kuwait juga mempunyai kebiasaan khusus untuk menikmati setiap musim. Di musim dingin mereka senang melakukan camping di gurun-gurun pasir, meraka akan tinggal di dalam tenda selama akhir pekan bersama seluruh anggota keluarga. Sedangkan di musim panas mereka biasanya menikmati akhir pekannya dengan bermain di pantai. 
Kuwait adalah negara yang tidak mempunyai sungai dan danau. Tidak seperti negara kita yang dengan mudahnya mendapatkan air bersih dari dasar tanahnya. Kuwait harus mengolah air lautnya dengan biaya yang sangat besar untuk menghasilkan air yang bisa digunakan sehari-hari.

Agama mayoritas yang dianut oleh penduduk Kuwait adalah Islam.  Kuwait menerapkan hukum-hukum syariah Islam dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam praktek kepemerintahan.  Pemerintah Kuwait menjamin kebebasan beragama dan anda bisa menyaksikan sendiri keharmonisan kehidupan beragama di negara Kuwait.

Itu sekilas gambaran tentang Kuwait, dan Insya Allah kami akan mengajak anda untuk mengenal lebih lanjut tentang Kuwait, dalam bagian ke-2, (Ummu Dafi)
 
 

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com