Kuwait, Negeri Yang Penuh Berkah ( bagian 2)







































Peranan Kuwait dalam dakwah Islam.

Kuwait yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam, dan dalam kesehariaanya melaksanaan syariat Islam sangat memperhatikan pelayanan masyarakat agar bisa beribadah dengan leluasa.
Pemerintah Kuwait mempunyai departemen keagamaan yang disebut dengan Ministry of Awqaf and Islamic Affairs. Ministry Awqaf ini berpartisipasi baik di dalam negeri maupun di taraf internasional. Di dalam lingkup negara Kuwait sendiri, Ministry Awqaf mengurusi dan bertanggung jawab dengan masjid-masjid yang ada di Kuwait. Memberikan pengawasan dan menyiapkan segala keperluan masjid, termasuk menyediakan imam, khateeb dan muadzin untuk setiap masjid.  Imam, Khateeb dan Muadzin di masjid Kuwait sangatlah selektif, mereka harus hafidz dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang agama Islam. Ministry Awqaf sangat memperhatikan kesejahteraan hidup para imam, khateeb dan muadzin dengan memberikan gaji dan fasilitas yang sangat bagus. 
Untuk lingkup internasional Ministry Awqaf memberikan bantuan secara moral dan material kepada organisasi-organisasi Islam, sekolah dan institusi Islam. Ministry Awqaf membantu dalam program-program keislaman dengan mencetak dan membagikan buku-buku tentang ajaran Islam, menyiapkan program-program tentang pemberian informasi keagamaan di TV dan radio khususnya di bulan Ramadhan atau di saat memperingati Idul Fitri dan Idul Adha. Ministry Awqaf juga mengadakan kelas private dan symposium yang bekerjasama dengan departemen pertahanan, departemen pendidikan  dan instansi yang lain.
Kemudahan melaksanakan ibadah di Kuwait sangat terasa dengan banyaknya masjid yang dibangun. Hampir di setiap komplek perumahan akan kita temukan masjid yang berdiri megah dan jarak antara mesjid satu dengan masjid lainnya kurang lebih hanya 200 meter saja. Setiap masjid terlihat terawat dengan baik dengan fasilitas yang sangat bagus, karpet yang tebal dan empuk, tempat wudhu yang bersih dan luas,.masjid yang bersih dan full AC, Al Quran dan terjemahannya dalam berbagai bahasa juga tertata rapi di setiap sudut masjid, semua disediakan untuk mendukung kekhusukan jamaah dalam beribadah di dalam masjid. Di setiap supermarket dan mall-mall atau shoping center kita juga akan dengan mudah menemukan tempat beribadah yang tidak kalah fasilitasnya dengan masjid. Dengan banyaknya ekspatriat yang menetap di Kuwait, Ministry Awqaf juga memfasilitasi masjid dengan menggunakan bahasa selain Arab, seperti salah satu masjid didaerah Reggae menggunakan bahasa Indonesia di saat kutbah sholat jumat.
Bicara tentang masjid, Kuwait mempunyai sebuah masjid bernama masjid Al Kabir ( Grand Mosque Of Kuwait) masjid terbesar di Kuwait yang juga berfungsi sebagai masjid nasional. Kapasitas masjid Al-Kabir mencapai 17.950 jamaah. Namun selama bulan Ramadhan lebih dari 20 ribu jamaah memadati masjid Al-Kabir untuk melaksanakan sholat sunnah taraweh dan qiyamul-lail berjamaah. Selama bulan suci Ramadhan, pengelola masjid ini memang mempersiapkan diri secara khusus untuk menjamu jamaah yang datang. Tak tanggung-tanggung, masjid ini bahkan mengurus dengan seksama keperluan jamaahnya hingga pada keperluan buka puasa dan makan sahur.  Masjid Al-Kabir juga dilengkapi dengan perpustakaan Islam seluas 350 meter persegi.
Memang di bulan suci Ramadhan akan terasa lebih dan lebih lagi fasilitas yang diberikan oleh pemerintah Kuwait melalui Ministry Awqaf ini. Disetiap mesjid sepanjang bulan Ramadhan akan disediakan makanan gratis untuk berbuka puasa bagi semua jamaah masjid yang hadir dengan menu masakan arab special Ramadhan yang komplit dan lezat. Kegiatan beribadah di bulan Ramadhan sangat terasa berbeda dari hari-hari biasa, karena adanya ibadah khusus sholat tawareh dan sholat qiyamul lail yang dilakukan secara berjamaah di masjid yang dipimpin oleh Imam khusus untuk mengkhatamkan Al Quran selama bulan Ramadhan. Masjid-masjid di Kuwait terasa hidup 24 jam terutama di 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan banyaknya jamaah yang I’tikhaf di masjid. Perlu diketahui juga Kuwait menerapkan aturan ketat selama bulan bulan Ramadhan. Bagi penduduk yang terlihat makan dan minum disiang hari selama Ramadhan, akan dikenakan hukuman kurungan. Aturan ini disosialisasikan pada sejumlah warga negara asing yang tinggal dan menetap di Kuwait.  Hal ini adalah bagian dari cara untuk menghormati orang muslim dan menjaga adab dalam menjalankan ibadah umat Islam.
Masjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah orang Islam untuk melaksanakan sholat 5 waktu, juga berfungsi untuk tempat mempelajari ilmu-ilmu agama. Di setiap komplek perumahan di Kuwait akan ada satu masjid yang digunakan untuk  belajar tahfizd Quran, baik untuk masyarakat Kuwaiti sendiri maupun untuk masyarakat dengan bahasa non-arabic. Pembelajaran tahfizd Quran ini diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa tanpa dipungut biaya yang difasilitasi oleh ministry Awqaf. Pembelajaran tahfizd Quran ini akan dilakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali dan bagi peserta yang lulus dengan nilai mumtaz akan mendapatkan hadiah berupa cek berisi 30 KD (Rp.1 juta).  Bahkan setiap tahunnya ministry Awqaf akan mengadakan umroh dan haji gratis bagi peserta tahfizd Quran khususnya untuk orang-orang non-arabic .
Di Kuwait juga terdapat banyak sekali organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan. Contohnya lajnah Jamiyyah Islah, lajnah Jamiyyah Ihya’turats, lajnah IICO, lajnah Direct Aid Organsasion yang focus memberikan bantuan sosial kemasyarakatan, pembangunan masjid , sekolah dan lain-lain. Lajnah Patient Helping Fund Society menekankan pada bantuan kesehatan manusia. Ada juga Lajnah Islamic Presentation Committee ( IPC ) yang bekerja di bawahpengawasan Yayasan Waqaf Publik, didirikan tahun 1978, mempunyai misi memberikan informasi dan pendidikan kepada muslim dan non-muslim tentang Islam. Melalui lajnah IPC ini sudah ribuan orang masuk agama Islam. Komiti Pengenalan Islam Kuwait IPC melaporkan hampir 680 orang asing dari berbagai negara masuk Islam sepanjang bulan Ramadhan tahun 2011.  Sedikit informasi bahwa bulletin Al-Husna tercinta ini juga hasil dari kerjasama antara Forum Kajian Muslimah Al Husna dengan IPC. Alhamdulillah berkat kerjasama ini buletin Al Husna bisa hadir setiap bulan di hadapan para pembaca dengan tampilan yang cantik, semoga kesamaan misi untuk memberikan informasi tentang Islam kepada masyarakat bisa terus berlanjut.
Kuwait dengan sumber daya alam yang dimiliki berupa minyak dan gas alam, berusaha memenuhi ambisinya untuk menjadi pusat keuangan komersial dan jasa internasional terkemuka di kawasan Teluk. Dengan lokasi geografis yang strategis Kuwait juga berharap dapat menjadi pusat komunikasi. Dan kami ekspatriat yang ikut merasakan berkahnya hidup di negeri dinar ini, hanya bisa membantu dengan doa.
Pembaca Al Husna tercinta mohon diaminkan doa ini


اللهم اجعل هذا البلد امنا مطمئنا وسائر بلاد المسلمين
 
(Ya Allah berikan keamanan dan ketenangan kepada negeri ini dan juga kepada seluruh negeri Islam)
(Ummu Dafi)

2 comments:

Anonim mengatakan...

Amin...

laris cell mengatakan...

Amin

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com