RASA MALU DAN KEIMANAN


Wanita identik dengan kecantikan, Allah SWT menciptakan wanita dengan segala bentuk keindahannya,dari kelembutan hati, jiwa,  perasaan, bentuk tubuh,alunan suara dan lain sebagainya yang tentunya sangat jauh berbeda dengan kaum laki laki.
 

Seorang wanita harus mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anaknya,mempunyai pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati dan kesengsaraan. Ia begitu halus dan lembut, Allah SWT memberikan kekuatan yang luar biasa kepadanya,sehingga wanita dapat mengatasi banyak hal-hal yang luar biasa. Air matanya bukan bentuk dari kerapuhan,melainkan kelembutan yang menakjubkan, senyumnya mampu menenangkan kegundahan, pandai berfikir dan berunding. Wanita memiliki kekuatan untuk mempesona laki laki, karena itu wanita sering disebut-sebut sebagai perhiasan terindah dunia. Namun sangat disayangkan,pada jaman sekarang ini banyak wanita menyalahgunakan kelebihan dan keindahan yang Allah berikan untuknya, ia tidak menyadari betapa berharganya dirinya dengan terus mengikis rasa malunya, sementara Allah SWT telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
 
Dengan mengatasnamakan "keindahan dan kecantikan" fisik wanita telah dieksploitasi sedemikian rupa,sehingga hampir tidak ada ruang publik yang di dalamnya tidak ditonjolkan keindahan fisik atau aurat kaum hawa Televisi, internet dan media cetak pun menjadi sasaran yang sangat efektif untuk menyebarkan pesonanya. Wanita semakin tenggelam dengan kalimat cantik, semakin hanyut dengan kefahaman bahwa,mereka yang cantik itu yang tahu fesyen,mereka yang cantik itu perlu membuka aurat,mereka  yang cantik itu yang bermakeup tebal, mereka yang cantik itu yang dikelilingi banyak laki laki dan wanita yang cantik itu ialah wanita yang liberal,yang dengan mengatasnamakan emansipasi wanita. Dia tidak ragu-ragu untuk menanggalkan rasa malunya dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam. Dengan fesyen wanita bisa menjadi cantik, fesyen mampu mengubah pandangan dunia terhadap wanita dan pada akhirnya wanita hanyut semakin jauh dari fitrah yang sebenarnya dari penciptaan wanita. Naudhubillah..Mudah mudahan kita semua tidak termasuk dalam golongan wanita yang seperti itu.

Malu dan Iman sesungguhnya adalah dua hal yang saling melengkapi, dengan iman yang kuat kepada Allah  bisa menumbuhkan rasa malu di dalam diri seseorang. Kekuatan iman inilah yang akan mengerem kita dalam melakukan hal-hal yang dilarang olehNya, karena rasa malu kepadaNyalah yang membuat kita malu untuk melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji tersebut.

Sebagai seorang wanita muslimah,seharusnya kita tidak terpengaruh dengan perubahan global yang mengatasnamakan modernisasi tersebut, wanita muslimah harus selalu tetap berpegang teguh pada ajaran dan syariat Islam untuk selalu menjadikan rasa malu sebagai landasan ahlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya setiap agama itu memiliki ahlak dan ahlak Islam itu adalah rasa malu (HR. Ibnu Majah)" Dari hadits di atas menerangkan bahwasanya rasa malu adalah identitas ahlak Islam. Khusus bagi seorang muslimah rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Lalu sebenarnya apa sih definisi dari kata malu itu sendiri..??!! Malu didefinisikan sebagai sikap menahan diri dari perbuatan buruk atau hina,sifat malu ini merupakan gabungan dari sifat takut dan iffah (menjaga kesucian diri). Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa malu berarti menahan diri karena takut melakukan suatu perbuatan yang dibenci oleh syariat, akal, maupun adat kebiasaan. Pengertian yang terakhir ini lebih umum dan mencakup definisi yang cukup luas. Sifat malu adalah budi pekerti Islam yang merupakan tanda keimanan seseorang.  Jadi rasa malu merupakan perilaku yang dapat dibentuk,dan rasa malu juga merupakan landasan ahlak mulia dan selalu bermuara dan berakhir pada kebaikan. Rasa malu itu sendiri harus terus dipupuk jangan sampai hilang  dari hati, karena rasa malu inilah yang dapat menghindarkan kita muslimah dari fitnah-fitnah dunia, dari racun yang tersamar dalam kenikmatan sementara.

Kekuatan seorang wanita sholehah akan mampu memberikan perubahan besar pada dunia ke arah kebaikan, lihat saja perannya dalam rumah tangga, kehalusan tutur kata, kebaikan budi pekerti, kelembutan perangainya, sifat malu dan ketebalan imannya akan mampu menginspirasi para anggota kecil keluarga binaannya untuk mengikuti semua hal kebaikan tersebut, jundi-jundi kecil itu nantilah yang akan berperan dalam masyarakat, merekalah yang akan mengubah dunia menuju kedamaian. Peran dan kontribusinya dalam ukhuwah sangat besar, keberlangsungan kehidupan setiap generasi berada dalam genggaman tangannya.

Oleh karena itu muslimah, mari kita bersama-sama kembali pada fitrah kita sebagai wanita cantik yang mulia. Berada dimana kita sebenarnya..?! Kemana kecantikan ini akan kita bawa akhirnya..?! Untuk apa Allah SWT karuniakan begitu banyak kelebihan pada kita kaum hawa..?! Allah SWT menciptakan kaum hawa bukan untuk menggoncang naluri kaum adam,tetapi untuk mendampingi dengan ketaatan dan kesabaran, kehadirannya, bukan untuk mengelabuhi mata kaum adam akan kuasa dan rahmat Allah SWT, tetapi untuk sama-sama mensyukuri keluasan ciptaanNya. Wanita  dihadirkan untuk melengkapkan, menguatkan, menjadi suritauladan dan ahirnya akan kembali pada Allah dengan penuh ketakwaan.

Semoga kita menjadi wanit-wanita cantik yang solehah, yang tinggi sifat malunya, yang cemerlang ibadahnya, yang berjaya dengan ilmu pengetahuannya dan dapat melahirkan generasi-generasi penerus yang akan menegakkan syariat dan ajaran ajaran Islam di masa yang akan datang. Muslimah,janganlah engkau penuhi dirimu dengan ahlak yang selalu sedih,gelisah, banyak berkeluh kesah dan berputus asa karena hal-hal tersebut akan menggelapkan hatimu, tersenyumlah untuk kehidupan. Tetap tampillah cantik di hadapan suamimu, tetaplah tampil terhormat dalam pergaulan di luar rumahmu karena itu adalah bagian dari jihadmu, mengabdi pada manusia yang engkau kasihi demi keridhaan Ilahirobbi. Wallahualam..(Atin)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com