Sebuah Kepercayaan


Menanggapi sebuah berita dan memastikan kebenarannya memang dibutuhkan sebuah kepercayaan besar, percaya pada pembawa berita, percaya akan isi berita, percaya bahwa yang diberitakan itu benar adanya. Seperti pada kilas balik perjalanan bersejarah Rasulullah SAW yang kebenarannya sulit diterima logika akal pikiran manusia biasa pada saat itu, pada suatu peristiwa besar Isra dan Mi'raj. Perjalanan jauh yang ditempuh hanya dalam waktu semalam, dengan membawa kisah perjalanan ke langit ketujuh serta mendapat perintah dari yang Maha Kuasa tentang kewajiban manusia untuk beribadah padaNya. Dan Rasulullah adalah manusia pilihan, yang memiliki kesabaran tak berbatas, kebenaran risalah yang dibawanya harus disampaikan secara pelan-pelan, pada orang-orang terdekat dan secara bertahap, namun begitu, penolakan dan pertentangan masih pula beliau alami dalam menyebarkan risalahnya.
 
Memiliki keyakinan dan pendirian yang kokoh untuk membenarkan suatu kejadian terkadang begitu sulit untuk dilakukan, terlebih bila suara-suara sumbang di kiri dan kanan berusaha memberikan dalih atas berita benar tersebut untuk kemudian menjadikannya tersamar, dan menimbulkan keraguan. Dalam kehidupan keseharian kitapun kadang terjadi, sebuah ujian kepercayaan, seseorang yang kita percaya diberitakan tidak semestinya, melakukan kesalahan secara sadar, karena saat kejenuhan dan kebosanan melanda maka ada banyak cara untuk mencari penghiburan di luar suasana rumah , sebuah kelalaian dan kealpaan terjadi, yang menyebabkan kecurigaan sehingga terjadilah konflik.
Permasalahannya bukan karena salah siapa, tapi bagaimana mencari upaya untuk mempertahankan sebuah komitmen yang sudah dibina. Cinta akan selalu mendapati ujiannya, meredam dan menyimpan amarah bukan karena khawatir akan terjadi perselisihan tapi lebih kepada ingin menjaga sebuah kedamaian, ya kebenaran yang mengecewakan terkadang ingin rasanya tak terungkap ketika harus berseberangan dengan sebuah keutuhan, namun kebohonganpun tak sanggup kita simak karena ia akan melunturkan kepercayaan. Kekuatan kepercayaan sebenarnya terletak pada cinta, semakin besar kita mencintai seseorang semakin kuat kepercayaan kita kepadanya, dan kebohongan akan menghancurkan pondasi kepercayaan yang telah dibangun, waktu yang berlalupun kadang tak pernah bisa  menggantikan kejujuran yang sudah tersembunyikan.
Namun hidup adalah pilihan, yang dalam perjalanannya selalu dihadapkan dengan beragam warna, membuatnya menjadi indah dan tidak adalah pilihan, menjadikannya manis atau pahit adalah juga pilihan, menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan sungguh memerlukan kerja ekstra untuk melahirkan keikhlasan, memilih yang terbaik diantara yang baik, memilih yang aman diantara yang nyaman, mensikapi kecewa dengan berlapang dada, memetik hikmah dari setiap ujian yang datang. Kepentingan diri untuk menjaga hati agar tidak kecewa bukan lagi pilihan utama dalam lingkup hidup keluarga, namun menjaga hati-hati lain agar selalu tumbuh berseri inilah kepentingan lain yang tak boleh usai.

Kebenaran, pada saat tertentu memang harus terungkap, namun ada di satu masa kebenaran yang membuat kecewa itu harus ditutup rapat, dalam peti hati yang hanya hati dan pemilik hati saja yang berhak menjaga rahasianya, karena semua harus tersimpan rapi demi kesanggupan dalam menjaga sebuah keutuhan. Dan keluarga, dan pasangan jiwa adalah sebuah keutuhan yang keberadaannya harus terus dipertahankan dalam keniscayaan sebuah kepercayaan. Dalam kesabaran yang tiada batas. Isra Mi'raj, adalah sebuah revolusi besar tentang sebuah kebenaran yang harus diperjuangkan, dan berkat keteguhan kerendahan hati dan kesabaran Rasulullah apa yang tidak mungkin diterima akal pikiran manusia menjadi begitu mudah dan yakin diterima karena kita percaya, karena kita cinta. (ummu Rafi)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com