Bulan Ramadhan




Sepulang sekolah, Badu membeli makanan banyak sekali, Alif dan Taufan keheranan "Eh, Badu mau pesta ya?" tanya Taufan. Badu menjawab, "Lho, kalian lupa besok kan.mulai puasa, jadi hari ini aku akan puas-puasin makan, hmmmmmm.....nikmatnya." Alif dan Taufan hanya mengangkat pundaknya.

Dan seperti biasa setelah sholat asar, Alif dan teman-temannya mengaji bersama kak Jamal, "Ayo teman-teman kita bermain sepak bola," ajak Badu kepada teman-temannya. "Eh, tunggu dulu, kakak mau bicara dulu tentang bulan puasa," sahut kak Jamal sambil menyuruh anak-anak duduk kembali. "Memangnya ada apa kak, kan biasa kalau puasa, pagi sahur, sore buka puasa dan malamnya kita tarawih kan," jawab Badu lagi karena sudah tidak sabar. "Badu, diam dulu dong, dengerin dulu kak Jamal!!," kata Alif sambil menyenggol tangan Badu.

"Benar, tapi kita juga dianjurkan beramal ibadah sebanyak-banyaknya di bulan puasa, karena kalau kita berbuat kebaikan pahalanya berlipat ganda, dan juga kalau kita memberi makan orang yang berpuasa maka kita akan mendapat pahala orang yang berpuasa tadi," kata kak Jamal. Alif bertanya, " Lho, kalau begitu kasihan dong dengan orang yang dikasih makan tadi, tidak mendapat pahala berpuasa karena dikasihkan ke kita kak." Badu pun menyahut,"Kalau begitu,.kita jangan mau diundang buka puasa ya, ntar pahala puasa kita habis dikasihkan ke orang lain."

Kak Jamal tertawa, "Bukan begitu maksudnya, kita dapat pahala orang yang berpuasa tadi tanpa mengurangi pahala mereka sendiri." Anak-anak menyahut, "Oo………begitu ya." Kak Jamal melanjutkan, "Dalam sebuah hadist juga dikatakan bahwa pada bulan puasa, malaikat Jibril mendatangi Rasulullah untuk membacakan al Qur'an, jadi….begini, kakak ingin mengajak kalian untuk mencontohnya." Anak-anak memandangi kak Jamal seolah meminta penjelasan, "Maksud kak Jamal…?" Kak Jamal menjelaskan, "Kakak punya ide, bagaimana kalau selama bulan puasa kita menyusun kegiatan di masjid sebagai ganti main sepak bola. Karena kalau kita main sepak bola kan bisa kecapekan dan kehausan, takutnya tidak kuat berpuasa. " Badu tampak kecewa,"Wah tidak asyik, lagian kita kan baru latihan puasa, jadi kalau tidak kuat juga tidak apa-apa kan." Taufan berkata,"Ya, bukan begitu juga kali, Badu, terus kegiatannya apa kak?" Kak Jamal melanjutkan," Kakak usul, selama bulan puasa, setiap anak membawa makanan untuk berbuka puasa buat dua orang, dan mengajak satu orang teman, kemudian seperti biasa kita mengaji, selesai itu kakak akan menceritakan kisah para Nabi dan sahabat Rasulullah sambil menunggu waktu berbuka puasa. Nah setelah adzan, kita buka puasa bersama-sama, bagaiman?" Alif dan Taufan bersamaan menjawab, "Kayaknya menarik ya teman-teman…" dan yang lain mengiyakan.

Hari pertama puasa, kegiatan yang telah direncanakan berjalan dengan sangat menyenangkan, dan waktunya tiba,"Allahu Akbar….Allahu Akbar……" Semua mengucapkan Alhamdulillah bersama. Badu sudah tidak sabar langsung mengambil makanan yang ada di depan mereka. "Eh…jangan lupa berdoa ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ, lalu kita makan kurma atau air putih dulu seperti yang dicontohkan Rasulullah. Badu tersenyum malu. Anak-anak terlihat senang , mereka berkata,"Senangnya berpuasa dan berbuka bersama ya….." (Kak U'Ya)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com