PESONA TAJMAHAL


TajMahal adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shāh Jahān, anak Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal. Mumtaz Mahal (bahasa Persia dan Urdu: ممتاز محل; dilafalkan [mumtɑːz mɛhɛl]; Agra, April 1593 - Burhanpur, 17 Juni 1631) adalah nama julukan bagi Arjumand Banu Begum, seorang permaisuri Syah Jehan yang dibangunkan untuknya Taj Mahal. Syah Jehan sendiri adalah seorang Raja yang sangat terkenal dalam dinasti Karajaan Mughal di India pada masa itu.

Kerajaan Mughal adalah kerajaan yang termuda di antara tiga kerajaan besar Islam. Kerajaan ini didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530). Kerajaan Mughal merupakan kelanjutan dari kesultanan Delhi, sebab ia menandai puncak perjuangan panjang untuk membentuk sebuah imperium India muslim yang didasarkan pada sebuah sintesa antara warisan bangsa Persia dan bangsa India.



 

Pembentukan kerajaan Mughal di India menjadi kerajaan Islam, terjadi pada masa kekuasaan dinasti Bani Umayyah yaitu pada masa khalifah al Walid yang dipimpin oleh panglima Muhammad Ibnu Qasim. Dalam penaklukan wilayah India ini, kemudian pasukan Ghaznawiyyah dibawah pimpinan Sultan al Makmun mengembangkan kedudukan Islam di wilayah ini, dan berhasil menaklukkan kekuasaan Hindu. Kerajaan Mughal merupakan warisan kebesaran Timur Lenk, dan bukan warisan keturunan India yang asli. Meskipun demikian, Dinasti Mughal telah memberi warna tersendiri bagi peradaban orang-orang India yang sebelumnya identik dengan agama Hindu.


Keberhasilan ekspansi militer Karajan Mughal dapat dipertahankan oleh tiga sultan berikutnya, yaitu Jhangir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M) dan Hindu (1658-1707 M). Ketiganya merupakan raja-raja besar Mughal yang didukung oleh kekuatan militer yang sangat besar.

Kerajaan Mughal tidak mencapai kejayaannya secara mudah. Bagaimanapun, umat Islam di masa ini termasuk golongan minoritas di tengah mayoritas Hindu. Namun Kerajaan Mughal tetap berhasil memperoleh kecemerlangan disebabkan faktor-faktor sebagai berikut; kerajaan Mughal memiliki pemerintahan dan raja yang kuat. Politik toleransi dinilai dapat menetralisir perbedaan agama dan suku bangsa, baik antara Islam-Hindu, ataupun India-non India (Persia-Turki). Hingga Pemerintahan Aurangzeb, rakyat cukup puas dan sejahtera dengan pola kepemimpinan raja dan program kesejahteraannya. Prajurit Mughal juga dikenal sebagai prajurit yang tangguh dan memiliki patriotisme yang tinggi. Hal ini diwarisi dari Timur Lenk yang merupakan para petualang yang suka perang dari Persia di Asia Tengah dan cukup dominan dalam ketentaraan.
Sultan yang memerintah sangat mencintai ilmu dan pengetahuan. "Para Bangsawan Mughal mengemban tanggung jawab membangun masjid, jembatan, dan atas berkembangnya kegiataan ilmiah dan sastra".

Di bidang ekonomi, raja Mughal dapat mengembangkan program pertanian, pertambangan, dan perdagangan. Bersamaan dengan majunya bidang ekonomi, bidang seni dan budaya juga berkembang. Karya seni yang menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasa Persia maupun yang berbahasa India.


 Karya seni yang masih dapat dinikmati sekarang dan merupakan karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa Akbar dibangun istana Fapkur Sikri di Sikri, vila dan masjid-masjid yang indah. Pada masa Syah Jehan dibangun masjid yang berlapiskan mutiara, seperti masjid Raya Delhi di Lahore, Istana Indah Dilghare dan Tajmahal di Agra merupakan puncak karya arsitektur pada masanya.


Pembangunan Tajmahal dikisahkan merupakan sebagai lambang cinta seorang Raja terhadap permaisurinya, Mumtaz Mahal.

Tajmahal merupakan sebuah kompleks terpadu yang bangunannya meliputi bagian makam, taman rekreasi, masjid dan menara. Berdiri di atas areal taman di lahan seluas 22.44 hektar, bangunan bergaya arsitektur Persia, Turki, Islam dan India itu didirikan pada abad ke 17. Tajmahal jika diterjemahkan berarti “Istana Mahkota”. Pembangunannya menghabiskan waktu 22 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah adikarya dari arsitektur Mughal.Shah Jahan, kaisar dari kekaisaran Mughal yang memiliki kekayaan yang besar selama masa kejayaannya.

 

Pada 1631 istri ketiganya dan merupakan istri yang paling dicintainya wafat sewaktu melahirkan putrinya Gauhara Begum, anak ke-14 mereka. Pada tahun 1983 Taj Mahal diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Bangunan setinggi hampir 60 meter itu dibuat dengan basis batu marmer dan beberapa bagiannya diberi ukiran, hiasan dan lapisan emas dan perak, sebanyak 43 jenis batu permata termasuk berlian, Kristal, topaz dan nilam digunakan untuk memperindahnya. Bahan bangunannya konon didatangkan dari seluruh India dan Asia tengah, mengumpulkan 20.000 pekerja dari tukang batu, tukang emas dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia, seperti Turki, Irian, Syria dan Delhi.


Taj Mahal berada di pinggir sungai Yamuna, yang berfungsi sebagai parit besar menyokong the Great Red Fort of Agra (Benteng Merah Agung Agra), pusat kerajaan Mughal sampai akhirnya mereka memindahkan ibukota pemerintahan ke Delhi pada tahun 1637. Taj menjulang di pangkalan batu pasir merah yang tinggi diungguli oleh deretan batu pualam putih yang sangat besar. Kompleks TajMahal memiliki 5 bagian utama, yaitu Gerbang utama(darwaza), Taman (bageecha), Masjid, Rumah peristirahatan dan Rauza.


Sebagai gerbang utama, darwaza merupakan satu-satunya pintu masuk menuju musoleum. Diantara gerbang utama dan musoleum terbentang taman seluas 300 X 300 meter dengan gaya Persia dilengkapi dengan kolam yang memanjang. Masjid berada disebelah barat musoleum dengan kolam tempat wudhu berada di depannya. Rumah peristirahatan berada membelakangi kiblat. Adapun Rauza merupakan bangunan utama yang memiliki 4 menara. Di sana berdiri kubah terkenal yang diapit empat menara yang meruncing. Di seluruh kompleks, bagian dari ayat-ayat Al Quran dipakai sebagai elemen dekorasi dengan kaligrafi berwarna kemerahan serta dengan motif-motif geometris dan bunga. Kaligrafi ini dibuat oleh penulis kaligrafi Persia yang menetap di Mughal, Amanat Khan. Dilihat lebih dekat, tulisan Al-Quran di seluruh lengkungan yang mengelilinginya terlihat sangat seragam dan serasi. Komposisi bangunan, bentuk dan garisnya simetris dan sempurna.

Taj Mahal adalah salah satu bangunan Islam terkenal yang memiliki segudang kisah di balik pembangunannya. Sebagai salah satu bangunan Islam yang terkenal, bangunan ini juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan saat mengunjungi India. Sampai saat ini, Taj Mahal masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam. Taj Mahal merepresentasikan kemewahan dalam arsitektur kontemporer yang mencerminkan sejarah kerajaan Islam.


Taj Mahal adalah sebuah penggabungan arsitektur yang mengadopsi gaya bangunan India, Persia, dan Asia Tengah yang mampu membawa kekaguman . Taj Mahal adalah salah satu bangunan yang menjadi saksi perkembangan Islam di India pada saat itu pernah mencapai kejayaannya.

. (sumber ; wikipedia, oleh : Ummu Rafi)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com