Kejang Demam Pada Anak



Menghadapi anak kita mengalami kejang saat demam adalah satu pengalaman yang membuat kita sangat khawatir dan bahkan bisa membuat kita selalu was-was saat anak kita mendapatkan demam untuk yang kesekian kalinya. Kita bahkan khawatir akan dampaknya pada otak mereka.

 

Sebenarnya apa kejang demam itu dan apa saja tanda-tandanya? 

Kejang demam biasa dikenal dengan istilah step, stuip, stip atau febrile convulsion, adalah kejang yang terjadi pada saat anak mengalami demam, suhu badan mereka 38ºC (100.4ºF) atau lebih. Kondisi ini  biasanya banyak terjadi pada anak-anak usia 6 bulan sampai 6 tahun, hal ini karena hypothalamus (bagian otak yang bertugas mengatur suhu tubuh) pada anak-anak masih dalam tahap perkembangan sehingga terlalu peka terhadap suhu tubuh yang meningkat walaupun sedikit.

 

Apa Penyebab Kejang Demam?

Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, tetapi ini lebih dihubungkan dengan suhu tubuh yang meningkat yaitu sekitar of 38ºC (100.4ºF) atau lebih. Dalam beberapa kasus, peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh infeksi, seperti seperti flu, otitis media(infeksi telinga tengah), chickenpox, dan tonsillitis.

Kondisi kejang demam juga, bisa berkaitan dengan keturunan, jika salah satu orang tuanya pernah mendapat kejang demam saat kecilnya, maka kemungkinan anaknya mendapat kejang demam sekitar 10-20%. Sedangkan kalau kedua orang tuanya dan anaknya pernah mendapat kejang demam, maka kemungkinan anaknya yang lain akan mendapat hal yang sama sekitar 20-30%.

Selain hal itu, satu dari seribu anak-anak kemungkinan mendapatkan kejang demam setelah menerima vaksin MMR (measles, mumps, rubella). Dalam kasus ini biasanya terjadi 8-10 hari setelah vaksin. Tetapi  kondisi anak-anak yang cenderung mendapat kejang demam, mereka tetap bisa mendapatkan program vaksin sebagaimana anak-anak yang lain.

 

Apa Tanda-tanda dari Kejang Demam?

1.     Serangan biasanya dimulai dengan hilangnya kesadaran, dan diikuti dengan kekakuan pada badan, kaki, dan lengan.

2.     Kepalanya jatuh ke belakang

3.     Kulit menjadi pucat dan kemungkinan menjadi kebiruan

4.     Serangan akan berhenti dengan sendiri dalam beberapa menit dan kejang pun berhenti. Anak akan kembali dalam kondisi semula dan sadar secara perlahan

5.     Beberapa anak  kembali sadar lebih cepat dari anak yang lain

 

Jenis Kejang demam dibagi menjadi 2 bagian :

a.     Kejang demam sederhana : kejang terjadi kurang dari 15 menit, tidak berulang, dan kejangnya meliputi seluruh tubuh, kejang ini yang paling sering terjadi dan memiliki komplikasi yang rendah

b.     Kejang demam kompleks : kejang yang terjadi lebih dari 15 menit, yang dapat berulang dalam 24 jam, dan kejangnya hanya mengenai satu atau beberapa bagian tubuh. Dan anak tidak  sepenuhnya kembali normal dalam waktu satu jam.

 

Bila anak  mengalami kejang demam, lakukan beberapa hal berikut:

§  Rebahkan anak Anda di lantai atau matras yang beralas lembut. Jangan merebahkan anak di ranjang atau meja yang sempit sehingga berisiko terjatuh. Anda dapat menaruh bantal di kepalanya.

§  Jika anak mulai muntah atau mengumpulkan air liur di mulutnya, pelan-pelan miringkan tubuhnya agar dia tidak tersedak.

§  Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher.

§  Singkirkan benda-benda  yang dapat melukai dia.

§  Jangan menahan gerakan anak Anda selama kejang.

§  Jangan menaruh benda apa pun ke dalam mulutnya.

§  Cobalah untuk tetap tenang. Ukur suhu dan hitung berapa lama kejangnya

§  Fokuskan perhatian Anda untuk menurunkan demamnya:

§  Yakinkan bahwa badan anak tidak terlalu panas. Karena dalam beberapa keadaan,banyak orang tua yang menyelimuti anaknya atau memakaikan pakaian yang tebal pada anak yang sedang demam dengan maksud memberi rasa nyaman kepada anak, hal ini justru  tidak seharusnya dilakukan, jadi sebaiknya lepaskan pakaian yang tebal dari badan anak. Dan berikan minum air dingin yang banyak.

§  Kompres kepala dan tubuhnya dengan air hangat kuku (bukan air dingin). Air dingin atau alkohol justru akan meningkatkan demam.

§  Jangan mencoba untuk menurunkan demam anak Anda dengan menempatkannya ke ruangan dingin. Anda dapat membuka jendela, namun ruangan tidak boleh terlalu dingin.

§  Beberapa dokter menyarankan orang tua untuk memberi obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang disarankan dokter.

§  Bila tersedia, masukkan diazepam dalam bentuk suppositoria semi padat ke dalam anus anak untuk menghentikan kejang

§   Jika kejangnya berkepanjangan atau berulang-ulang maka sebaiknya dibawa ke rumah sakit.

§  Setelah kejang berakhir dan anak Anda terjaga, langkah yang paling penting adalah mengidentifikasi penyebab demamnya. Hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan saran

 

Akankah kejang demam berulang? (subtitle)


Sebagian besar kejang demam tidak berulang (hanya terjadi sekali seumur hidup anak). Namun, riset menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak yang mengalami kejang demam mengalaminya untuk kedua kali. Risiko kejang demam berulang meningkat jika anak Anda berusia kurang  dari 18 bulan, jika ada riwayat keluarga kejang demam atau jika penyebabnya demam yang tidak terlalu tinggi (38,5 derajat atau kurang).

Apakah kejang dapat menyebabkan kerusakan otak? (subtitle)


Kejang demamsederhana tidak akan menyebabkan kerusakan otak.  Kejang juga tidak berarti anak  memiliki epilepsi. Kejang epilepsi tidak disebabkan atau disertai oleh demam. Namun, kemungkinan epilepsi berkembang pada anak yang telah beberapa kali mengalami kejang demam memang sedikit lebih tinggi daripada yang tidak pernah mengalaminya, yaitu sekitar 2% sampai 4%. Dan perlu diketahui perbedaan mendasar antara kejang demam dan penyakit serupa yang lebih serius seperti demam ensephalitis akut atau ensephalopathic adalah terdapatnya kejang yang berkepanjangan. Selain itu, jika dilihat pemeriksaan EEGnya akan ditemukan kelainan serta ditemukannya kondisi complicated febrile seizures atau kejang demam berulang tiap ada kenaikan suhu tubuh pasien. Pasien seperti inilah yang memiliki prosentase tinggi untuk mengalami komplikasi berbahaya  seperti  kemunduran mental mupun partial complex epilepsy.

 
Meskipun kejang demam sering menakutkan kita, jangan sampai membuat kita cemas secara berlebihan. Jadi tetap tenang dalam menghadapi dan menangani saat anak mengalami kejang demam, tetapi kita tetap waspada dengan kondisi anak dengan cara berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi anak kita, untuk mencari penyebab penyakit anak itu sendiri, (Um Yahya)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com