Bisnis Dalam Pandangan Islam


|"Seorang muslim sejati akan selalu melibatkan kehadiran Allah mulai dari permulaan bisnis, proses dan hasilnya".

Bisnis itu berani sukses. Bisnis itu berani kaya. Kaya pengalaman, kaya pengetahuan, kaya bersosialisasi, kaya imajinasi, kaya intelektual. Bisnis itu berani berkreasi dan mandiri.  
Rasululloh Saw bersabda  “Berbisnislah kamu karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam bisnis (HR.Ahmad).
          Allah SWT menurunkan agama Islam ke muka bumi sebagai  hudal linnas (petunjuk hidup manusia).  Karena itulah Islam tidak mengenal pemisahan aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, maupun politik, semua sudah diajarkan dalam agama Islam.Islam itu komperhensif, mencakup semua aspek kehidupan. Sampai tata cara berbisnispun sudah diatur dalam Islam. Rosululloh dan para sahabat banyak sekali yang menjalankan bisnis.
          Khalid bin Walid merupakan panglima besar tapi juga pembisnis sukses.  Abu Bakar dan Ustman bin Affan berani menginfakkan seluruh hartanya sebab mereka percaya, Allah akan memberikan rezeki kepada mereka yang bekerja. Kita juga bisa mengingat tentang  kisah ketika Saad Ibnu Rabi (dari kalangan Anshar) menawarkan modal kerja kepada Abdul Rahman bin Auf (dari kalangan Muhajirin) dia menolak, lalu Abbdul Rahman bin Auf meminta kepada Saad Ibnu Rabi untuk menunjukan saja dimana letak pasar di Madinah. Inilah salah satu aspek yang menjelaskan mengapa generasi sahabat tidak hanya mampu memenangkan  pertempuran, tetapi juga mampu menciptakan kemakmuran setelah mereka berkuasa.
          Sebagai seorang muslim, bisnis adalah sarana ibadah. Muslim yang berusaha untuk mendapatkan harta yang halal untuk menafkahi dirinya dan keluarganya, berbuat baik dan bersedekah, memenuhi  kewajiban ibadah yang lain seperti membayar zakat dan melaksanakan ibadah haji dan yang terpenting lagi mengangkat derajat orang muslim untuk menghindari dari meminta-minta.
          Allah akan memberi rejeki kepada mereka yang bertawakal, berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya pada Allah yang Maha menentukan rezeki.Dan begitu indahnya hidup seorang muslim, setelah bertawakal dengan bekerja dan mendapatkan materi yang berlimpah, dia tahu semua itu berkat Rahmat Allah Swt. Ia tidak lupa bahwa rezeki yang didapat adalah titipan Allah semata, yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya maka dia akan selalu hati-hati dengan cara memperoleh dan membelanjakan hartanya. Selalu menghindari  riba dan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
          Seorang muslim sejati akan selalu melibatkan kehadiran Allah mulai dari permulaan bisnis, proses dan hasilnya. Ia akan menanamkan prinsip bisnis hanya karena Allah semata  dan dalam prosesnya harus sesuai dengan nilai-nilai Ilahi dan segala hasilnya mesti disyukuri, dievaluasi untuk perbaikan masa mendatang. Meski disibukkan dengan bisnis, seorang  muslim sejati juga tidak akan lalai untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim, tidak lalai dengan hak orang miskin yang ada dalam harta yang didapatkan  dari bisnisnya.
          Seorang muslim akan  menggunakan kecerdasan spiritual sebagai pedoman hidup, akan selalu mengingat pengawasan Allah, dia  akan bersikap bahwa harta, profesi dan jabatan hanyalah amanah Allah yang kelak harus di pertanggung jawabkan . Sehingga kilau dunia tidak akan membuatnya menjadi terlena .  Seperti  tragedi  Qorun dengan kepongahan hartanya. (Ummu Dafi)

1 comments:

Urat- ku mengatakan...

Masya Allah,,, Islam memang indah. 8 dari 10 shohabat yang 'Al-mubasyaroh bil-jannah' adalah orang kaya.

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com