Serial Alif dan Teman Teman


PEDAGANG YANG JUJUR

Badu mendapat oleh-oleh dua kotak yang berisi kelereng dari ayahnya. " Bermain kelereng bersama teman-teman pasti seru, " pikir Badu sambil berlari menuju lapangan sambil membawa beberapa kelereng barunya. "Hai, Fan kita main kelereng yuk, " kata Badu sambil menghampiri Taufan. Taufan berkata, "Wah asyik bermain kelereng, tapi sayang aku tidak mempunyai kelereng. Pinjam dong," kata Taufan. Badu menggelengkan kepalanya, "Aduh tidak bisa kalau pinjam, ini kan baru, hmm.....Badu mengernyitkan dahinya, berpikir, aha.....aku punya ide, . "Fan, bagaimana kalau kamu beli saja kelerengku ini, aku jual dengan harga murah deh, dua ribu dapat sepuluh biji," kata Badu sampai menyodorkan kelerengnya kepada Taufan. "Hm....boleh, sebentar ya aku pulang mengambil uang," jawab Taufan.
Pada saat Taufan meninggalkan Badu, Alif yang baru saja keluar dari rumahnya berlari menghampiri Badu yang masih berdiri di pinggir jalan. "Alif, ayo beli kelerengku ini, setelah itu kita bermain bersama," kata Badu sambil memperlihatkan kelerengnya. Alif langsung mengambil kelereng dari tangan Badu, " Wah bagus sekali, berapa harganya ?" Badu pun tersenyum sambil berkata dalam hati, wah ini keberuntunganku, Alif kelihatan tertarik sekali, dengan sedikit rayuan aku yakin bisa mendapat keuntungan yang lebih banyak." Sambil menepuk pundak Alif, Badu berkata, " Sebagai teman baik, kamu bisa membeli sepuluh kelereng dengan harga dua ribu lima ratus rupiah, itu murah lho, karena kepada teman yang lain aku menjual dengan harga tiga ribu, bagaimana? " tanya Badu sambil tersenyum menang, dan akhirnya Alif pun membeli sepuluh kelereng. Badu pun berlari pulang mengambil satu kotak kelereng untuk dijual kepada teman-teman yang lain.
Begitulah, Badu menjual kelerengnya  dengan harga yang berbeda, dan di setiap penjualan dia berbohong bahwa teman yang lain telah membeli kelerengnya dengan harga yang lebih mahal. Badu tersenyum, "Hm.....lumayan aku dapat uang banyak hari ini, ternyata mudah sekali mendapatkan untung, dengan sedikit rayuan dan berbohong keuntunganku berlipat ganda, aku harus mencari pembeli lagi.
Sore itu pun mereka bermain kelereng dengan serunya. Di saat Badu berdiri di samping Alif dan Taufan yang sedang menunggu giliran bermain, tiba- tiba datanglah Ahmad dan berkata, "Hai, Badu aku beli kelereng ya, ini uangnya tiga ribu rupiah dapat sepuluh kan, " Badu secara tidak sadar mengangguk gembira sambil memberikan kelerengnya . Alif dan Taufan memperlihatkan wajah keheranan dan berkata, " Tiga ribu.....!!" Taufan berkata, " Lho harganya kan dua ribu rupiah." Alif pun menimpalinya, " Bukan Fan tapi dua ribu lima ratus, wah.. jangan-jangan kamu membohongi  kami ." Badu baru menyadari bahwa teman-temannya mulai tahu kalau dia berbohong, dan dia pun bersiap-siap melarikan diri. Teman-temannya menahannya dengan geram, mereka  berteriak, " Ayo...kembalikan uang kami !!!"

Melihat anak-anak ramai di lapangan, kak Jamal yang kebetulan lewat,  menghampiri mereka. Taufan pun menjelaskan kejadiannya. Kak Jamal berkata, " Kakak ingin bercerita tentang kisah Rasulullah dalam berdagang. Suatu hari Rasulullah dipercaya untuk membawa barang dagangan Khadijah r.ha dengan didampingi seorang pelayan yang bernama Maysarah Dan beliau pulang dengan membawa keuntungan yang banyak, Maysarah pun bercerita tentang kejujuran Rasulullah. Jadi kejujuran adalah salah satu sifat yang harus kita miliki sebagai seorang pedagang karena bisa memberikan keberkahan. Dan ingat sabda Rasulullah SAW, "Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam  bersabda: Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi)
Badu tertunduk, lalu meminta maaf kepada teman-temannya dan mengembalikan uang teman-temannya. Teman-temannya pun  memaafkan dan mereka kembali bermain dengan gembira. (K'Uya)

0 comments:

Posting Komentar

 
Buletin Al Husna diterbitkan oleh Forum Kajian Muslimah Kuwait - Al Husna - . Penasehat: Latifah Munawaroh,MA Penanggung jawab: Ummu Ridho, Redaktur pelaksana: Ummu Yahya, Ummu Rafi, Ummu Sumayya, Ummu Fathima Zahra, Ummu Hukma, Ukhti Fatma, Lay out: Ukhti Noor, Ummu Nizar, Keuangan: Ummu Azmi, Bagian Produksi: Ummu Abdurahman. Distributor: Ukhti Lucy (Al Husna), Mbak Diana Lestari (Khairunnisa), Ummu Ahmad (Jahra), T’Eva Amalia (Al-kautsar), Ummu Thoriq (Al Haiza) . Bagi yang ingin mendapatkan buletin ini Hubungi: Al Husna :+965 67786853 - Email : alhusnakuwait@gmail.com